
"Deg!"
Jantung ku seperti berhenti berdetak saat mendengar ucapan terakhir dari papa.Niat hati ingin menceritakan yang sejujur nya tetapi hati ku malah urung dan memilih untuk tidak menceritakan hal ini pada papa!
Aku tak memiliki cukup keberanian untuk menceritakan apa yang sebenarnya menimpa letha beberapa hari yang lalu,jika aku nekat menceritakan hal ini pada papa! mungkin papa akan marah besar pada ku dan akan menolak datang menemui letha.
"Ada apa dit? Kenapa wajah mu tiba tiba berubah begitu?"
"Apa yang sedang kamu pikirkan?"
Aku menggeleng cepat "Tidak ada pa!"
"Baiklah kalau begitu,pergi dan minta pada mama mu untuk membuat kan segelas kopi dan antarkan ke ruangan papa langsung.Tanpa menyuruh art yang lain"
"Katakan juga pada mama,papa ingin bicara sebentar" sambung papa
Lagi lagi aku hanya bisa mengangguk,dan melenggang pergi dari ruangan papa dengan perasaan yang tak karuan!
Sekarang tujuan ku ke dapur,untuk menemui mama dan meminta nya membuat kan kopi untuk papa! Namun saat langkah ku telah sampai di dapur.Ke dua netra ku tak lagi dapat melihat keberadaan mama di sini! Kemana mama pergi? apa mama sedang di dalam kamar?
"Mbak!" panggil ku pada mbak erna yang sedang berjongkok di lantai sekaligus membersihkan pecahan beling.
Mbak erna mendongakkan kepala nya kemudian bangkit "Ada apa den?" tanya nya
"Mama pergi kemana mbak?" tanya ku
Mbak erna tampak bingung dan pandangannya terus mengitari hampir ke seluruh bagian lantai dasar rumah ini "Tidak tau den,soal nya saat mbak balik lagi ke sini nyonya sudah tidak ada" jawab nya
Aku mengangguk lesu "Yasudah kalau begitu"
"Apa itu masih belum selesai juga mbak?" tanya ku lagi sambil menunjuk ke arah lantai
"Belum den! Soal nya masih ada lagi serpihan serpihan kecil nya,mbak takut nyonya akan marah kalau tidak benar benar bersih" Ujar nya
"Yasudah,mbak selesaikan saja dulu! kalau sudah,tolong buatkan kopi untuk papa dan letakkan saja di atas meja makan ini." pinta ku membuat mbak erna menautkan kedua alis milik nya
"kenapa tidak langsung di antarkan saja den?"
Aku menggeleng pelan "Biarkan saja mbak,biar mama saja yang mengantarnya ke ruangan papa" jelas ku yang membuat mbak erna menganggukkan kepala tanda mengerti
"Lanjutkan lah mbak,saya mau mencari mama dulu" pamit ku dan kemudian melenggang pergi dari dapur.
Aku terus melangkah menuju lantai 2 dengan menaiki anak tangga menuju kamar mama! aku harap mama benar benar ada di dalam kamar nya.
"Tok"
"Tok"
"Tok"
"Maaa" panggil ku tapi tak ada sahutan
"Cklek"
"Tumben tidak di kunci?" batin ku
__ADS_1
"Maaaa?" panggil ku lagi,namun kali ini ku masukkan sedikit kepala ku untuk melihat ke dalam.
"Bruk"
Ku tutup kembali pintu itu,sebab aku tak menemukan mama di dalam sana! Entah kemana pergi nya mama sekarang.
Masih belum menyerah,kembali ku langkah kan kaki ini untuk mengitari seluruh bagian lantai 2 ini.Mulai dari ruang keluarga,kamar tamu,bahkan balkon sekalipun tetap saja aku masih belum menemukan mama.
"Aaaargh!" erang ku sangat kesal
"Entah di mana mama saat ini? Tak biasa nya hilang hilangan begini!" batin ku
"Maaaaa!"
"Mamaaaa!"
Tak henti henti nya aku memanggil mama sedari tadi,tetapi tak juga membuahkan hasil apa pun! Jangan kan batang hidung nya aroma mama saja tidak bisa terhirup oleh indra penciuman ku.
Karna sudah merasa lelah di tambah lagi dengan kesabaran ku yang sudah mulai habis,dengan langkah cepat aku kembali turun ke lantai dasar.Dan memutuskan untuk mencari mama di luar rumah!
"Sudah ketemu den?" tanya mbak erna
"Belum mbak!" sahut ku seada nya tanpa berhenti melangkah
Ku sipitkan mata ini,saat ke dua netra ku menangkap ada dua orang wanita yang sedang berdiri sambil mengobrol di depan gerbang! Dan bisa ku pasti kan bahwa salah satu dari mereka adalah mama.
"Maaaa!" seru ku dari depan pintu utama yang membuat ke dua nya menoleh secara bersamaan.
"Yaaaaa!" sahut mama
Akhirnya aku bisa sedikit bernafas lega,sebab aku telah berhasil menemukan mama! Meski,harus menahan rasa kesal bahkan amarah yang serasa ingin meledak ledak di dalam hati.
Ku tatap mama sebentar lalu berganti menatap ke seorang wanita dengan tinggi semampai! yang hanya memakai dresh polos bewarna putih tulang di atas lutut yang kini berdiri tegak tepat di samping mama sambil melemparkan sebuah senyuman manis pada ku.
"olivia! Mau apa lagi dia datang kemari?" batin ku
"Ada apa dit? kenapa kamu manggil mama?" tanya mama lagi yang membuat ku tersadar dan melepaskan pandangan ku dari olivia.
"Papa ingin di buatkan kopi dan meminta mama mengantarkan nya langsung ke ruangan nya" sahut ku
"Dan papa juga ingin bicara sebentar dengan mama!" sambung ku sambil menatap risih ke arah olivia yang masih saja tersenyum manis pada ku! Padahal aku sudah membalas senyuman itu dengan sebuah anggukan tulus sejak tadi!
"Baik kalau begitu,kamu temani dulu oliv dan mengobrol lah dengan nya!"
"Kata nya dia kangen sama kamu dit!" sambung mama dengan senyuman bahagia sambil menatap wajah olivia dengan penuh kagum!
"mama selalu saja seperti ini! Kapan mama bisa memahami aku? Sudah berulang kali ku katakan bahwa aku tak menyukai olivia sedikit pun!"
"Maaf ma! Radit ingin istirahat!"
"Radit capek!" sahut ku yang membuat kedua nya menatap wajah ku secara bersamaan.
"Apa apaan kamu dit? istirahatnya kan bisa nanti!" protes mama
"Temani dulu oliv! Dia sudah datang jauh jauh kamu malah cuek begitu" tambah mama yang membuat wanita itu mengerucutkan bibir nya! Dan membuatku sedikit jengah
__ADS_1
"Mama saja yang temeni!" sahut ku
"Mama kan tau,radit ini sudah punya alletha ma! harus nya mama ngertiin radit dong!"
"Alletha siapa ya tante?" ucap oliv dengan raut wajah tak enak di lihat
Mama menatap ku sebentar "Bukan siapa siapa! Dia itu teman nya radit waktu radit pergi ke desa itu" terang mama
"Beneran cuma teman kan tante? Tante gak bohongin oliv kan?" tanya oliv dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca yang kemudian membuat mama menatap tajam ke arah ku!
"Ck! Dasar cengeng!" lirih ku
"Radiiiit!" tekan mama
"Masuk lah dulu ke dalam ma! Radit ingin bicara hal penting pada mama" ajak ku
"Dan kamu oliv! masuk lah juga ke dalam dan tunggu di ruang tamu aku akan menemui mu nanti" tambah ku yang membuat wanita itu mengangguk kan kepala dengan sangat antusias!
Setelah kedua nya setuju dan masuk ke dalam! dengan segera aku langsung mengajak mama menuju belakang rumah,dan meminta pada mama untuk membiarkan oliv tetap berada di ruang tamu!
"Ada apa dit?" tanya mama saat kami sudah berada di belakang rumah
"Radit ingin meminta bantuan pada mama! Radit harap mama mau mengerti radit untuk sekali ini saja!"
"Apa itu?" tanya mama penasaran
"Ini tentang pembicaraan kita tadi malam ma!
"Tentang letha!"
"Radit harap mama tetap merahasiakan nya dari papa"
"Radit mohon ma!" ucap ku sambil memegang erat ke dua tangan mama "Berikan sedikit pengertian mama pada radit"
"Biarkan ini menjadi rahasia di antara radit dan juga mama! Radit sangat mencintai letha ma! Radit tidak mau melihat masa depan nya hancur"
Perlahan mama melepaskan tangannya dari genggaman ku "Apa kamu sadar kalau apa yang kamu katakan dan minta pada mama itu adalah salah dit?" tanya mama dengan wajah datar
"Bagaimana bisa kamu memulai sebuah hubungan serius dan mendapatkan restu dengan cara berbohong dan menyembunyikan sesuatu yang sangat besar ini pada papa mu?"
"Begitu kah cara mu untuk mendapatkan persetujuan dan juga restu?"
"Begitu kah?" tekan mama
"Maaaa....maksud radit bukan begitu" elak ku
"Radit cuma ingin menikahi letha ma!" terang ku
"Lalu? Bagaimana dengan diri mu dan juga ke dua orang tua mu?"
"Apa kamu siap menanggung rasa malu jika suatu saat nanti semua nya akan terbongkar?"
"Apa kamu sanggup melihat mama dan papa mu juga harus menanggung rasa malu itu? Yang bahkan itu bukan lah kesalahan mu?"
"Gadis itu sudah kehilangan kesucian nya radit! apa kamu tidak bisa mencari gadis lain yang lebih baik?"
__ADS_1
"Kamu terus bersih keras ingin menyelamatkan masa depan nya! Tapi tidak untuk masa depan mu"
"Mama kecewa sama kamu dit! Mama kecewa" ujar mama yang langsung pergi meninggalkan ku