Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)

Dendam Sang Bunga Desa (ALLETHA)
Bab 11.Hal tak terduga


__ADS_3

"Kau tidak boleh egois seperti itu man! Apa kau tidak merasa kasian pada ibuk mu?" Tanya damar


"Hei damar!" seru darman dengan wajah merah padam


"Kau tidak usah ikut campur dengan urusan pribadi ku!" sunggut darman kesal


"Aku tidak bermasud untuk ikut campur darman! Aku hanya ingin mengajak mu pulang"


"Jika bapak mu tau kau kabur dari rumah,pasti bapak mu akan marah besar"


"Dan ibuk mu lah yang akan jadi sasaran kemarahan bapak mu"


Damar terus berusaha membujuk darman dengan kata kata nya,tetapi nihil! Usaha nya hanya berujung sia sia.Darman malah berbalik mem*ki diri nya dan tetap kekeh menolak untuk pulang ke rumah.


"Sebaik nya kau kembali saja ke rumah mu! Jika ibuk ku bertanya katakan saja pada nya,bahwa kau tidak berhasil menemukan ku" ucap darman dan pergi berlalu begitu saja.


"Darmaaan! Kembali lah,kasihan ibuk mu"


"Darman!"


"Aku tidak peduli" sahut darman acuh dan terus saja berjalan tanpa memikirkan perasaan ibuk nya sendiri.


"Haaaaah.....!" terdengar sebuah helaan nafas panjang dari mulut damar


Dengan mengantongi rasa bersalah, damar berbalik arah dan kembali lagi berjalan ke perkampungan untuk menemui buk kades kembali tanpa membawa darman bersama nya.


Saat damar baru saja sampai di rumah pertama milik warga desa,tampak lah buk kades yang memang sedang menunggu nya sedari tadi langsung bangkit dan datang menemui nya sambil berlari kecil.


"Dimana darman? Kenapa dia tidak ada bersama mu mar?" tanya buk kades dengan raut wajah khawatir


"Saya sudah mencoba untuk mengajak nya pulang bersama saya buk kades"


"Tetapi dia menolak" terang damar yang membuat buk kades semakin terlihat kebingungan.


"Ya allah gusti,darman! Kenapa kau selalu bersikap kekanak kanakan begitu si lee?" Keluh buk kades


"Ada apa ini buk kades?" tanya nek mirna yang tiba tiba datang menghampiri mereka berdua,saat setelah nek mirna menyadari kegelisahan yang tampak dari wajah buk kades.


"Darman kabur dari rumah nek!" jawab buk kades yang membuat nek mirna geleng geleng kepala


"Astaghfirullah,memang nya apa yang sudah terjadi sebelum nya buk kades?"


"Sampai sampai darman kabur dari rumah seperti itu?" tanya nek mirna ingin tau


Buk kades tampak bingung harus menjawab apa,jika ia mengatakan alasan yang sebenar nya maka darman akan bertambah marah jika ia tau kalau ibu nya sudah dengan tega menyebar aib anak nya sendiri.Dan bisa bisa darman tidak akan kembali lagi ke rumah.

__ADS_1


Darman itu memiliki sifat yang sangat keras kepala,persis seperti bapak nya! Jika dia sudah marah atau merajuk akan sangat sulit untuk membujuk nya!


Selain itu juga,darman memiliki sikap dan prilaku yang buruk! Semakin hari dia semakin berani membantah bahkan mencecar orang tua nya sendiri dengan kata kata kasar!


Bukan tidak sering di ingatkan,tetapi kedua orang tua nya sudah merasa muak dan hampir jengah kalau terus menerus memarahi dan menghukum nya! Tetapi darman tidak juga merasa jerah.


"Tidak ada alasan yang besar nek!" akhir nya buk kades bersuara


"Darman hanya merasa kesal,dan tak terima karna di marahi oleh bapak nya" lanjut buk kades dan mendapat sebuah anggukan oleh nek mirna


"Baiklah,kalau begitu saya pamit pulang dulu ya damar! Nek mirna"


"Terimakasih karna kau sudah mau membantu saya" ucap buk kades pada damar


"Iya buk! Sama sama" sahut damar dengan senyuman


"Permisi" pamit buk kades dan buru buru mengakhiri interaksi antara diri nya dan nek mirna.


"Iya buk kades" jawab mereka berbarengan


Setelah buk kades pergi,tak lama kemudian nek mirna juga ikut pergi dan kembali ke rumah nya sebab hari sudah hampir memasuki waktu magrib.


Sedangkan damar memilih untuk duduk di teras rumah nya,sambil menunggu waktu magrib tiba! Karna sudah menjadi rutinitas nya sehari hari yaitu beribadah di musollah.


"Abah!" sapa damar saat abah ramdan lewat tepat di depan rumah nya.


"Iya nak damar! Ada apa?" sahut abah kemudian meletakkan cangkul itu di tanah


"Tidak ada apa apa bah! Saya hanya ingin memberi tahukan sesuatu pada abah" ucap damar yang kini datang mendekat


"Memberitahukan soal apa mar?" tanya abah ingin tau


"Soal darman bah" Bisik damar


"Darman? Kenapa? Apakah dia datang menemui letha tadi?" tanya abah terlihat panik sambil terus melihat ke arah rumah nya yang mungkin saja,saat ini abah sedang mencemaskan alletha putri nya yang memang sedang sendirian di rumah sekarang ini!


"Tidak bah, bukan itu" Tolak damar cepat


"Darman kabur dari rumah!" sambung damar yang membuat abah terkejut


"Sebenar nya saya sudah berhasil menemukan nya tadi di kebun abah! Tapi,saat saya mengajak nya pulang darman menolak"


"Lalu pergi begitu saja!" jelas damar panjang lebar


Abah terdiam sebentar "Lalu? Apakah pak kades tau tentang ini?" tanya abah serius

__ADS_1


"Tau tentang apa bah?!" terdengar suara sahutan dari arah belakang


"Apa yang sedang kalian bicarakan?"


Yah,itu adalah pak kades! Seperti nya tugas nya di balai desa memang sudah selesai.


"Darman kabur pak kades" jawab damar takut takut


"Apa?! Kabur?" ujar pak kades tak percaya


"Memang anak kur*ng aj*r si darman itu! Padahal sudah saya kurung dia di dalam kamar nya ,bagaimana dia bisa kabur!"


Melihat pak kades yang mulai tersulut amarah,dengan cepat abah langsung mencoba menenangkan pak kades.


"Sabar pak! Jangan cepat tersulut emosi begitu"


"Saya yakin,darman pasti akan kembali ke rumah sebentar lagi"


"Bukan begitu bah" sahut pak kades berusaha menahan emosi nya


"Saya hanya takut,darman nekat untuk menemui letha! Abah kan tau bagaimana darman!"


"Dia itu sangat keras kepala sekaligus nekatan"


"Yasudah,kalau gitu saya kembali dulu ke rumah"


"Assalamualaikum" pamit pak kades


"Waalaikumsalam pak kades" sahut abah dan damar bersamaan


"Baiklah! Damar,kalau begitu abah pamit pulang juga"


"Kasihan letha,pasti sudah menunggu abah pulang sejak tadi" ucap abah


Damar mengangguk "Baik bah!"


Abah pun kembali melanjutkan langkah yang sempat terhenti tadi dan berjalan menuju rumah!


Saat abah telah berdiri tepat di depan pintu,abah seperti mendengar suara gaduh di dalam rumah nya! dengan rasa panik yang luar biasa dengan cepat abah langsung memasukkan kunci itu lalu membuka nya dengan cepat!


Saat pintu sudah terbuka lebar,betapa terkejut nya abah saat melihat ke seluruh bagian ruang tamu,hingga dapur nya dalam keadaan kacau balau.


Semua barang barang berantakan di lantai tak tentu arah! Bahkan,beberapa pecahan beling juga tergeletak di lantai.


"Abah sudah pulang yah?!" tanya letha dengan suara lirih sambil berjalan dari arah dapur dengan kondisi yang sudah tak karuan! dan tampak pula letha mengusap suatu cairan bewarna mer*h pekat seperti darah yang berada di sekitar mulut nya.

__ADS_1


__ADS_2