
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
β’
β’
πΉβ¨πβ¨πΉ
Bara masih terdiam bergeming, perkataan orang suruhan nya hingga sekarang masih terngiang-ngiang di benak nya.
Wanita yang di pikir baik, penurut dan sholehah, ternyata tidak sebaik itu.
Anisa benar-benar buruk, wanita itu menyembunyikan semua di balik cadar dan itu sangat membuat bara tidak terima.
Tatapan bara begitu tajam penuh kekecewaan dan marah di kedua bola mata nya.
"Nisa apa kamu masih per**an? tanya Bara tegas menatap anisa yang kaget mendengar pertanyaan nya.
Anisa tentu kaget bagaimana tidak? suami nya secara mendadak bertanya hal aneh, yang mana membuat anisa terdiam menatap bara.
"Maksud Mas apa? kenapa bertanya seperti itu?" tanya balik Anisa binggung.
"Jawab saja pertanyaan ku tidak perlu bertanya balik, apa kamu masih per**an?" tegas Bara.
__ADS_1
"Aku tidak akan menjawab jika tidak tau apa alasan Mas bertanya."
"Untuk apa harus tau alasan, jika alasan nya sudah kamu tau. Apa kamu tidak ingin menjawab karena memang tidak per**an lagi," tuduh Bara.
Anisa bangkit dari duduk dan berdiri, tatapan nya tak lepas menatap suami nya yang baru saja berjanji memulai semua dari awal tapi lihat lah belum juga sampai 24 jam sudah retak.
"Apa aku serendah itu di mata Mas? atau karena pertanyaan ku tadi membuat Mas berpikir aku masuk ke dalam menjual diri, karena tidak mungkin perempuan berbusana tertutup mengunjungi klub malam, jika hanya ingin lihat-lihat kenapa tidak tempat lain, kenapa harus memilih tempat maksiat itu? benar seperti itu bukan cara pandang Mas tentang ku?" ucap Anisa panjang lebar bertanya dan semua yang di katakan anisa itu tepat dengan apa yang di pikir kan Bara tadi.
Bara menatap anisa, semua yang di katakan wanita itu benar, tapi bagaimana semua tebakan anisa pas dengan apa yang di pikir kan.
"Mas tidak perlu binggung seperti itu, aku sudah biasa di pikir buruk oleh orang lain, mungkin Mas orang yang ke ribuan yang berpikir seperti itu. Aku tidak akan menjelaskan apapun pada Mas tentang masa lalu ku, seperti nya itu akan sama dengan respon orang lain menganggap ku bohong," ujar Anisa lalu berjalan perlahan mendekat meja suami nya.
"Aku mungkin istri yang tidak baik seperti yang kamu pikir kan Mas, aku wanita munafik yang menyembunyikan semua keburukan di balik cadar. Bukan seperti itu?" Anisa menjeda menatap Bara lalu kembali bersuara.
Anisa berusaha tegar dan tidak sedih di depan bara.
Mendengar perkataan anisa membuat pria itu tak percaya semudah itu anisa meminta mengakhiri tanpa penjelasan.
"Kamu pikir pernikahan itu main-main hingga minta di akhiri saja?" marah Bara.
"Aku tidak pernah berkata seperti itu, tapi untuk apa mempertahan pernikahan jika tidak ada kepercayaan? aku tidak mempersalahkan tentang perasaan Mas mencintai siapa, aku tidak peduli karena hati ini sudah mati, mati dan mati!" teriak Anisa tidak sanggup merasa sakit begitu dalam di dada nya. Air mata yang sejak tadi di tahan akhirnya berhasil jatuh.
"Semua orang termaksud orang tua ku berpikir aku buruk, ya aku memang buruk, aku buruk karena satu terlalu baik. Seharusnya aku tidak perlu baik aku menjadi jahat saja seperti apa yang kalian pikirkan."
__ADS_1
"Satu tempat bernama klub malam, tempat yang sangat di benci Allah, karena tempat itu mengumpulkan dua orang dari beda gender dan melakukan hubungan terlarang tanpa ada nya ikatan suci, aku tau itu bahkan sangat tau, aku pun sama membenci tempat itu tapi apa daya ku jika harus masuk dengan satu tujuan, karena aku tipe wanita yang tidak ingin bertanya-tanya dan berprasangka buruk seperti mereka yang selalu langsung menghakimi orang tanpa tau apa sebenarnya yang terjadi," jeda Anisa mengusap air mata, mata nya masih menatap Bara.
Pria itu sedikit tersentuh dengan perkataan anisa panjang lebar, bahkan hati ikut sedih melihat anisa menangis. Ini kali pertama dia melihat anisa serapuh ini dengan isakan tangis pilu.
Bara berniat mendekati anisa, tapi langkah nya terhenti mendengar suara anisa.
"Tidak perlu mendekat! aku tidak perlu rasa kasihan mu Mas, aku tidak serapuh seperti apa yang kamu bayangkan. Aku sudah pernah merasakan yang lebih dari ini, dan saat itu aku membutuh dukungan dari orang tua ku tapi mereka sama seperti mu berpikir aku buruk, tapi lihat sekarang aku masih bisa berdiri tegak di sini di hadapan mu."
"Sekarang aku berubah pikiran aku akan menceritakan semua padamu kenapa aku bisa menikah dengan mu, dan juga masa lalu penuh petualangan yang ku jalani."
"Empat tahun yang lalu aku mendapat pesan dari nomor tak di kenal, orang itu mengirimkan sebuah gambar pria bersama wanita yang masuk ke dalam klub malam, dan saat mendapat pesan itu aku langsung pergi mendatangi tempat itu. Dan tiba di sana aku di beri kejutan penuh air mata hingga hati ini terasa hancur berkeping-keping, menangis seperti nya percuma semua tidak akan kembali semula. Dada ku saat itu begitu sesak rasa nya sulit untuk bernapas lagi, tapi aku memaksa diri untuk tetap kuat karena aku ingin memberi pelajaran pada perempuan itu," jelas Anisa sejenak terdiam menenangkan diri lalu kembali melanjutkan.
"Aku dan wanita itu berantem, berantem kami cukup lama hingga menimbulkan banyak orang menyaksikan kami, tapi saat itu keadaan tak berpihak padaku hingga aku di fitnah melakukan hubungan terlarang dengan kekasih ku sendiri, karena apa? karena pria itu melerai kami, tapi malah membuat kita berdua terjatuh di atas ranjang dan bersamaan dengan itu orang-orang masuk dan salah paham dan membenarkan tuduhan wanita itu. Lebih gila lagi wanita itu mengarang banyak cerita bohong seolah aku yang bersalah hingga kasus ini di bawa ke kantor polisi dan pria itu sama sekali tidak memberi kesaksian nya malah membela wanita itu."
"Orang tua satu-satu yang ku harap akan membela dan memberi dukungan padaku, tidak memberikan itu, tapi malah menyalahkan ku dan lebih percaya dengan kebohongan wanita itu," Anisa tidak sanggup menahan tangis nya lagi hingga air mata itu kembali jatuh.
Masa lalu itu adalah masa lalu terberat dalam hidup nya, di mana dia kehilangan kepercayaan kedua orang tua nya hingga sekarang.
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...
Maaf ya semua, author baru sempat update lagi sekarang, kemarin ada kerjaan yang benar-benar tak bisa di tinggal kan.
__ADS_1
Mohon di mengerti, tapi jangan khawatir hari ini author akan update lebih ya. ππ