Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)

Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)
Bab 12.Kerasukan


__ADS_3

"Astaga ndok? Ada apa dengan mu?! Kenapa di mulut mu banyak sekali darah?" Panik abah dengan kondisi tubuh gemetar


Bagaimana tidak? Baru saja sampai,niat hati ingin menemui putri nya! Abah malah di suguhkan dengan pemandangan yang sangat kacau seperti ini.


Belum lagi dengan kondisi letha yang sangat acak acak kan! Rambut nya berantakan,pakaian yang ia kenakan juga sudah berlumuran darah segar.


"Dan apa yang sedang kau makan itu ndok?" tanya abah kembali,saat kedua nerta abah melihat dengan jelas letha tengah seperti menggigit sesuatu,yang terlihat seperti ayam utuh! Alias mentah.


Letha tersenyum dengan memamerkan gigi gigi yang kini sudah bewarna merah akibat darah darah yang juga ikut di makan nya.


"Abah mau?" tawar nya dan ingin memberikan ayam yang daging nya tinggal setengah itu pada abah nya.


Abah yang melihat itu,mendadak menjadi lemas! Tubuh nya mulai lunglai dan untung nya dengan cepat abah langsung berpegang pada gagang pintu.


"Istighfar ndok! Istighfar!" Pintah abah


"Tidak mau!" tolak letha sambil memanyunkan bibir nya persis seperti anak kecil yang sedang cemberut


"Aku sangat lapar! Jadi jangan ganggu aku" Sentak nya tiba tiba dengan muka garang membuat abah mengelus dada


"Sadar ndok! Kau telah di rasuki oleh ibl*s jahat,kendalikan diri mu"


Letha mengerang dan menatap abah dengan tatapan penuh amarah "Dia tidak jahat! Dia adalah teman ku sekarang!"


"Dan sekarang kami telah berbagi tubuh dan juga ragaaaa"


"Hahahahahaa"


"Hahahahaha"


"Apa abah keberatan dengan itu?" tanya letha di sela sela tawa nya


"Jawaaaab!" Teriak nya dengan suara menggelegar saat dia tak kunjung mendapatkan jawaban dari abah


Abah menggelengkan kepala nya berulang kali "Tidak letha! Kau harus sadar ndok,jangan biarkan makhluk itu menguasai diri mu"


"Letha! Lihat abah" Tekan abah yang kini sudah mulai berani mendekati letha yang masih dalam keadaan kesurupan sambil menangkup wajah letha dengan ke dua tangan milik nya.


"Lihat abah letha" paksa abah kembali saat letha masih enggan menatap mata nya


"Ini abah ndok! Kau harus sadar! Lihat abah" teriak abah yang kini berganti memegang kedua bahu letha sambil terus mengguncang nya.


"Aaaargh! Lepaskan aku" erang nya sambil menepis kasar tangan abah


"Dia milik ku!"


"Dia milik ku! Hanya milik ku" teriak letha menggelegar


Dan akibat dari teriakannya itu,sontak hampir semua warga desa langsung keluar dari dalam rumah dan datang beruntun menuju rumah abah untuk sekedar memastikan apa yang terjadi sebenarnya.

__ADS_1


"Aku sangat sayang pada nya" Lirih nya


"Sudah sangat lama aku menginginkan tubuh ini" lanjut nya dengan senyum menyeramkan sambil memainkan rambut milik letha.


Beberapa warga yang berdiri di barisan paling depan,langsung bergidik ngeri melihat kelakuan letha yang sangat menyeramkan.


"Si letha kenapa lagi itu ya buk? baru kemarin di perkaos dan sekarang malah kesurupan" ucap seorang wanita yang umur nya tak jauh beda dengan letha


"Ibuk juga gak tau ndok! Seperti nya letha lagi kena si*l"


"Huuush! Gak boleh gitu ngomong nya gak baik,kalau abah dengar bagaimana?" timpal ibu ibu lain nya


Abah yang menyadari dengan datang nya banyak sekali warga desa yang sedang berkumpul di halaman rumah nya,sontak langsung berlari kecil ke arah luar rumah nya dan langsung meminta bantuan pada warga desa untuk segera menyadarkan letha kembali.


"Bapak bapak,ibuk ibuk! Saya minta tolong bantu saya untuk menyadarkan letha putri saya"


"Tolong sadarkan putri saya pak,buk! Kasihan letha" ucap abah memohon dengan air mata yang berurai namun,tak ada satu pun warga desa yang menyahut ataupun berinisiatif menjawab perkataan dari abah.


Semua warga malah saling berpandangan satu sama lain,tanpa melakukan apa pun! Hal itu semakin membuat perasaan abah tak karuan sebab tak kunjung mendapat bantuan dari sebegitu banyak nya warga yang berkumpul.


"Baiklah!" Ujar abah


"Baik,jika kalian tidak mau,atau pun tidak mampu membantu saya menyadarkan letha!"


"Tidak apa apa!" lanjut abah dengan suara yang bergetar


"Tapi tolong.....


"Baik bah,biar saya yang memanggil nya!" sahut damar yang berdiri di barisan paling belakang


"Abah tenang lah! Saya akan membawa mbah narsih secepat nya"


"Iya nak damar! Pergi lah" sahut abah yang mulai merasa legah,sebab masih ada seseorang yang mau membantu nya.


Setelah itu,abah memutuskan untuk kembali lagi ke dalam rumah untuk melihat kondisi letha.


Abah kembali di buat syok atas apa yang di lakukan putri nya sekarang,kalian ingin tau apa yang sedang di lakukan letha saat itu?


Dia sekarang tengah dalam posisi seperti orang merangkak dengan lidah yang terjulur ke lantai sambil menjilat suatu cairan bewarna merah pekat.Yang tak lain dan tak bukan adalah darah ayam!


Abah yang melihat itu langsung berteriak histeris dan berusaha menarik tubuh letha dan meminta nya untuk berhenti menj*lat darah itu dan menjauh dari sana.


"Jangan seperti itu ndok! Sudah cukup"


"Segeralah sadar ndok!"


"Lepaskan aku!" erang letha dengan kondisi mata memerah


"Aku lapaaaar!"

__ADS_1


"Sudah lama aku tidak menyantap makanan seenak ini" ujar nya sambil tersenyum dengan memimiringkan sedikit kepala nya dan ingin bersiap siap menjilat darah itu kembali.


"Tidak letha" tolak abah cepat sambil terus manarik tubuh letha dengan sekuat tenaga dan terus menyeret tubuh itu hingga hampir ke depan pintu tanpa mengiraukan rintihan yang keluar dari mulut putrinya itu.


Sementara itu,pak kades dan buk kades masih berdebat cukup sengit di rumah nya yang terus membahas darman putra nya tanpa tau kejadian dan kericuhan apa yang sedang terjadi luar sana.Yang melibat kan banyak sekali warga warga nya!


"Sudah lah pak! Ini juga kesalahan mu"


"Kalau saja bapak tidak memperlakukan darman terlalu tegas seperti itu dan mengurung nya di dalam kamar sejak kemarin malam"


"Mungkin anak kita masih ada di rumah sampai sekarang dan tidak akan pernah nekat untuk kabur dari rumah!"


"Jadi,stop nyalahin ibuk terus pak!" seru buk kades dengan dada naik turun menahan rasa sesak,sebab dari tadi suami nya terus saja menyalahkan sekaligus memojokkan dirinya tanpa mau mendengar penjelasan dari mulut nya.


"Aaaaaaaaah!"


"Kau dan anak durhaka itu sama saja buk!" geram pak kades


"Ini akibat dari ulah mu sendiri,yang terus saja memanjakan nya bak seorang pangeran"


"Sekarang lihat lah!"


"Lihat apa yang terjadi pada putra mu itu?"


"Dia hanya menjadi anak pembangkang dan tidak punya budi,etika,tatakrama,dan sikap yang baik"


"Jangan salah kan aku,jika aku terus menyalah kan mu atas semua yang terjadi pada darman" ucap pak kades panjang lebar mengeluarkan semua uneg uneg yang selama ia pendam sendri karna pak kades tidak ingin menyakiti perasaan istri nya itu.


"Tidak pak!" tolak buk kades tak terima


"Ini semua karna letha pak! Ini semua karna dia"


"Apa bapak tidak pernah terpikir walau sedikit saja tentang itu?"


"Perubahan sikap anak kita berubah 90 derajat akibat letha anak abah ramdan itu paaak!" pekik buk kades


"Plaaaak"


Satu tamparan keras dengan cepat langsung mendarat di pipi kiri buk kades "Kau jangan bicara seenaknya buk! Jangan salahkan orang lain atas sikap buruk anak mu"


"Apa kau masih belum sadar juga apa yang sudah di lakukan putra mu itu pada letha?"


"Jika aku mau,aku akan mengatakan nya pada abah dan seluruh warga desa sekarang tentang kelakuan bej*t anak mu" teriak pak kades dengan nafas memburu


"Kau lihat ini! Lihaaaat" sambung pak kades sambil melemparkan sebuah ponsel android milik darman.


"Apa ini pak? Kenapa bapak malah melemparkan ponsel darman pada ibuk?" tanya buk kades tak mengerti


"Cepat buka ponsel itu,dan lihat baik baik,apa isi dari galery ponsel milik nya"

__ADS_1


"Setelah melihat nya kau akan sadar! Dan berhenti membela sikap bej*t anak mu itu" ujar pak kades yang kemudian berlalu masuk ke dalam kamar dan meninggalkan buk kades sendirian di sana.


__ADS_2