Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)

Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)
Bab 8.Penawaran


__ADS_3

"Assalamualaikum"


Aku dan abah seketika langsung berhenti menangis kala mendengar suara nek mirna dari luar rumah.


"Waalaikumsalam" jawab abah yang langsung bangkit dan membukakan pintu


"Silahkan masuk mirna" ucap abah mempersilahkan nek mirna untuk masuk ke dalam


"Iya terimakasih dan"


"Aku datang kemari hanya untuk bertemu dengan letha anak mu! Aku ingin melihat bagaimana kondisi nya saat ini" ujar nek mirna mengutarakan tujuan nya datang kemari.


"Letha sedang ada di dapur,mari saya antarkan" ajak abah


Aku yang mendengar itu langsung buru buru bangkit dan cepat cepat ingin masuk ke dalam kamar.Karna saat ini aku masih belum mau bertemu dengan siapa pun! Aku merasa malu jika orang orang melihat luka luka yang ada di tubuh ku.


"Mau kemana ndok?"


Aku berhenti melangkah saat abah memanggil ku! Sepertinya lagi lagi aku kalah cepat dan harus bertemu dengan nek mirna.


"Letha hanya ingin kembali ke dalam kamar bah" sahut ku tanpa ingin memperlihatkan wajah ku pada nek mirna


"Kemarilah ndok,nek mirna datang ingin bertemu dengan mu"


"Temui dia sebentar" ucap abah dan aku hanya bergeming


"Letha tidak ingin bertemu dengan siapa pun bah! Letha malu" jawab ku jujur meski jantung ku berdetak tak karuan


"Mengapa harus malu cah ayu?" tanya nek mirna yang tiba tiba saja sudah berdiri tepat di samping ku


Aku yang menyadari itu dengan cepat langsung memalingkan wajah ku menghadap kamar mandi,dan seberusaha mungkin menutupi wajah ku menggunakan rambut dan berharap nek mirna tidak melihat wajah ku.


"Ti-tidak! Tidak apa apa nek.Letha hanya ingin istirahat saja"


"Emmmm...lihat lah kemari cah ayu! Kau tidak usah merasa malu pada nenek mu"


"Lihat lah kemari" ucap nek mirna lagi yang membuat ku terpaksa melihat ke arah nya


"Astagfirullahaladzim! Cah ayu" kaget nya sambil mengusap dada


Aku yang melihat respon nya langsung menundukkan kepala.


"Bagaimana bisa jadi seperti ini ramdan? Wajah putri mu banyak sekali di penuhi lebam" panik nek marni sambil memegang dagu ku dan menggerakkan nya ke kiri dan ke kanan


"Aaww,sakit nek" rengek ku


"Kemarilah! Biar nenek obati" ajak nek mirna sambil menuntun tangan ku untuk ikut dengan nya

__ADS_1


"Duduk lah" pinta nya dan aku pun menurut


Dengan cepat nek mirna langsung mengeluarkan sebuah plastik bewarna hitam , lalu memasukkan tangan nya kedalam dan mengoleskan sesuatu yang menurut ku bau nya sangat tidak enak itu hampir di seluruh bagian wajah ku.


"Apa ini nek" tanya ku memastikan


"Ini obat yang nenek racikan khusus untuk mu,agar luka luka mu cepat sembuh"


"Maafkan nenek ya cah ayu karna baru menjenguk mu sekarang!"


"Sungguh,nenek baru mendengar kabar ini dari nak damar pagi tadi" terang nek mirna


"Tidak apa apa nek!" ucap ku


"Bagaimana dengan kaki nenek? Apakah sudah baikan" tanya ku sambil melihat kedua kaki nek mirna


"Oalah cah ayu,kenapa kau masih saja memperdulikan sakit orang lain si ndok? Pikirkan saja luka luka mu ini,terus di obati biar lekas sembuh" protes nek mirna


"Sudah selesai,sekarang kau istirahatlah"


"Nenek akan tetap berada di sini dan mengobrol dengan abah mu"


"Baik nek,letha masuk kedalam ya" pamit ku


"Iya cah ayu! Masuklah"


Belum lagi bagian bawah milik ku yang masih saja terus berdenyut bila aku tak sengaja menggerakkan nya! Dan itu sangat membuat ku tersiksa.


Samar dapat ku dengar obrolan antara abah dan juga nek mirna,yang memang tak jauh jauh dengan apa yang telah terjadi pada ku.


Terdengar juga nek mirna berulang kali beristighfar kala abah menceritakan semua nya pada nek mirna.


"Maaf kan saya ramdan! ini semua salah saya"


"Tidak apa apa mirna! Kau tidak perlu menangis seperti itu"


"Jika letha mendengar tangisan mu maka itu akan membuatnya bertambah merasa sedih dan juga merasa bersalah" terang abah


"Doakan saja yang terbaik untuk putri saya mirna! Saya hanya ingin melihat nya sembuh kembali itu saja"


"Apakah pelakunya sudah di tangkap dan?"


"Belum! Karna letha tidak mengatakan apapun tentang siapa dan bagaimana rupa pria itu pada saya"


"jika letha mengatakan siapa pelaku nya apakah abah akan percaya pada letha? Jika iya,letha harap abah mau menghukum nya tanpa ada belas kasihan bah"


Air mata ku kembali mengalir dan membuat bantal yang sedang ku tiduri ini basah! Pikiran ku kembali teringat dengan pristiwa malam itu.

__ADS_1


Yang dimana pada malam itu,dengan brutal lelaku berengs*k itu menyentuh tubuh ku,dan memperlakukan tubuh ku bak seperti boneka.


Jika aku memberontak pukulan,tamparan,hingga tonjokan tak segan segan ia layangkan pada ku.


Tak peduli dengan teriakan,rintihan,permohonan yang keluar dari mulut ku! Lelaki biad*p itu malah semakin terlihat ganas dan menikmatinya!


Tubuh ku sudah sangat lemah bahkan tidak mampu lagi melakan perlawanan! Aku hanya bisa diam dan pasrah sambil terus menangis,meminta pertolongan dari sang mahakuasa! tetapi pertolongan itu tak kunjung datang.


Entah ini sudah menjadi takdir hidup ku atau bukan,tapi yang pasti aku tidak akan diam saja! Dan akan membalaskan dendam ku pada mereka.


Tanpa ku sadari perlahan mataku mulai terasa berat dan membuat ku langsung memejamkan mata.


Belum lagi lima menit aku tertidur ada seseorang yang memanggil nama ku,sambil mengelus rambut ku dengan sangat lembut. Dan indra penciuman ku mencium bau melati di sertai bau busuk yang samar samar namum jelas terasa.


Dengan terpaksa ku buka mata ini,meski harus menahan rasa kantuk yang begitu berat.


"Siapa kau?" tanya ku


"Apa kau sudah melupakan ku letha?"


Aku menggeleng "aku tidak mengenali mu" jawab ku jujur


"Apakah kau butuh bantuan? Aku bisa membantu mu" ucap nya tiba tiba yang membuat ku kebingungan


"Bantuan?! Bantuan apa?"


"Membalaskan dendam mu" lirih nya yang terdengar sedikit menyeramkan dan membuat ku bergidik.


"Jika kau mau,maka aku dengan senang hati membantu mu sampai kau benar benar merasa puas" lanjut nya


"Tetapi ada 1 syarat! Kau harus memberikan aku makanan lezat untuk setiap 1 tugas yang aku lakukan jika itu berhasil"


"Jika kau merasa keberatan akan hal itu,maka izin kan lah aku bernaung di dalam tubuh mu sebagai tempat ku beristirahat


"Apa maksud mu? Aku tidak mengerti! Bernaung di tubuh ku?!" tanya ku


"Yah,aku akan tinggal di sana bila matahari terbenam dan akan keluar dari tubuh mu sebelum fajar terbit"


"Ti-tidak aku tidak mau!" tolak ku cepat dan menggerakkan tubuh ku untuk mejauh dari nya


"Apa kau yakin?!" tanya nya sambil menggerak gerak kan kepala nya ke kiri dan ke kanan hingga menimbulkan bunyi yang menurut ku seperti tulang yang sengaja di remuk remuk kan.


"Si-siapa kau ini sebenarnya? Aku tidak yakin jika kau adalah manusia" pekik ku


"Memang benar! Aku bukan lah manusia"


"Apakah kau benar benar tidak mengingat ku alletha?" tanya nya kembali dan aku menggeleng

__ADS_1


__ADS_2