
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Setelah melakukan DP. Bara mengajak Anisa mandi bersama.
"Sayang, geli. Jangan terus di situ," ucap Anisa. Sentuhan Bara dan permainan di tempat yang sama membuat nya tak bisa menahan.
"Tapi kamu menyukai bukan?" Bara menatap menggoda Anisa.
Anisa tak bisa berkata apapun lagi karena yang di katakan Bara benar adanya. Dia menyukai sentuhan Bara.
"Sayang, nanti siang datang lah ke kantor kita makan siang bersama," ajak Bara.
"Siang ini?" ucap Anisa memikirkan sambil menatap Bara.
"Tidak bisa? Kenapa?" tanya Bara. Melihat wajah Anisa seperti ini, dia langsung dapat menyimpulkan.
"Kata siapa tidak bisa? aku akan ke kantor Mas, siang nanti," jawab Anisa sambil tersenyum.
"Terima kasih sayang. Aku mencintai mu."
Cup.
Bara mendaratkan kecupan sekilas di bibir Anisa.
"Love you too," balas Anisa.
30 menit Anisa dan Bara di dalam kamar mandi. Sekarang kedua sudah keluar.
"Mas mau pakai pakaian yang tadi atau yang lain?" Anisa menoleh menatap Bara di samping nya.
"Terserah sayang saja mau nya gimana?" Bara memeluk Anisa.
"Kenapa Mas?" tanya Anisa. Dia bingung dengan sikap Bara memeluk nya.
"Tidak, aku hanya ingin memeluk mu seperti ini," jawab Bara. Memperat pelukannya pada anisa.
"Bagaimana cara ku mengambil pakaian jika kamu seperti ini Mas? kamu bisa terlambat kalau seperti ini," sahut Anisa.
Pelukan Bara di biarkan, dia tidak menolak melainkan hanya mengingat jika berlama seperti ini suami nya bisa telat ke kantor.
"Tidak. Di kantor tidak ada kerjaan penting jadi terlambat tidak masalah," jawab Bara.
"Tapi aku nya bisa terlambat sayang. Lepaskan dulu biar ku siapkan pakaian kerja mu yang baru, seperti nya tadi tidak layak di pakai kembali."
"Emang nya apa yang kamu lakukan hingga tidak ingin telat? apa kamu bekerja?" Bara membalikkan Anisa menghadap nya. Dia menatap lekat wajah Anisa. Kedua nya sama-sama masih mengenakan handuk di tubuh.
"Ya aku bekerja, kamu tidak keberatan kan?" Anisa membenarkan perkataan Bara.
__ADS_1
"Kenapa? apa bulanan yang ku kasih kurang? katakan saja nanti akan ku tambahkan," ujar Bara.
"Tidak. Tidak seperti itu. Bulanan yang Mas kasih sudah sangat banyak."
"Lalu kenapa kamu kerja Nisa? aku tidak ingin istri ku bekerja di tempat orang. Kamu bisa bekerja di perusahaan ku."
"Mas, dengarkan aku dulu jangan salah paham begini."
"Iya, katakan aku akan mendengarkan mu," Bara menarik Anisa agar lebih dekat dengan nya. Kedua tangan melingkar di pinggang Anisa.
"Seperti nya ini saat nya aku berkata jujur," batin Anisa.
"Sayang, kenapa diam? katakan aku ingin dengar," ucap Bara menyadarkan Anisa. Melihat Anisa terdiam belum berkata apapun, Bara kembali bersuara.
"Iya. Aku memang bekerja, tapi bukan Untuk orang lain seperti yang Mas pikirkan. Aku bekerja untuk diriku sendiri," sahut Anisa.
"Bekerja untuk diri sendiri? maksud nya bagaimana? coba sayang jelaskan baik-baik, aku gak ngerti," ucap Bara.
"Oke. Maksud ku itu, bekerja untuk diri sendiri, aku buka usaha. Mas ingat kan, kemarin aku pulang malam karena terlalu sibuk urus usaha baru ku," terang Anisa jujur.
"Jadi itu alasan kemarin kamu telat? kenapa tidak beritahu ku? usaha apa yang lagi kamu buka sekarang?"
"Butik. Makanya tadi aku cari gambar desain ku, karena aku harus membawa itu ke toko mulai jahit."
"Maksud nya, kamu desain dan jahit sendiri gitu? lalu kemana pengawai kamu yang lain? apa mereka tidak di beri kerjaan, kenapa semua kamu yang melakukan?"
"Haha... haha... Mas kamu lucu deh, bagaimana pengawai ku bisa bekerja jika aku nya saja belum merekrut itu," Anisa menatap suami tampan nya.
Anisa menggeleng kepala.
"Tidak, sekarang aku belum membutuhkan, biarkan aku sendiri, lagi pula toko ku masih kosong belum ada pakaian yang terpajang di sana," ucap Anisa.
"Nah, karena itu sayang kamu harus segera rekrut pengawai agar bisa membantu kamu."
"Aku rasa tidak sekarang, uang ku sudah habis untuk menyewa toko, membeli kain dan perabotan lain nya. Jadi biarkan seperti ini hingga uang ku cukup membayar pengawai baru aku rekrut."
"Tidak, rekrut sekarang. Masalah gaji biarkan aku yang urus. Aku tidak bisa membiarkan istri ku kelelahan."
Mendengar itu. Anisa menjadi tersenyum. Tangan nya membelai pipi Bara.
"Sayang jangan menggoda ku sekarang," ucap Bara. Jemari nakal Anisa itu bisa membangkitkan nya untuk melakukan lagi.
"Siapa yang menggoda mu sayang? aku hanya melakukan hal kecil. Ini bentuk rasa sayang ku, dan juga rasa syukur bisa di cintai pria seperti mu," kata Anisa.
"Aku juga. Sekarang siapkan pakaian, aku akan mengantarmu ke toko. Aku ingin melihat toko istri ku seperti apa," ucap Bara.
"Iya, aku siapkan dulu," sahut Anisa.
Saat ingin balik meninggal Bara. Pria itu menarik dan mencium sekilas bibir Anisa.
__ADS_1
"Kecupan cinta," ucap Bara sambil tersenyum.
Setelah menyiapkan pakaian, kedua langsung bersiap-siap.
Di bawah ruang makan, Papa dan Mama sudah tidak ada.
"Bi, Papa dan Mama kemana?" tanya Bara. Tiba di ruang makan, tidak melihat apapun di sana, dia pun langsung bertanya.
"Tuan besar dan Nyonya besar pagi-pagi sudah pergi Tuan."
"Oh iya Bi terima kasih."
"Iya, Tuan."
"Tumben Papa dan Mama pergi gak kabarin kita sayang," ucap Bara. Menatap Anisa di samping nya.
"Mungkin lagi buru-buru Mas. Sudah kita makan saja. Mas mau makan apa biarkan aku ambilkan," tawar Anisa mengalihkan topik. Dia tidak ingin suami nya berpikir tidak-tidak.
"Seperti biasa, tapi minum nya jangan susu putih, aku ingin yang lain saja," sahut Bara.
"Yang lain apa? katakan nanti akan aku buatkan," ucap Anisa.
"Jus Naga seperti enak pagi-pagi gini."
"Ya sudah aku buatkan dulu. Mas makan aja duluan," Anisa beranjak pergi menuju dapur.
Di dapur Anisa segera membuat jus keinginan Bara.
Bara memandang semua pergerakan Anisa dari duduk nya. Dia begitu bahagia. Senyuman pun sejak tadi tak juga luntur.
"Terima kasih Ya Allah telah memberikan ku istri sholehah seperti Anisa," batin Bara mengucap rasa syukur.
"Ini Mas jus nya," Anisa meletakan jus di samping piring makan Bara.
"Terima kasih sayang."
"Sama-sama."
Kedua nya pun mulai menyantap sarapan pagi dengan lahap. Sesekali Bara menyuapi Anisa dan Anisa menerima suapan dengan senang hati.
Tanpa terasa makanan di piring kedua sudah habis.
"Alhamdulilah," ucap Anisa bersyukur.
"Sayang kenyang?" Bara menatap Anisa.
"Iya, Mas gimana?"
"Aku juga. Sekarang kita langsung berangkat saja, ayo."
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...