
Terus ku tatap punggung papa yang pergi meninggal kan ruang makan tanpa menghabiskan makanan nya terlebih dahulu! Dan kini,papa lebih memilih untuk masuk ke dalam ruangan kerja nya!
"Huuuuft!" hembusan nafas berat sekaligus rasa kecewa kembali berhembus keluar dari mulut ku.
Sedangkan mama,hanya diam menatap ku dengan tatapan iba!
"Dit" panggil mama
"Eeem!" dehem ku dengan wajah lesu
"Papa mu sudah memberi keputusan bukan? Mama harap kamu mau mengerti dan cari lah gadis lain,yang lebih baik dari alletha seperti apa yang sudah papa katakan pada mu tadi"
"Maaaa.....!" Tolak ku tak terima
Mama menutup mata nya sambil mengangguk samar "Mama sudah ingatkan ini pada mu tadi!"
"Jika papa mu menolak,maka kamu harus menerima nya" terang mama yang membuat ku lagi lagi merasa kecewa
"Jangan coba coba untuk membantah apa yang sudah menjadi keputusan papa mu dit!"
"Mama tidak mau,kamu di cap sebagai anak pembangkang oleh papa mu hanya karna seorang gadis biasa"
"Maaaa...."
"Cukup!" Potong mama "Mama tidak bisa berbuat banyak untuk mu,maafin mama" sambung mama yang juga pergi meninggalkan meja makan tanpa menghabiskan makanan nya terlebih dulu! Sama seperti papa.
Hal yang ku takut kan benar benar terjadi,bahkan mama juga ikut ikutan memihak pada papa! Sekarang apa yang harus aku lakukan?
Aku sudah terlanjur berjanji pada letha sebelum aku pergi,dan kemarin sore aku juga sudah menelpon abah dan memberitahukan niat baik ku pada nya,bahwa aku akan segera datang dan melamar letha untuk menjadi istri ku!
Tapi sekarang? Sebuah keberuntungan tak lagi memihak ku! menurut ku papa benar benar tidak adil! Belum lagi aku menjelaskan secara rinci tentang niat baik ku untuk melamar letha.Dengan mudah nya papa sudah langsung menolak nya!
"Aaaargh"
Tanpa sadar tangan ku menyapu piring kosong milik ku hingga terjatuh ke lantai,dan menimbulkan suara yang lumayan keras yang berhasil menarik perhatian mama dan beberapa asisten rumah tangga.
"Astaga radit" Pekik mama
"Den radit tidak apa apa kan? Apa ada yang luka?" tanya mbak erna
Aku menggeleng "Tidak!" Sahut ku
"Tolong di bersihkan ya mbak! Pastikan tidak ada serpihan kaca yang tertinggal di sana" pinta mama
"Baik nya!" sahut mbak erna
Mbak erna langsung berlari kecil menuju gudang untuk mengambil sapu dan alat alat lainnya.
"Radit,kamu mau kemana?" Tanya mama saat aku beranjak dari meja makan.
__ADS_1
Ku tatap mama sekilas "Ke ruangan papa" sahut ku acuh dan langsung berlalu begitu saja!
"Tok"
"Tok"
"Tok"
"Masuk" Sahut papa dari dalam sana
Setelah mendapat izin dari nya,tanpa menunggu lama aku langsung memutar knop pintu dan langsung melenggang masuk ke dalam.Setelah memastikan pintu itu tertutup kembali!
"Ada apa lagi dit?" tanya papa yang tetap fokus pada layar laptop nya dan hanya melirik ku sekilas.
"Kenapa papa menolak niat baik radit?" Tanya ku to the point
"Kalau soal itu,bukan kah papa sudah memberikan alasan nya pada mu tadi!" sahut papa santai
"Apa jawaban yang papa berikan tadi kurang jelas di telinga mu dit?"
"Jika iya,maka papa tidak punya waktu untuk mengulang nya kembali"
"Pergi,dan tanyakan pada mama mu! mama mu pasti mau mengulang nya untuk mu" Terang papa panjang lebar yang entah kenapa setiap kalimat yang keluar dari mulut nya membuat hati ku sedikit tersinggung.
"Tidak pa! jawaban papa tadi cukup jelas untuk radit" tegas ku
"Kedatangan radit ke sini,karna radit ingin bicara dengan papa secara langsung"
"Dan radit harap papa mau meluangkan sedikit waktu papa untuk mendengarkan radit"
"Baik,tapi kamu harus menunggu sekitar 1 jam lagi" Jawab papa yang membuat ku langsung mengangguk setuju.Kemudian mendaratkan bokong ku di atas sofa berukuran sedang,yang di letakkan di sudut ruangan yang berhadapan langsung dengan sebuah jendela besar! Dan jendela itu langsung menghadap menuju ke arah taman depan rumah!
"Oke,radit akan menunggu sampai papa selesai" Ucap ku
Selama menunggu papa,aku memilih untuk memainkan ponsel ku untuk sekedar menghilangkan rasa bosan! Tetapi sayang nya cara itu tidak berhasil.
Dengan rasa malas,ku masukkan kembali ponsel itu ke dalam saku celana ku!
"Keluarlah dulu! Papa akan menemui mu nanti" Ujar papa tiba tiba yang membuatku langsung mendongakkan kepala.
"Tidak pa! radit akan tetap berada di sini menunggu papa sampai selesai" Jawab ku mantap yang membuat papa menatap wajah ku cukup lama!
"Baik lah! Jika kamu tetap memaksa"
"Tetap lah tunggu di sana sampai papa selesai"
Mendengar penuturan papa,membuat ku langsung menautkan ke dua alis milik ku "Kenapa papa bicara begitu? Apa jangan jangan papa tidak mau mendengarkan radit walau radit sudah menunggu sampai 1 jam lama nya" Tanya ku
Terlihat papa menurunkan sedikit kaca mata milik nya lalu tersenyum simpul "Kamu sudah mulai pintar menyimpulkan sesuatu rupa nya"
__ADS_1
"Kepulangan mu dari desa itu,yang secara tiba tiba seperti nya tidak lah terlalu buruk"
"Maksud papa?" tanya ku tak mengerti
"Tidak! Bukan apa apa.Papa hanya memuji perkembangan mu sedikit" Ujar papa
"Saran papa sebaik nya kamu tinggal lah lebih lama di sana,sepertinya itu baik untuk pertumbuhan ot*k mu agar lebih aktif dan lebih bijak lagi dalam berfikir sekaligus menyimpulkan segala hal" sambung papa
Setelah mengatakan itu,papa langsung melapaskan kaca mata nya dan melatakkan nya di atas meja,lalu berlanjut menutup laptop nya!
"Kemarilah! Duduk di sini" Ucap papa yang meminta ku untuk duduk di sebuah kursi yang terletak tepat di hadapan nya dan tanpa berlama lama lagi,aku pun langsung menurut!
"Baik,apa yang ingin kamu bicarakan pada papa?" Ucap papa saat pandangan kami saling bertemu
"Jika ini tentang gadis biasa itu,maaf papa tidak punya waktu untuk itu" Sambung papa
"Tapi memang itu lah yang ingin radit bicarakan pada papa sekarang" sahut ku yang membuat papa langsung membuang wajah nya ke arah lain
"Radit mohon! Dengarkan radit sebentar saja"
"Baiklah! Cepat katakan" jawab papa yang akhirnya setuju dan mau mendengarkan ku
"Letha itu gadis yang baik pa! Selain cantik,dia juga gadis yang sopan"
"Walaupun pendidikan nya hanya sampai sekolah dasar! Tetapi dia sangat pintar!"
"Putus sekolah bukan lah keinginan letha pa! Tetapi keadaan dan ekonomi lah salah satu alasan nya putus sekolah"
"Baik! Kalau memang benar itu adalah alasan gadis itu putus sekolah.Papa bisa memberi sedikit toleransi akan hal itu"
"Lalu sejak kapan gadis itu di tinggal ibu nya?" tanya papa
"Letha tidak mengatakan nya dengan jelas pada radit pa! Tetapi yang radit tau dari orang orang yang tinggal di sekitar rumah nya,ibu nya meninggal saat letha baru lulus sekolah dasar"
"Lalu?" tanya papa
"Radit sangat mencintai juga menyayangi letha pa! Niat radit untuk menikahi nya sudah benar benar mantap!"
"Dan sekarang radit hanya memerlukan persetujuan sekaligus restu dari papa dan mama"
"Jika papa setuju dan mau memberi restu itu pada radit dan juga letha! Maka,10 hari ke depan radit akan membawa papa dan mama untuk bertemu langsung dengan mereka"
"Baiklah!" jawab papa
"Jika kamu tetap bersih keras dan memaksa! Papa akan ikut bersama mu untuk menemui gadis itu dan juga abah nya"
"Tapi ingat!" Ucap papa sambil menunjuk tepat pada wajah ku
"Jika saat papa sudah bertemu dengan gadis itu secara langsung,dan menurut papa gadis itu tetap lah tidak cocok berdampingan dengan mu! Jangan salah kan papa jika papa langsung MENOLAK NYA" Tegas papa dengan menekan kalimat terakhirnya
__ADS_1