
Tak lama setelah nya,dari dalam rumah abah muncul lah seorang wanita dengan penampilan acak acak kan! pakaian yang di kenakan oleh nya sudah banyak sekali di lumuri darah yang terlihat sudah mulai mengering sebagian.
"Letha..kemari lah ndok! Kau mau pergi kemana?"
Itu suara abah,dia terus memanggil dan meminta letha untuk segera kembali masuk ke dalam rumah! Tetapi,letha malah meraung raung tak jelas.Dia terus menepis tangan abah dengan kasar saat abah menarik tangan nya dan memaksa nya masuk ke dalam.
Kini semua warga sedang dalam keadaan ketakutan,mereka terus berpindah tempat dari tempat satu ke tempat lain untuk mencari tempat yang benar benar aman! Sebab,mereka merasa was was kalau letha tiba tiba mengamuk dan mengejar mereka.Karna hal ini sempat terjadi tadi,saat damar sedang tak ada di sana dan pergi menemui mbah narsih!
Melihat keriuhan itu,mbak tati hanya diam dan tak mau melakukan apa pun! Ia hanya mematung di tempat nya dengan pandangan lurus ke depan.
"Di mana mbah narsi? Kenapa dia belum datang juga?" Seru seorang pria
"Entah lah! Aku juga tidak tau kapan mbah narsih datang" sahut pria lainnnya
Damar yang mendengar itu dengan cepat langsung memanggil mbak tati yang masih tetap mematung dan meminta pada nya untuk segera berbuat sesuatu.
"Mbak tati!" panggil damar
"Cepat lah mbak! Kasihan letha dan juga abah di sana"
"Abah seperti nya sudah sangat kewalahan menghadapi letha"
"Damar mohon,cepat lah bertindak mbak!"
Damar terus saja memohon pada mbak tati,tetapi mbak tati hanya diam dan malah memejamkan mata nya lalu mulut nya terus berkomat kamit seperti sedang membaca sesuatu!
"Heeeeei kau kemarilah" teriak mbak tati yang kini sudah membuka mata nya,dan teriakan itu berhasil mengalihkan pandangan letha dan menatap ke arah mbak tati.
"Kemarilah!" pinta mbak tati lagi
Bukan nya datang letha malah terlihat mengacuhkan panggilan itu,dia kembali meraung raung tak jelas!
Mbak tati yang melihat itu dengan cepat langsung bertindak! Sebab panggilan dari nya tak berhasil menarik perhatian letha untuk datang pada nya!
Kemudian mbak tati menghirup nafas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar "Seperti nya aku memang harus melakukan ini pada mu!" lirih nya sambil membuka tutup kota kayu bewarna coklak yang sempat di bawa nya dan kemudian mengeluarkan sebuah kantong bewarna merah yang entah apa isi nya.
Sedetik kemudian,tanpa ada tetselip rasa ragu sedikit pun! Mbak tati berjalan cepat ke arah letha yang kebetulan saat itu sedang dalam posisi merangkak di tanah membelakangi mbak tati.
Saat jarak antara mbak tati dan juga letha hanya tersisa 3 langkah lagi,dengan cepat mbak tati membuka bungkusan kantong merah itu dan memasukkan tangannya kedalam.
__ADS_1
"Hei kaaau!" seru mbak tati memanggil letha yang membuat letha membalikkan tubuh nya dan menatap mbak tati dengan sangat tajam
"Cepat keluar lah dari tubuh wanita ini,sebelum aku benar benar mengeluarkan mu secara paksa dari sana! Dan kau akan merasa kan rasa sakit yang sangat luar biasa"
"Aaaargh!! kaaauuuu....."erang letha
"Keluar lah" pinta mbak tati lagi,tapi sosok itu tetap tak mau keluar.
"Baiklah jika kau memaksa,dengan terpaksa aku sendiri lah yang akan mengeluarkan mu dari dalam sana!" Ujar mbak tati yang kini sudah mengeluarkan tangan nya dari kantong itu dan seperti mengenggam sesuatu.
"Kau lihat ini" tunjuk mbak tati memperlihatkan tangannya yang mengepal sempurna
"Jika tanah merah ini ku lemparkan tepat di atas kepala mu,detik itu juga kau pasti akan sangat merasa tersiksa!" sambung mbak tati
Bukan nya merasa takut atau apa,sosok itu malah tertawa sangat keras!
"Hahahahaha"
"Aku tidak takut!" teriak nya dengan mata Merah menyala
"Aku dan wanita ini telah menjadi satu! Kekuatan mu tak akan pernah bisa mampu membuat ku lepas dari nya" lirih nya
"Rasakan ini!" seru mbak tati
Bersamaan dengan itu,terdengarlah suara teriakan,jeritan,serta rintihan yang keluar dari mulut letha! Dan itu adalah sebuah pertanda kalau tanah merah itu sangatlah benar benar ampuh untuk melumpuhkan sosok itu.
"Bruuuugh!"
Tubuh letha kini ambruk ke tanah,nafas nya memburu sepertinya dia sudah sangat kelelahan!
"Cepat angkat dan bawa dia masuk ke dalam" pinta mbak tati,tapi tak ada satu pun orang yang berani datang mendekat.
"Cepat lah! Kalian tak perlu takut,sosok yang merasuki tubuh letha kini sudah berhasil aku keluarkan" ujar mbak tati kembali
Meski sempat saling berpandangan dan saling undur unduran satu sama lain! Akhir nya mereka memberanikan diri untuk mendekati tubuh letha yang kini sudah tergeletak di tanah lalu dengan cepat membopong tubuh lemah itu masuk ke dalam rumah,yang di ikuti oleh abah,mbak tati,dan juga damar!
"Tidak! Jangan masuk kedalam sana!" cegah mbak tati
"Baringkan saja tubuh nya di sini" Lanjut mbak tati
__ADS_1
"Kenapa tidak di dalam kamar saja mbak?" tanya salah satu di antara mereka sambil membaringkan tubuh letha di ruang tamu secara perlahan dan juga hati hati,di atas sebuah tikar tipis yang memang sudah terbentang!
"Tidak apa apa! sekarang kalian pergilah dan segera masuk ke dalam rumah masing masing" pinta mbak tati
"Terimakasih karna sudah mau membantu" ujr mbak tati lagi
"Sama sama mbak! kalau begitu kami semua pulang ya!" pamit mereka
"Mari bah,mas damar!"
"Tunggu!" cegah mbak tati kembali membuat mereka menghentikan langkah
"Ada apa mbak?"
"Jangan lupa membersihkan diri,sebagai syarat!"
"Baik mbak" jawab mereka bersamaan
Setelah kepergian mereka,kini giliran damar pula yang di perintahkan oleh mbak tati untuk kembali ke rumah nya tetapi damar menolak nya mentah mentah!
"Biarkan damar tetap berada di sini mbak" mohon damar pada mbak tati
"Tidak bisa damar! Kau memang harus pulang sekarang dan bersihkan tubuh mu sebagai syarat!"
"Harus mbak? Tapi damar tidak ikut membopong tubuh letha"
Mbak tati mengangguk "Benar! Hanya saja.....
"Coba kau lihat tangan mu,ada darah yang menempel sedikit di sana! Dan kau harus segera membersihkannya"
"Tapi bagaimana mungkin?" ucap damar tak percaya
"Tidak perlu panik seperti itu,kau sendiri lah yang tak sengaja menyentuh pakaian letha tadi, hanya saja kau tak menyadari itu" potong mbak tati cepat
"Cepat lah bersihkan diri mu damar! jika kau tidak mau sosok itu berbalik mendatangi diri mu"
"I-iya mbak! Kalau begitu damar permisi pulang ya"
"Assalamualaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalam" sahut abah dan mbak tati bersamaan