Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)

Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)
Bab 38: Felix Guardian Ariansyah


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"Sesuai janji kita Anisa, aku kembali dan mengambil mu dari pria lain itu. Janji adalah hutang dan itu harus di tepati. Semenjak pertemuan itu, hanya ada satu wanita dalam benak ku, dan itu kamu seorang. Tidak pernah terlintas di benak ku untuk berpaling atau memikirkan wanita lain, karena aku jatuh cinta pandang pertama dengan ketulusan dan kebaikan mu padaku, dan bisa saja jika itu orang lain mereka akan berpikir dua kali untuk menolong dengan keadaan ku saat itu penuh darah dan terluka parah, tapi kamu tidak. Kamu wanita kedua yang aku sayangi setelah Mama ku," ucap Felix, dia kembali teringat pada Mama nya yang telah tiada.


"Ma, maafkan Felix saat itu tidak bisa melindungi Mama, tapi Felix janji Felix akan melindungi wanita yang Felix cintai dengan nyawa Felix sendiri," janji Felix, mengusap bingkai foto Mama nya di atas meja kerja.


Felix beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan ruang kerja nya.


"Siap kan mobil, kita akan ke kota B sekarang, dan sisa nya stay di sini jangan biarkan musuh masuk ke sini selama saya pergi. Jangan sekali menghubungi saya apapun itu alasan nya, saya tidak ingin di ganggu siapa pun, apa kalian paham?" Felix menatap anak buah nya satu persatu dengan tatapan tajam.


"Baik Bos, siap laksanakan," sahut mereka dengan suara lantang.


"Bagus," ucap Felix, lalu pergi meninggalkan mereka.


*****


Perjalanan dari kota A ke kota B membutuhkan waktu 5 jam, dan sekarang mereka telah tiba kota B.


Rini dan Bara keluar lebih dulu, dan Anisa menyusul di belakang mereka.


"Kak pertemuan kita bersama klien 1 jam lagi, apa tidak sebaik nya kita jalan-jalan dulu?" ajak Rini menoleh pada Bara yang berjalan di samping nya.


"Tidak, saya ingin istirahat, mending kamu juga istirahat," tolak Bara pada ajakan Rini dan memilih untuk istirahat di kamar hotel bersama Anisa.


Rini tak bisa berkata apapun lagi, Bara keras kepala jadi percuma jika di paksa, Bara akan tetap menolak.


Di kamar hotel.


"Mas, jangan bersikap seperti itu, kasihan Rini, biar bagaimana juga dia perempuan," ucap Anisa, dia tak tega melihat Rini di perlakukan seperti itu tadi.

__ADS_1


"Sayang, kamu terlalu baik inilah yang membuat ku jatuh cinta pada mu. Tapi baik seperti ini juga tidak bagus untuk keselamatan kamu sayang, nanti akan banyak orang memanfaatkan mu," ujar Bara, dia sedikit khawatir Anisa yang memiliki hati lembut dan pemaaf akan di manfaat kan oleh orang jahat di luar sana.


"Tidak, jangan berpikir sejauh itu Mas, semua akan baik-baik saja. Mending kita sholat zuhur berjamaah, dan berdoa pada Allah agar di jauhkan hal-hal yang tidak," ajak Anisa, melihat jam di ponsel sudah menunjukkan waktu untuk sholat.


"Iya, sekarang kamu ambil wudhu, aku setelah kamu saja," ucap Bara meminta Anisa lebih dulu.


"Baiklah," setuju Anisa, pergi meninggalkan Bara.


Anisa masuk ke dalam kamar mandi dan segera wudhu.


Bara yang di tinggalkan Anisa, duduk di tepi kasur, dia masih teringat pesan dari mantan Anisa yang mendadak kembali hadir menganggu setelah lama menghilang bertahun-tahun.


Sejak ada nya pesan itu, Bara menjadi tidak tenang, dia terus mencemaskan Anisa, entah kenapa, dia takut Anisa di rebut pria di luar sana.


"Ada apa dengan ku, kenapa terus memikirkan pesan itu? kekhawatiran ku semua tidak boleh sampai terjadi, Anisa istri ku dan dia hanya milik ku bukan orang lain, tidak akan ku biarkan seorang pun pria dari planet mana pun datang mengambil milik ku," ucap Bara serius.


Lima menit kemudian.


"Mas, aku sudah selesai sekarang giliran mu," ucap Anisa. Berdiri di dekat Bara yang masih terdiam duduk di tempat nya.


"Iya, aku ambil Wudhu, kamu siapkan semua saja," sahut Bara.


Anisa mulai menyiapkan sarung, baju koko dan peci sholat Bara, lalu di letakkan di atas kasur.


Setelah itu, Anisa membentang sajadah di depan untuk Bara sebagai imam, dan di belakang sebelah kanan untuk nya.


Tak lama kemudian, Bara keluar. Anisa pun segera bangkit dan menghampiri suami nya. Anisa sudah memakai lengkap mukenah sholat nya.


"Ini Mas, sudah aku siapkan," ucap Anisa.


"Terima kasih sayang, aku siap dulu. Tunggu sebentar," Bara mengambil pakaian yang sudah di siapkan Anisa dan berganti.

__ADS_1


*****


Felix yang tadi berencana menyusul Anisa tidak jadi. Mendapat kabar dari orang nya jika pria dari masa lalu Anisa yang mencoba menganggu hidup wanita nya sudah berhasil di tangkap, dan itu seketika membuat Felix senang, dia ingin langsung memberi perhitungan biar pria itu lain kali jika ingin melakukan sesuatu berpikir dua kali tidak langsung bertindak.


"Di mana dia sekarang?" tanya Felix.


"Di dalam Bos. Kami pun sudah melakukan semua seperti apa yang di katakan Bos di telpon," jawab Rio.


"Kerja bagus, antar saya ke dalam," perintah Felix meminta Rio orang kepercayaan nya untuk menunjukkan jalan.


"Selamat siang, apa kabar Bapak Karlos? apa kau senang berada di sini?" sapa Felix tersenyum penuh arti menyapa Karlos, tatapan nya tak lepas menatap Karlos.


"Siapa kau? kenapa membawa ku sini? apa masalah mu dengan ku? apa kita saling kenal?" teriak Karlos Marah, dia tak terima di perlakukan seperti ini oleh mereka.


"Hey, kenapa kau marah? apa kau tidak suka?" tanya Felix masih bersikap santai seolah tidak terjadi apapun.


"Kau akan menyesal telah melakukan ini padaku!" ancam Karlos marah, melihat sikap pria di depan nya bersikap santai membuat nya semakin marah, dia ingin membunuh pria itu langsung dengan tangan nya.


Karlos yakin jika pria yang berbicara dengan nya adalah Bos mereka, jika tidak kenapa saat datang nya pria itu, semua penyiksaan yang dia terima berhenti begitu saja.


"Benar kah? apa kau yakin dengan semua yang katakan itu?" tanya Felix menatap Karlos dengan senyum mengejek jika semua yang di katakan itu tidak akan pernah terjadi.


"Siapa kau sebenarnya? apa tujuan mu membawa ku ke sini?"


"Kau seperti nya sangat penasaran, sejak tadi terus bertanya siapa saya. Baiklah sesuai permintaan mu, saya akan menjawab. Dengar baik-baik perkataan saya ini."


"Nama saya Felix Guardian Ariansyah. Calon suami Anisa, wanita yang kau nganggu kehidupan nya kembali, setelah kau campakkan. Dan kau juga memberi luka begitu dalam pada wanita ku, hingga dia terkurung bertahun-tahun karena tuduhan mu itu. Sekarang saya ingin kau menjelaskan semua apa sebenarnya yang terjadi pada keluarga Anisa."


"Hahaha... hahaha... siapa kau berani perintah? kau pikir saya akan ikut? mimpi! jangan harap, sampai kapan pun itu tidak akan pernah terjadi, saya tidak sudih melakukan apapun yang kau katakan. Dan satu lagi sejak kapan kau mengklaim Anisa milik mu, calon istri? kau pria gila, bagaimana mengaku seorang wanita yang sudah punya suami menjadi milik nya, benar-benar tidak waras," ejek Karlos tanpa takut dengan apa yang sudah di katakan.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2