
Setelah abah memastikan sampai mbak tati benar benar hilang di ujung jalan,dengan langkah pelan abah ingin berbalik arah untuk masuk ke dalam rumah nya.Tetapi langkah itu seketika berhenti saat abah baru menyadari bahwa letha putri nya,kini masih belum berganti pakaian!
Dengan nafas gusar abah kembali berbalik arah dan melihat ke sekitar,berharap ada seeorang di luar sini agar bisa di mintai tolong untuk menggantikan pakaian letha.
Sudah sekitar 10 menitan abah menunggu,tetapi netra nya masih belum menangkap satu orang pun yang sekedar lewat,ataupun keluar dari dalam rumah mereka!
Mata abah kini berganti menatap pintu rumah damar yang sudah dalam keadaan tertutup,namun masih bisa terlihat lampu bagian ruang tamu nya masih menyala,dan itu pertanda bahwa damar masih belum tidur!
Tak mau berfikir lebih lama lagi,dengan segera abah berjalan dan mendatangi rumah damar!
"Tok"
"Tok"
"Assalamualaikum"
Hening! Tak ada yang menyahut,ingin mengetuk lagi urung.Seperti nya abah sedikit merasa segan.
Abah menatap ke arah jendela rumah damar sebentar,lalu kembali melangkah dan menjauhi rumah damar!
"Haaaah!" abah menghembuskan nafas kemudian kembali lagi mengetuk pintu rumah damar
"Assalamualaikum nak damar"
"Tok"
"Tok"
"Tok"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Sahut seorang wanita dari dalam
"Ohhh....abah!" ujar nya dari balik pintu
"Ada apa bah? Abah mencari bang damar ya? Dia sedang mandi bah!" Tebak wanita itu
Abah menggeleng "Tidak nak mela,sebenarnya abah datang kemari bukan ingin bertemu nak damar,tetapi abah ingin minta tolong pada nak mela untuk menggantikan pakaian letha yang terkena darah ayam tadi" Terang abah
"Apa nak mela mau?" tanya abah
Mela tersenyum "Ooh itu,mela mau bah! Cuma,mela sedikit takut hehehehe....
"Takut,kak letha kerasukan lagi" Sambung nya sambil terkekeh pelan
"Yasudah kalau nak mela merasa takut,abah tidak akan memaksa,abah akan meminta bantuan pada nek mirna saja kalau gitu" sahut abah
"Eeeh....bah! ojo gitu to,ini sudah malam sekali! Rumah nek mirna itukan jauh bah,abah harus ngelewati ladang ladang warga terlebih dulu untuk sampai di rumah nek mirna"
"Abah apa tidak takut? Kalau tiba tiba ada hiiiiii......
__ADS_1
"Hi,hi, apa?" tanya abah
"Hantu maksudnya?" sambung abah yang membuat mela bergidik
"Iiih abah,jangan di sebut juga mela jadi takut"
"Yaudah,ayok mela mau bantu gantiin pakaian kak letha"
Mendengar itu abah mengangguk dan tersenyum "Terimakasih nak mela,karna sudah mau membantu abah!" ujar abah
"Belum juga mela bantuin,abah udah ucapin terimakasih di luan" protes nya yang membuat abah tertawa kecil
"Yasudah,abah di luan saja kembali ke rumah ya! Mela mau izin dulu sama bang damar,takut nanti bang damar nayariin mela" Ucap mela yang kemudian di setujui oleh abah.
Sambil menunggu kedatangan mela,dengan cepat abah langsung mengambil pakaian letha di dalam lemari pakaian milik nya,setelah selesai abah langsung melenggang keluar dari kamar lalu meletakkan pakaian letha di atas meja.
Saat pandangan abah tepat mengarah pada kamar letha yang masih juga dalam keadaan terbuka,abah langsung segera bangkit kembali dan menutup pintu itu lalu mengunci nya!
Bersamaan dengan itu,tampak lah mela yang berdiri tepat di ambang pintu utama dengan mengucap kan salam sambil menyunggingkan senyum manis nya pada abah!
"Assalamualaikum bah!"
"Waalaikumsalam" sahut abah dan mempersilahkan mela masuk ke dalam
"Maaf ya bah,mela kelamaan! Habis nya bang damar meminta pada mela untuk tetap di rumah sampai bang damar selesai mandi" Ujar mela yang kini sudah beringsut duduk di lantai yang beralaskan tikar
"Tidak apa apa nak mela!"
"Coba nak mela lihat,di atas meja itu ada pakaian letha yang memang sudah abah siapkan sejak tadi!"
"Kau salin lah pakaian letha dengan pakaian itu"
"Pakaian kotor yang melekat pada tubuh letha,letak kan saja di ember hitam dekat kamar mandi" Terang abah
"Ooh iya iya bah!"
"Kalau gitu,abah akan pergi ke teras sambil menunggu nak mela selesai menggantikan pakaian letha" sambung abah yang mendapatkan sebuah anggukan setuju dari mela.
"Eeeh nak damar?" Kejut abah saat abah melihat damar yang kini sudah berada di teras rumah nya! dalam posisi duduk di atas sebuah kursi rotan yang memang sengaja di letak kan oleh abah untuk sekedar duduk duduk di pagi hari sambil menyeruput kopi.
"Sudah berapa lama nak damar di sini" tanya abah yang kemudian juga ikut mendaratkan bokong nya di atas kursi rotan.
Damar menyengir "Baru saja bah!" sahut nya yang terlihat malu malu
"Bagaimana? segar sekali bukan kalau mandi malam malam begini?" tanya abah berseloroh
"Kalau di tanya segar yah segar bah! Tapi besok pagi langsung masuk angin" sahut damar yang membuat abah tertawa begitu pun dengan damar!
"Kalau abah boleh tau,memang nya mbah narsih pergi kemana nak damar?" tanya abah yang membuka topik pembicaraan
"Abah pikir tadi,nak damar benar benar datang bersama mbah narsih,ternyata tidak!" lanjut abah
__ADS_1
"Iya bah,awal nya damar memang mau meminta bantuan pada mbah narsih dan membawanya ke rumah abah.Tetapi karna mbah narsih tidak ada,terpaksa damar datang menemui mbak tati"
"Kalau abah tanya kemana pergi nya mbah narsih,damar juga tidak tau pasti bah! Yang jelas mbak tati tadi bilang pada damar kalau mbah narsih pergi ke hutan keramat untuk memperkuat ilmu nya" jelas damar
"Apa mbak tati tidak memberitahukan itu pada abah?" tanya damar sambil menatap wajah abah
Abah mengangguk "Mbak tati sempat juga mengatakan pada abah kalau abah harus tetap menunggu sampai mbah narsih kembali! tetapi,mbak tati tidak memberitahukan pada abah dengan rinci kemana mbah narsih pergi" jelas abah
"Menunggu mbah narsih kembali?" ulang damar sambil mengerutkan kedua alis nya
"Iya!" tegas abah
"Karna,cuma mbah narsi yang bisa menyembuhkan letha dan membuat sosok yang merasuki letha itu bisa bener benar pergi dan berhenti mengganggu letha nak damar"
"Begitulah yang di katakan mbak tati pada abah" lanjut abah sambil menghembuskan nafas panjang
"Emmm abah!" panggil mela yang kini sudah berdiri tegak di depan abah
"Sudah selesai nak mela?" tanya abah yang sedikit terkejuk sebab kedatangan mela yang tiba tiba
Mela mengagguk "Sudah bah! Semua nya sudah beres!" sahut nya mantap
"Kalau begitu,abah ucapkan banyak terimakasih pada mu ya nak mela karna sudah mau membantu abah!" ucap abah sungguh sungguh
"Iya bah sama sama" senyum mela
"Yasudah,kalau gitu kita pulang ya bah! Mela sudah mengantuk" ujar nya sambil memberi kode pada damar untuk segera bangun dari duduk nya
"Kau di luan saja,abang masih mau di sini menemani abah!" tolak damar yang membuat mela membolakan ke dua mata nya
"Iih abang!" seru nya tak terima
"Ayo pulang! Mela takut kalau sendirian di rumah" rengek nya
"Ya,baiklah! abang akan ikut pulang!" setuju damar
"Kita pulang ya bah,kalau ada apa apa langsung panggil damar saja!"
"Abah tidak perlu merasa sungkan!" ucap damar
"Iya,nak damar! Terimakasih sekali lagi" jawab abah
"Iya bah! Assalamualaikum" pamit damar
"Waalaikumsalam"
"Mela juga pulang ya bah,assalamualaikum" pamit mela yang langsung berlari kecil mengejar damar yang memang sengaja berjalan terlebih dahulu
"Bang damar,tungguin" seru mela
"Berisik! Ini sudah malam" Ucap damar
__ADS_1
Abah hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat abang adik itu memperdebatkan masalah sepele.