
"Assalamualaikum" Sapa mela mengucapkan salam
"Waalaikumsalam nak mela! Masuk lah" Sahut abah yang kini tengah duduk di samping letha
"Abah pergi lah! Biar mela yang menjaga kak letha di sini" Ujar mela yang juga ikut beringsut duduk
"Yasudah,abah pergi dulu ya nak mela! Jika terjadi sesuatu pada letha segera panggil abah ya" Pesan abah
"Baik bah" Angguk mela
Setelah kepergian abah,mela terus mengamati wajah letha dengan kondisi mata terpejam dan masih tertidur pulas! Bibir milik nya kini sangat pucat,mata nya juga agak sembab.Apa kak letha sempat menangis tadi? Tebak mela dalam hati
Dengan usapan lembut mela mulai menyapu perlahan ke dua kelopak mata milik letha yang masih dalam posisi tertutup,Mata itu terasa sangat hangat.Dan sedetik kemudian tubuh letha mulai menggeliat.
"Kak letha?" Desis mela
"Kak letha sudah bangun?" tanya nya kembali tetapi letha tak menjawab apa pun.
Perlahan namun pasti,letha mulai membuka ke dua nya secara perlahan.
"Awwww!" ringis letha dengan memegang sebagian kepala milik nya tepat di saat mata nya terbuka sempurna
Mela yang melihat itu langsung bertanya "Kenapa kak? Apa kepala kakak pusing?!"
Tampak letha menutup mata nya kembali,kemudian mengangguk samar "Kepala kak letha sakit sekali mel" Rintih nya dengan suara yang sangat kecil hingga hampir tak terdengar.
"Kak letha mau minum obat?" Tawar mela
Letha menggeleng "Tidaaak!" Desis nya
"Lalu? Kak letha mau apa?" Tanya mela lagi
Sekali lagi letha tak menjawab pertanyaan dari mela,mela terus menatap wajah letha dengan seksama! Mata itu tertutup kembali,dan terdengar pula suara tarikan serta hembusan nafas letha yang memburu.
Bersamaan dengan itu juga,keluar lah butiran demi butiran bening dari kening letha lalu menetes dengan teratur hingga menuju leher jenjang milik nya!
Mela yang melihat itu tak mau tinggal diam,dengan segera mela bangkit dari duduk nya kemudian berjalan ke arah kamar abah yang di mana pada dinding kamar nya tergantung beberapa sapu tangan dan juga handuk kecil.
Tanpa tau mana yang kotor atau bersih,dengan asal mela menyambar sebuah sapu tangan bewarna merah terang lalu kembali lagi ke tempat awal nya.
Dengan perlahan dan juga hati hati mela menempelkan sapu tangan itu pada wajah letha,lalu menggerakkan nya ke bawah dan berulang hingga peluh pada kening letha mengering.
"Kak?" Bisik mela tepat di telinga letha
"Emm" Dehem letha
"Apa kepala kak letha sakit sekali?"
__ADS_1
Letha mengangguk "Tolong bantu kakak" Lirih nya
Mela yang tak mengerti,menatap letha dengan intens "Bantu apa kak?"
"Ke sana......." Tunjuk letha
"Ke kamar?" Ucap mela yang membuat letha kembali mengangguk
"Maaf kak! Tapi,abah tidak memperbolehkan kak letha untuk masuk ke dalam kamar sampai kakak benar benar sembuh" Terang mela dan membuat letha menautkan sedikit alisnya
"Kenapa?" lirih nya masih dengan mata terpejam,sambil menggigit bibir bawah milik nya seperti tengah menahan rasa sakit kepala yang luar biasa.
"Mela juga tidak tau kak! Yang jelas abah melarang dan tidak memperbolehkan kakak masuk ke dalam sana"
"Kata bang damar sih,di dalam sana ada hantu nya" sambung mela
"Hantu?" ulang letha yang berusaha membuka mata nya kembali
"Iya kak! sudah,tidak perlu terlalu di pikirkan ya!"
"Sekarang kak letha istirahat lah dulu,biar lekas sembuh"
Letha mengangguk lagi tapi kali ini memaksa membuat sebuah lengkungan tipis di bibir nya "Abah di mana?" tanya letha yang kini sudah berhasil membuka sempurna ke dua mata nya meski beberapa kali meringis.
"Abah sedang pergi ke kebun untuk menaburkan pupuk terakhir sebelum panen" jelas mela
"Brak brak"
Suara gaduh membuat mela tersentak,suara itu berasal dari dalam kamar letha yang dalam kondisi tertutup.
"Apa itu?" Batin mela
Sebentar mela menatap ke arah letha yang sudah terpejam kembali!
"Brak braak"
"Gubraaak"
"Cklek"
"Ckleeek"
Mata mela membola sempurna,tubuh nya mulai gemetar dan juga lemas!
Perlahan mela beringsut mundur dan kembali menatap letha yang masih belum membuka mata nya kembali.Apa kak letha tidak mendengar suara gaduh itu? Batin mela
"Braaaaaaaak!"
__ADS_1
"Aaaaaaaa" Teriak mela tetapi masih belum berhasil membuat ke dua mata letha terbuka
"Si-siapa itu?" Tanya mela memberanikan diri
Hening! Suara gaduh itu tak lagi terdengar saat mela bertanya demikian.Bersamaan dengan itu mela terus menatap pintu itu dengan perasaan was was serta berharap cemas.
Ia tak sanggup membayangkan apa dan siapa yang terus membuat kegaduhan dari dalam kamar letha! Jika ia adalah seeorang bagaimana cara nya masuk ke dalam? Padahal pintu itu dalam kondisi terkuci dan juga terhembok rapat.
Berbagai pertanyaan terus bermunculan di dalam pikiran mela,bahkan membuatnya berhalusinasi berlebihan!
"Iiihh...." mela bergidik sambil berulang kali menggeleng gelengkan kepala nya
"Tidak! Tidak mungkin"
"Stop berfikir yang tidak tidak mela" ucap nya sambil terus memukul mukul kepala nya sendiri.
"Mela?"
"Aaaaaaaaaaaaaa" mela berteriak lagi tetapi kali ini lebih keras.
Bagaimana tidak? Letha yang tengah berbaring tepat di hadapan nya kini sudah bangkit dan duduk tepat di samping nya.Dengan wajah yang segar bahkan tak ada tanda tanda bahwa diri nya tengah sakit.
"K-kak letha? Ba-bagaimana bisa?" gugup mela bercampur rasa takut
Letha tersenyum "Kenapa? Apa kamu merasa takut?" tanya letha dengan senyuman yang mengembang
"Tidak kak!" sahut mela cepat
Dada nya berdegup sangat kencang,bahkan ia tak mampu mengatur nafas nya sendiri! Karna saat ini mela benar benar di buat syok dengan keadaan letha yang tiba tiba sudah membaik.Padahal beberapa menit yang lalu,letha masih terbaring lemah di depan nya.
Belum lagi rasa takut pada diri nya mereda,mela kembali di buat heran saat letha bangkit dari duduk nya dengan pandangan lurus ke depan,menatap tepat pada kamar tidur milik nya.
"Kenapa harus di kunci? Sabrina tidak jahat dia hanya ingin membantu ku mela" Ujar letha
"Bangun lah" Pinta letha pada mela yang kini masih setia duduk di atas tikar tipis itu.
"Bangun lah mela!" Pinta letha kembali tetapi mela menggeleng tanda menolak
"Apa kau tidak mau menuruti permintaan kakak mu ini?" Ujar letha dengan suara parau namun terdengar sangat sedih sekaligus menyayat hati.
"Salah kah,jika kakak mu ini berteman dengan nya?"
"Kenapa kalian mengurung nya di dalam sana?"
"Dia tidak lah jahat,kejadian kemarin malam itu murni kesalahan ku mela! Sebab,aku tak mau menurut dan terus menolak hingga tak segan segan mengusir diri nya"
"Braak braaak"
__ADS_1
Suara gaduh itu kembali terdengar dan sontak membuat mela ketakutan kemudian langsung bangkit dari duduk nya.Sedangkan letha menatap nya dengan tatapan aneh dan tak berhenti memberikan senyuman manis pada nya.