Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)

Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)
Bab 44 Pasti Bisa


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Pagi hari Bara sudah bangun lebih dulu, dia memesan makan melalui aplikasi.


Bara membiarkan Anisa untuk tetap tidur, setelah kejadian kemarin. Mereka segera bergegas pergi meninggalkan hotel tersebut.


Bara kembali mengingat Anisa, semalam saat mereka ingin melakukan penyatuan, mendadak Anisa menangis. Kejadian yang menimpah nya itu membuat Anisa trauma.


"Semua ini karena dia! Aku berjanji akan membalas mu Felix, karena kau sekarang istri ku seperti sekarang. Kau membuat Nisa takut akan sentuhan yang sudah seharusnya dia lakukan bersama ku," marah Bara bersumpah akan membalas semua perbuatan Felix.


Tak lama kemudian, bel depan berbunyi. Bara segera keluar membuka pintu.


Bara menerima pesanan dan bayaran nya sudah di bayar melalui aplikasi.


Makanan tersebut pun mulai Bara keluarkan satu persatu dan di susun rapi di meja makan. Semua di lakukan untuk Anisa.


"Bismilah, semoga dengan semua ini perlahan, meski bertahap kamu dapat melupakan kejadian itu Nisa. Aku tidak mau kamu terus takut," ucap Bara penuh harap Anisa dapat kembali seperti semula, seperti Anisa dulu nya.


Setelah menyelesaikan semua, Bara bergegas masuk ke kamar untuk membangunkan Anisa untuk sarapan pagi.


Ceklek!


Bara berjalan dan duduk di tepi tempat tidur. Anisa tertidur pulas, tanpa merasa terngangu meski Bara membelai pipi dan juga mencium kening Anisa berkali-kali.


"Honey ayo bangun makan, ini sudah pagi waktu nya sarapan, nanti makan habis tidur lagi juga gapapa, asal sekarang bangun isi perut dulu," ucap Bara membujuk Anisa bangun.


"Hmmm," sahut Anisa dengan mata masih terpejam belum terbuka.


"Honey," panggil Bara lagi.


Anisa tidak menyahut, dia malah berbalik mengubah posisi tidur nya ke arah samping membelakangi Bara.


Melihat itu, senyuman di ujung bibir Bara seketika muncul, Bara juga menggeleng kepala dengan sikap mengemaskan Anisa menurut nya sangat imut.


Bibir Anisa sangat seksi dengan keadaan tertidur, Bara melihat itu tidak tahan untuk menganggu.


Cup.

__ADS_1


Cup.


Cup.


Tiga kali kecupan singkat bertubi Bara berikan di bibir seksi Anisa.


Dan seketika itu Anisa langsung bangun dari tidur nya. Ciuman yang Bara berikan, kembali mengingatkan nya pada Felix.


"Mas," Anisa bangun dengan wajah sedikit takut. Tatapan nya memandang ke seluruh sudut kamar.


"Kamu kenapa honey? apa kamu mengingat kejadian itu lagi?" Bara menatap Anisa yang diam melihat dan mengangguk iya.


"Honey, di sini tidak ada siapapun, selain aku dan kamu, penjagaan di sini sangat ketat, tidak akan ada seorang pun berani menyentuh mu meski hanya sehelai rambut," ucap Bara menyakinkan Anisa jika semua baik-baik saja, tidak ada yang perlu di takutkan.


"Tapi,"


"Sudah, jangan di pikirkan lagi. Sekarang kita makan saja. Setelah itu kamu bisa tidur kembali," ucap Bara cepat memotong perkataan Anisa.


"Tidak Mas, aku tidak ingin tidur lagi," tolak Anisa untuk tidur kembali.


"Kenapa? Kamu tidak ngantuk lagi?"


Anisa menggeleng kepala.


"Jalan-jalan?" ucap Bara sedikit kaget dengan permintaan Anisa.


"Iya, apa tidak boleh?" Anisa melihat ekspresi wajah Bara mengira tidak di beri izin.


"Tidak honey, tentu boleh. Apapun itu keinginan kamu akan aku lakukan, tapi sekarang kita makan dulu, baru itu kita bahas akan jalan-jalan ke mana," jawab Bara memberi usul, dia malah tidak keberatan dengan permintaan Anisa.


"Terima kasih Mas, aku sayang kamu," Anisa memeluk Bara saking bahagia nya bisa jalan-jalan.


"Sama-sama honey, aku juga sayang kamu," balas Bara dengan memeluk balik Anisa.


***


Bara membawa Anisa ke meja makan, Anisa sedikit terkejut setiba di ruang makan, semua menu sarapan sudah tersusun rapi dan lengkap di meja.


"Semua ini kamu yang lakukan Mas?" tanya Anisa dengan kedua tangan menutup mulut yang terbuka.


"Iya, aku lakukan ini untuk mu honey, semoga kamu suka," jawab Bara sambil menarik kursi mempersilakan Anisa duduk.


"Terima kasih suami ku," ucap Anisa bahagia dengan semua yang di lakukan Bara hari ini padanya.

__ADS_1


"Sama-sama. Tapi semua ini tidak gratis honey, aku minta hadiah dari mu," sahut Bara yang kini berubah serius menatap Anisa.


"Hadiah apa Mas? Katakan saja akan aku berikan nanti, tapi jika Mas menginginkan hadiah yang mahal aku tidak punya uang yang banyak," ucap Anisa.


"Heh, ada apa dengan mu honey? Belum juga aku mengatakan hadiah yang ku inginkan, ini kamu sudah memikirkan yang tidak-tidak."


"Lalu jika bukan? apa yang Mas inginkan?"


"Olahraga ranjang," bisik Bara tepat di telinga Anisa.


Deg!


Deg!


Anisa terdiam, dia tertunduk, entah kenapa dia masih belum siap melakukan itu, kejadian bersama Felix hingga sekarang masih terbayang di benak nya.


"Honey, jika kamu belum sanggup tidak apa-apa, aku tidak akan memaksa mu lagi, aku akan menunggu hingga kamu siap kembali," ucap Bara.


"Tidak Mas, aku siap," Anisa yakin akan perkataan nya. Dia tidak ingin kejadian itu membuat nya menjadi istri durhaka.


"Tidak apa-apa honey, aku tidak memaksa mu, jadi kamu tidak perlu ragu untuk menolak," Bara mengerti akan apa yang di rasakan Anisa sekarang.


"Mas, aku tidak bisa menolak ajakan suami karena itu akan membuat ku menjadi istri durhaka. Sekarang aku ingin Mas membantu ku melupakan kejadian kemarin, bisakah Mas melakukan itu?" Anisa menatap Bara menunggu jawaban nya.


"Iya, aku akan membantu mu Honey, aku akan membuat mu melupakan kejadian itu dan selalu mengingat olahraga ranjang kita dengan wajah ku sebagai pemimpin."


Anisa tersenyum mendengar perkataan Bara, meski masih ada keraguan dan ketakutan di hati Anisa, dia mencoba menyakinkan diri jika semua akan baik-baik saja. Anisa harus bisa melupakan kejadian itu, tidak mungkin semua terus seperti ini?


"Keputusan ku ini sudah benar, mungkin dengan melakukan semua ini, aku dapat melupakan kejadian itu, meski tidak bisa mengganggap hal itu tidak pernah terjadi, tapi setidak nya aku tidak terlalu memikirkan hal itu," batin Anisa terus menyakinkan dirinya, jika keputusan yang di ambil sudah benar.


"Sekarang kita makan, lalu kita lakukan dan baru itu jalan-jalan," ucap Bara.


"Iya Mas," sahut Anisa nurut.


Mereka menikmati makan dengan lahap, bahkan Bara sesekali bersikap romantis pada Anisa dengan menyuapi makan ke mulut Anisa dengan sendok nya.


Anisa dengan senang hati menerima, dia menyukai sikap romantis Bara yang menurut nya sangat manis.


"Terima kasih ya Allah, rencana Mu selalu indah, meski sekarang aku sedang terjatuh, Mas Bara selalu setia berada di sisi ku, dia tak sekali membiarkan ku sendiri melalui ini, Mas Bara selalu memberi ku semangat. Jika saja tidak ada Mas Bara di sini, aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku? apakah aku akan baik-baik saja? atau tidak." batin Anisa sedih dan bahagia, semua tercampur aduk menjadi satu.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2