Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)

Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)
Bab 47: Pertemuan di taman


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻




🌹✨💞✨🌹


Anisa sedang bersiap-siap untuk menemui Felix, dia tidak punya pilihan lain, dia tidak ingin Felix melakukan sesuatu yang nekat.


Meski ada perasaaan takut, Anisa mencoba memberanikan diri untuk berani. Dan hingga sekarang Anisa masih tetap menghubungi Bara. Lagi dan lagi tidak tersambung.


"Kemana sih Mas, kenapa susah banget di hubungi, padahal aku hanya ingin memberitahu masalah ini padamu mu Mas, tapi seperti nya kamu sangat susah untuk di hubungi," ucap Anisa takut akan langkah yang di ambil membuat Bara marah.


Di tempat lain, Felix sudah menunggu Anisa. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kedatangan Anisa.


Felix tidak keberatan menunggu lama di taman seorang diri, meski ini menjadi yang pertama untuk nya dalam sejarah menunggu seorang wanita.


Mata nya mengeledah kiri-kanan, banyak anak-anak mondar-mandir berlari kecil dengan senyum dan tawa riang di wajah mereka.


Dan saat bersamaan dengan itu pula, ada seorang wanita duduk di taman yang tidak jauh dari bangku duduk nya sekarang.


Felix mempertajam mata nya mengarah wanita itu, dan benar saja itu wanita ular.


Felix bangun dari bangku dan berjalan menghampiri Rini, yang terlihat wanita itu sedang menunggu seseorang, entah itu siapa Felix tidak tau.


"Apa saya bisa duduk di sini?" Felix menatap Rini, dan dia hanya menatap Felix sekilas lalu membuang wajah ke samping.


Rini engan menjawab perkataan felix. Dia melihat ponsel dan juga melihat kiri kanan, tanpa mempedulikan Felix yang terus memperhatikan nya.


Karena tidak ada jawaban dari Rini, Felix menganggap diam nya Rini adalah setuju.


"Hei, siapa yang menyuruh mu untuk duduk? pergi dari sini, masih banyak bangku yang kosong di sini, kenapa kau lebih memilih duduk di sini?" marah Rini, mengusir Felix.


"Kenapa? apa kau pikir ini tempat nenek moyang mu? saya bebas duduk di mana pun yang saya suka, jadi kau tidak berhak melarang atau mengusir saya dari sini, kau paham itu?" tegas Felix dengan tatapan tajam menatap Rini.


Namun tatapan tajam dari Felix, tidak membuat Rini takut.


"Terserah kau saja, dasar pria gaje!" hina Rini dan bangun meninggalkan Felix.


Sebelum itu, Felix dengan cepat menahan dan menarik tangan Rini, dengan keseimbangan kurang Rini terjatuh menimpah Felix.


Cup.


Bibir kedua tanpa sengaja bersentuhan. Dan Rini yang sadar akan itu segera bangun, tapi Felix tidak membiarkan begitu saja.


Dia melakukan ciuman lebih dalam dan ciuman nya itu juga sangat kasar. Rini merasa kesakitan.

__ADS_1


Felix tidak mempedulikan apa yang di lakukan ini, meski di tempat umum sekali pun, tidak dia pusingkan lagi.


Berbeda dengan Rini, dia terus berontak agar Felix menyudahi aksi nya. Dia merasa sangat malu akan hal ini. Dia memang jahat dan gila, tapi tidak dengan melakukan hal ini di depan umum.


Felix menahan pinggang Rini, dan satu tangan nya lagi di tekan pada leher Rini.


"Auwh," Felix meringis kesakitan.


Huh... hah.... huh....


Rini mengatur nafas nya, perlakuan Felix tadi hampir membuat nya mati, karena kehabisan oksigen.


"Dasar kau pria gila. Apa yang kau lakukan, hah? kau pikir saya wanita murahan yang dengan mudah kau lakukan seperti ini? kau akan saya laporkan di kantor polisi atas pelecehan," ancam Rini serius, dia sangat marah dan tidak terima dengan sikap Felix pada nya.


"Silakan saya tidak takut. Lagian apa yang saya lakukan memang benar. Kau adalah wanita murahan. Kau bahkan tega membunuh kakak mu sendiri demi cinta. Jika bukti itu saya berikan pada pihak berwajib, kau akan di penjara seumur hidup dan bahkan jika Bara tau dia akan sangat di benci mu," ujar Felix dan seketika itu wajah Rini menegang.


Dia menjadi gugup, takut dan juga penasaran. Siapa pria di depan nya? kenapa bisa tau? dan apa mau nya sebenarnya?


"Jangan khawatir, saya tidak akan memberitahu siapapun itu. Asal dengan satu syarat," Felix menatap wajah Rini dan menepuk paha, agar Rini duduk di pangkuan nya.


"Dasar gila! kau!"


"Sekarang atau, video mu ini tersebar," ancam Felix, menunjukkan video Rini yang melakukan kejahatan berulang-ulang pada Rina maupun Anisa.


Dengan sangat berat hati, Rini tidak memiliki pilihan lain lagi, selain mengikuti.


Felix melingkari kedua tangan nya di pinggang Rini, lalu Tangan nya mengelus perut Rini.


"Kenapa? aku adalah calon suami mu, jadi aku berhak melakukan apapun yang ku suka," ucap Felix santai.


"Calon suami? heh, kau gila apa? sejak kapan saya mau menjadi calon istri mu? sampai kapan pun saya tidak mau menikah dengan mu jadi jangan asal kalau berbicara," tegas Rini menolak.


"Kau yakin tidak mau menikah dengan ku? apa kau mau video kejahatan mu ku sebar luaskan, dan kau tau bukan hal apa yang akan terjadi nanti? kau akan di benci Bara dan kau juga akan di penjara."


Glek!


Rini menelan saliva dengan kasar, dia tidak bisa membayangkan jika semua itu terjadi, dia tidak akan bisa tinggal di tempat kecil dan serba kekurangan itu.


"Bagaimana apa kau sudah bisa membayangkan bagaimana nasib mu nanti di sana?"


"Oke, saya mau. Tapi kau harus hapus video itu," ucap Rini.


"Itu masalah gampang. Setelah kita menikah saya akan menghapusnya. Besok saya akan ke rumah mu untuk melamar mu, jadi bersiaplah kita akan menikah dalam waktu dekat ini."


"What? bagaimana bisa? dari mana kau tau alamat rumah saya? kita baru pertama kali bertemu."


"Tidak penting, tapi satu hal yang kau tau, jika saya mengetahui semua tentang mu luar dalam."

__ADS_1


Deg!


"Siapa dia sebenarnya? kenapa mengetahui banyak tentang ku? apa alasan nya ingin menikah dengan ku? seperti nya aku harus menyelidiki dulu, sambil menghilangkan bukti-bukti sialan itu," batin Rini.


"Sekarang pulang lah, saya tidak mau calon istri saya berkeliaran di luar sendiri, karena saya tidak suka," ucap Felix dengan nada ancaman.


"Dasar gila, belum apa-apa sudah banyak larangan, seperti nya aku cepat menghilangkan bukti itu."


"Baiklah, saya pulang sekarang."


****


Anisa turun dari taksi dan jalan menuju taman tempat Felix meminta nya datang.


Saat dia tiba di bangku taman, Felix pun juga baru tiba.


"Assalamualaikum, Kak," salam Anisa dengan suara gemetar.


"Walaikumsalalam, silakan duduk," ajak Felix.


"Iya."


"Bagaimana kabar mu? baik-baik saja?" tanya Felix.


"Alhamdulilah, aku baik kak. Ada apa menyuruh ku kemari?"


"Aku ingin minta maaf padamu, aku sudah menyadari semua kesalahan ku, maaf sudah membuat mu takut," ucap Felix.


Anisa kaget mendengar permintaan maaf keluar dari mulut Felix. Dia masih belum mengerti. Dan Felix menyadari itu tidak langsung menceritakan semua yang terjadi.


"Jadi saat itu, Mas Bara pergi menemui Kakak?" kaget Anisa dan Felix mengangguk.


"Iya. Maka dari itu aku kemari ingin meminta maaf langsung padamu. Aku harap ini bukan menjadi pertemuan terakhir untuk kita. Apa kamu keberatan jika aku ajak bertemu?"


"Tidak Kak. Aku tidak akan keberatan, tapi semua tergantung lagi pada Mas Bara mengizinkan ku atau tidak."


"Kamu istri yang sholehah Nisa, jika saja aku tidak terlambat, kamu pasti menjadi milikku bukan orang lain. Tapi semua sudah terlambat, aku harus bisa mengikhlaskan mu dengan Bara. Dia adalah pria yang kamu cintai, pasti kamu akan bahagia bersama nya," batin Felix.


"Iya tidak apa-apa. Aku hanya ingin bicara itu padamu, sekarang kembali lah, Bara pasti menunggu mu di rumah," ucap Felix.


"Mas Bara lagi di LN Kak."


"Benar kah?" kaget Felix, dalam hati dia tersenyum.


"Iya, kalau gitu aku pulang dulu ya kak. Assalamualaikum," salam Anisa.


"Walaikumsalalam."

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2