Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)

Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)
Bab 13.Sebuah Video


__ADS_3

Cukup lama buk kades duduk diam di atas sofa,dia terus menangis karna hati nya sangat menghawatir kan darman putra nya.


Setelah puas menuangkan sedikit keresahan itu,akhir nya buk kades melirik kembali ponsel putra nya yang sempat ia singkir kan tadi lalu meraih ponsel itu dan berselancar di galery.


Buk kades terus memeriksa dan melihat apa saja yang tersimpan di sana,mulai dari foto,dan album! Tetapi buk kades tak menemukan sesuatu yang aneh di dalam sana.Yang ia temukan hanya lah beberapa foto darman bersama dengan ke dua teman nya yaitu yudi dan dandy!


Setelah puas melihat semua foto dan juga album,kini buk kades berganti melihat di bagian video!


"Kok tidak bisa di buka?" ucap buk kades keheranan


Berulang kali buk kades mengklik klik di folder video itu,tetapi tetap saja tak mau terbuka!


"Dreeet"


Satu getaran membuat buk kades mengerutkan dahi,di layar ponsel itu bertuliskan "silahkan masukkan sandi"


"Mengapa harus pakai kata sandi?" batin buk kades


Mata buk kades kini melirik ke arah pintu kamar,beliau ingin berteriak memanggil suami nya sekaligus menanyakan apa kata sandi nya.


Namun,niat itu langsung di urungkannya! Sebab,ia tau betul bagaimana sikap suami nya jika sudah dalam keadaan marah begitu,maka tak ada harapan mendapatkan sebuah sahutan dari nya!


Dengan ragu ragu,akhirnya buk kades mencoba memasukkan 5 digit angka di sana! Namun ponsel itu kembali bergetar! "sandi yang anda masukkan salah"


Tak mau menyerah begitu saja,kembali buk kades mencoba,tetapi tetap tak bisa! Dan itu membuat nya merasa jengah.


Dengan kasar ia lemparkan ponsel itu ke atas sofa,dan menyandarkan punggung nya di sandaran sofa sekaligus mencoba memejamkan mata nya sambil terus berfikir apa sandi yang di buat oleh darman!


Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka,yang membuat buk kades dengan cepat membuka mata nya dan melihat suami nya yang kini juga ikut menatap nya.


"Ada apa?!" tanya pak kades dengan muka datar


"Apa kau sudah merasa menyesal karna sudah berpihak pada putra mu itu dan menyalahkan orang lain?" tanya pak kades yang membuat ku kades berdecak kesal


"Ibuk tak menemukan sesuatu yang aneh di dalam sana!" sahut buk kades


Pak kedes tampak menaikkan sebelah alis nya,lalu melangkahkan kaki nya mendekat pada buk kades.


"Kemarikan ponsel itu" ucap pak kades sambil mengululurkan tangannya


Dengan raut wajah kesal,dengan terpaksa buk kades memberikan ponsel itu pada pak kades suami nya."Nih!" sunggut nya

__ADS_1


Tak butuh waktu yang lama,pak kades kembali memberikan ponsel itu pada buk kades,tetapi pemberian itu sempat membuat buk kades urung menerima ponsel itu kembali.


"Ini!" ucap pak kades,alih alih menerima dengan baik buk kades malah mengambil ponsel itu dengan kasar yang membuat pak kades membulatkan mata nya.


Seolah tak perduli dengan mimik wajah sang suami,dengan santai buk kades menyecroll semua video video itu sampai bawah! Tanpa mau membuka dan mengecek isi video itu terlebih dulu!


Setelah puas menyecrollnya sampai bawah, kini dengan santainya buk kades kembali menggerakkan jari nya kembali menuju ke video awal!


Hanya perlu satu sentuhan saja video itu langsung terbuka,isi video pertama tak ada yang aneh begitu pun dengan video kedua ke tiga dan seterus nya!


"Bapak mau ngerjain ibuk yah?" Sentak buk kades tiba tiba yang membuat pak kades merasa heran


"Ngerjaain apa si buk?"


"Ya iki to pak,bapak nyuruh ibuk buat ngeliat isi galery di ponsel darman!"


"Mulai dari foto,album sudah ibuk liat semuanya! Tapi tidak ada yang aneh"


"Sebenarnya apa yang ingin bapak tunjukkan sama ibuk?" tanya buk yang tersulut emosi


"Coba liat video nya baik baik buk!" jawab pak kades


"Sudah pak! Sudah ibuk liat!"


"Lihat dulu! Baru protes!" seru pak kades


"Sifat buruk nya kok tidak hilang hilang si buk! Buk! Mulut mu itu loh nyerocos terus kayak bebek"


"Tak jauh beda dengan darman! Anak durhaka itu"


Mendengar apa yang barusan di ucap kan oleh pak kades membuat buk kades bangun dari duduk nya "Opo to pak? Dari tadi bapak terus mengatakan darman anak durhaka! Maksud bapak opo? Hah? Opooo?!"


"Ibuk tidak terima ya pak,anak yang sudah ibuk kandung selama sembilan dan ibuk besarkan dengan susah payah,terus terusan bapak hina"


"Opo to salah darman pak? Sikap anak kita seperti itu karna ulah si letha pak!"


"Darman itu patah hati,karna cinta nya terus di tolak! Harus nya bapak memberikan sedikit pengertian pada darman bukan malah mengina nya terus terusan"


"Apa ibuk bilang? Bapak menghina darman terus terusan?" timpal pak kades


"Sadar buk sadar! Putra mu itu yang selalu menghina kita bahkan tak segan segan memaki kita buk"

__ADS_1


"Apa bapak salah jika menyebut nya dengan anak durhaka dan tak tau diri?"


"Buka mata mu buk! Jangan terlalu naif membela anak berengs*k seperti dia"


"Asal ibuk tau,bapak tidak akan pernah merasa menyesal jika dia tak kembali ke rumah ini selamanya"


"Jika perlu dia mat* saja sekalian di luar sana"


"Dari pada dia terus hidup dan tinggal bersama kita,itu akan semakin membuat kita sengsara dan harus terus menanggung rasa malu atas semua perlakuan buruk nya!"


"Cukup pak cukup!" teriak buk kades yang kini sudah bercucuran dengan air mata


"Ibuk tau bagaimana sikap darman! Ibuk tau kalau sikap nya itu buruk sekali bahkan sudah di bilang di luar batas"


"Tapi tolong,jangan bicara seperti itu pak! Bagimana pun darman itu anak kandung kita,anak kandung bapak,dan darah daging bapak!" teriak buk kades kembali


"Jika bapak sudah tak sanggup menghadapi sikap darman dan bapak juga merasa malu atas semua kelakuan nya"


"Sebaiknya kita berpisah saja,dan biarkan ibuk saja yang akan menjaga dan juga mendidik nya agar darman kembali seperti diri nya yang dulu"


"Ibuk yakin,darman akan berubah pak!"


"Ibuk yakin!"


Pak kades hanya bisa diam dan membisu,ia masih tak percaya setiap kata yang keluar dari mulut istri nya itu! pak kades tak menyangka kalimat "Berpisah" itu lolos dengan mudah dari mulut istri nya tanpa beban sedikit pun.


"Apa ibuk yakin ingin berpisah dengan bapak?" tanya pak kades dengan bibir bergetar namun buk kades malah membuang wajah nya ke arah lain!


Dengan tangan gemetar pak kades kembali meraih ponsel yang terletak di atas meja,dan memutar sebuah video "Lihat ini buk!" pinta pak kades namun buk kades tak mau menoleh


"Lihat ini!" Tekan pak kades dan mengarahkan layar ponsel itu tepat di depan wajah buk kades


"Kau lihat lah sampai selesai jika kau sanggup!" ucap kades sambil menyerahkan ponsel itu


"Bapak tidak sanggup jika harus melihat video kot*r itu lagi"


"Bapak harap setelah ini kau akan sadar dan berhenti membela darman!" ujar pak kades dan berlalu


Beberapa detik kemudian,terdengar lah sebuah suara tangisan pilu yang keluar dari mulut buk kades!


Dengan tatapan seolah masih tak percaya,buk kades terus memutar video itu sebanyak tiga kali,untuk sekedar memastikan bahwa apa yang di lihat nya bukan hanya sebuah ilusi melainkan sebuah video real!

__ADS_1


Yang dimana video itu merekam seorang wanita tanpa memakai bus*na apa pun! Tengah asik melakukan ritwal mandi pagi nya sambil bersenandung pelan!


Tak hanya sampai di situ,buk kades kembali di buat syok saat ia memutar 1 lagi video yang dimana isi dari video tersebut juga merekam sosok wanita yang sama! Dan lagi lagi tanpa memakai bus*na tengah berbaring lemah di atas tanah di sertai dengan suara gelak tawa seorang pria yang sangat familiar di telinganya.


__ADS_2