Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)

Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)
Bab 16.Syarat


__ADS_3

Setelah sepeninggal damar,kini hanya tersisa mereka ber tiga di dalam rumah itu! sebentar mbak tati menatap letha dan kemudian berganti menatap abah.


"Sebenarnya apa yang terjadi bah? Kenapa letha bisa sampai di rasuki oleh sosok itu?"


Abah menghembuskan nafas "Abah juga tidak tau awal mula letha kerasukan tati"


"Saat abah baru kembali dari kebun,tiba tiba saja letha sudah dalam kondisi seperti ini" tambah abah dengan raut wajah sedih dan juga terlihat lelah.


Mendengar penuturan abah,mbak tati hanya mengangguk nganggukkan kepala nya tanda mengerti.


"Begini bah,saya ingin bicara beberapa hal penting pada abah!" ujar mbak tati kembali


Abah menatap mbak tati "Hal penting apa itu tati?" tanya abah


"Huuuuft!"


"Jadi,begini bah! maaf jika apa yang saya ucap kan pada abah nanti akan membuat abah sedikit merasa syok"


"Tetapi memang ini lah yang terjadi pada letha saat ini" terang mbak tati


"Apa itu? Katakan saja pada abah! Insyaallah abah akan mencoba untuk ikhlas dan menerimanya" sahut abah dengan tatapan sedikit gelisah


Cukup lama mbak tati diam,seperti nya saat ini dia sedang mencoba membuat diri nya sedikit merasa tenang!


"Sosok yang merasuki letha,dia sangat lah berbahaya bah!" ucap mbak tati kembali bersuara


"Jika terus di biarkan seperti itu,maka lama kelamaan sosok itu akan mulai menguasai seluruh raga bahkan tubuh letha"


"Dan itu tidak boleh sampai terjadi" terang mbak tati panjang lebar


"Lalu? Apa yang harus abah lakukan sekarang tati? Sungguh,abah tidak paham bagaimana cara nya agar sosok itu berhenti mengganggu letha!"


"Saya paham akan hal itu bah,jika abah mau maka abah harus menunggu mbah narsih"


"Hanya dia lah yang mampu melumpuhkan sosok itu dan benar benar menjauhkan nya dari letha untuk selamanya"


"Selagi menunggu kepulangan nya! ada beberapa hal yang tidak boleh di langgar bah!"

__ADS_1


"Apa itu?" tanya abah ingin tau


"Yang pertama,jangan pernah abah biarkan letha sendirian untuk waktu yang lama,itu akan mengundang sosok itu kembali merasuki tubuh nya"


"Yang ke dua,jangan biarkan pintu kamar letha di biarkan terbuka seperti itu! ada baik nya pintu itu di tutup saja bah"


"Sebab di sana lah tempat paling nyaman untuk sosok itu tinggal! Karna hawa di kamar letha bisa di bilang cukup pengab"


"Dan jangan pernah izinkan letha sedetik pun masuk ke dalam kamar nya apalagi tidur di sana"


"Minta lah pada nya untuk tetap tidur di ruang tamu ini dan hanya boleh beralaskan tikar tipis seperti ini jangan coba coba mengeluarkan kasur nya kemudian mebentangkannya di sini sebagai alas tidur nya"


"Jika salah satu syarat itu di langgar,maka akan semakin sulit melepaskan sosok itu" ucap mbak tati


"Dan ada 1 hal lagi yang ingin saya sampaikan pada abah!" ucap mbak tati lagi


"Katakan saja,abah akan mendengar nya!" sahut abah


"Sebelum itu,tati ingin menanyakan beberapa pertanyaan pada abah! Tati harap abah mau menjawab nya dengan jujur tanpa ada yang di tutup tutupi" ucap mbak tati mewanti wanti abah


"Iya,abah akan menjawab nya dengan jujur" sahut abah sambil mengangguk


"Pertanyaan yang pertama,apakah abah tidak pernah menyadari ada sesuatu yang aneh pada letha saat setelah dia di temukan dan kembali ke rumah" tanya mbak tati yang mulai mengintrogasi abah


"Setau abah,tidak ada yang aneh pada letha! Hanya saja pagi tadi abah sempat mendengar letha seperti tengah berbicara dengan sesorang tetapi abah tidak terlalu yakin"


"Sebab,saat itu abah tengah mengobrol dengan nek mirna" jawab abah


Mbak tati mengangguk "Lalu? Apa yang terjadi setelah nya bah?"


Abah menggeleng "Tidak ada tati!"


"Apakah percakapan antara letha dengan seseorang itu berlangsung lama bah?"


Abah kembali menggeleng "Abah tidak tau,tapi seperti tidak lama! Karna tak lama kemudian mirna berpamitan pada abah katanya ada urusan lain,setelah kepergian mirna abah langsung datang menemui letha di kamar nya" terang abah


"Baik bah,setelah saya mendengar semua jawaban dari abah"

__ADS_1


"Kini saya dapat menarik kesimpulan dengan muncul nya sosok itu" ucap mbak tati dengan pandangan lurus ke arah kamar letha yang masih dalam keadaan terbuka


"Dari apa yang saya lihat dan juga saya rasakan,sepertinya sosok itu sudah sangat lama mengikuti letha bah!"


"Tepat nya pada saat istri abah sekaligus ibu nya letha meninggal dunia 15 tahun yang lalu" jelas mbak tati yang membuat abah sedikit terkejut.


"Bagaimana bisa kau mengetahui kalau ibu nya letha meninggal 15 tahun yang lalu tati?" tanya abah penasaran


Mbak tati tersenyum sambil menatap abah "Saya punya satu anugrah yang bisa menerawang masa lalu bah,tetapi tidak untuk masa depan"


"Tapi yang saya tangkap,sosok itu sebenarnya tidak lah jahat sepenuh nya! Sosok itu memiliki 2 aura,yang pertama aura positif dan yang ke dua adalah aura negatif"


"Tapi,lebih dominan ke aura negatifnya!" jelas mbak tati kembali


"Jujur,sampai detik ini saya juga masih terus bertanya tanya tentang 1 hal bah"


"Dan saya masih belum bisa menyimpulkan dengan pasti,tentang apakah letha putri abah ini memiliki sebuah anugrah seperti saya sejenis mata batin atau lainnya"


"Sebab,kedatangan sosok ini bukanlah satu hal yang kebetulan saja! Dia tak akan datang jika tidak di panggil terlebih dahulu oleh seseorang yang benar benar di sukai oleh nya"


"Sosok ini bukan lah tipe yang asal menempel saja bah,dia hanya menempel pada orang orang yang terpilih saja dalam tanda kutip "Orang beruntung"


"Maksud mu bagaimana tati? Beruntung seperti apa?" tanya abah yang terlihat masih belum mengerti


"Yah,orang beruntung contoh nya almarhuma istri abah yang kini sudah di ambil sang khalik! Dan sekarang abah lihat,sosok itu malah berpindah pada letha dengan sifat agresif dan juga aura negatif nya yang sangat bertolak belakang pada saat sosok itu menempel pada almarhuma ibu nya letha"


"Pesan saya,abah harus terus mengawasi setiap gerak gerik letha mulai sekarang! Jika ada yang aneh sedikit saja maka segeralah taburkan sedikit tanah merah ini di atas kepalanya yang berguna sebagai tangkal"


"Ambil ini bah,dan simpan lah baik baik" ucap mbak tati sambil memberikan kantong metah itu pada abah


"Tapi abah harus tetap ingat pesan pesan saya tadi,jangan sampai di langgar" pesan mbak tati


"Iya,tati abah akan terus mengingat pesan pesan mu! Terimakasih karna kau sudah mau menolong letha" ucap abah sambil menangis haru


"Tidak perlu berterimakasih bah! Karna itu sudah menjadi kewajiban saya untuk saling membantu"


"Baiklah,kalau begitu saya pamit pulang ya bah! Ini sudah malam sekali" pamit mbak tati bangkit dari duduk nya yang di ikuti oleh abah

__ADS_1


"Iya tati,mari saya antarkan sampai depan" tawar abah


__ADS_2