Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)

Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)
Bab 37: Pria itu Felix


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Anisa duduk di kursi penumpang sedangkan Rini duduk di samping kursi depan samping Bara.


Anisa tidak mempermasalahkan untuk duduk di mana, bagi nya di mana pun duduk meski bukan di samping dan di dekat Bara, tak apa, asal hati suami nya itu hanya milik nya.


Berbeda dengan Bara, dia sangat kesal, semua rasa itu hanya bisa dia pendam tidak bisa dia luapkan begitu saja.


"Kenapa harus ada pengganggu sih, gak bisa apa lihat orang bahagia sedikit saja," batin Bara kesal.


Dari belakang, Anisa dapat melihat wajah suntuk suami nya yang saat ini benar-benar kesal, karena semua yang terjadi sekarang tak pernah mereka prediksi jadi begini.


Kemarin yang mereka impikan jalan berdua, selama perjalanan akan saling cerita satu sama lain, dari hal terkecil hingga terbesar.


Namun sekarang semua berantakan, tak ada hal seperti itu lagi. Yang ada mereka hanya akan saling diam, dengan ada nya mbah kunti di antara mereka.


"Maaf Mas, aku tau saat ini kamu pasti sangat kesal, bersabar lah semua akan berakhir, kita sekarang hanya perlu mencari kebenaran itu dan mengungkapkan pada dunia," batin Anisa.


*****


"Ada kabar apa?"


"Lapor Bos, beberapa menit yang lalu mobil mereka sudah meninggalkan rumah dan menuju lokasi tersebut," lapor orang kepercayaan pria tersebut pada Bos nya.


"Apa hanya itu laporan nya?" tanya Pria tersebut, membelakangi orang kepercayaan nya, tanpa melihat wajah nya.


"Tidak Bos, masih ada yang lain," jawab orang kepercayaan nya, menatap belakang punggung Bos nya, berdiri tegak.


"Katakan tunggu apa lagi, apa kau di bayar untuk melaporkan informasi setengah-tengah seperti ini?" marah pria itu dengan nada sedikit tinggi, berbeda di awal nada bicara nya rendah.


Amarah Bos nya seketika membuat, pria itu gugup dan keringat dingin, tanpa membuang waktu lagi, dia segera menceritakan laporan yang belum di lapor kan semua.

__ADS_1


"Baik Bos. Perempuan itu pagi-pagi datang ke rumah wanita bos, dan seperti nya dia memiliki rencana jahat, jika tidak, tidak mungkin membuang waktu untuk tetap datang, karena kemarin pria itu sudah mengingat untuk tidak datang," terang pria itu yang bernama Rio.


"Perintahkan anak buah yang lain untuk mengawasi mereka, dan kamu beri pelajaran pada pria yang bernama karlos, dia sudah mencampakkan wanitaku, memberi banyak luka dan sekarang dengan enak nya datang minta kembali. Beri dia pelajaran hingga tidak berani berpikir macam-macam lagi pada wanita ku," perintah nya, dengan tatapan penuh kebencian mengingat cerita dari orang suruhan nya yang lain mengatakan pria masa lalu Anisa kembali hadir dalam hidup wanita nya.


"Karlos? siapa dia Bos? apa dia pria masa lalu wanita Bos?"


"Apa kau tuli, hah! tadi saya sudah mengatakan dengan jelas, kenapa bertanya lagi? tugas kau hanya melakukan tugas dengan baik, bukan bertanya," marah pria itu, berbalik dan menatap Rio dengan tatapan tajam siap menerkam habis hingga mati.


Glek!


"Ya elah, tatapan Bos seram amat, perasaan perkataan ku gak salah-salah amat, tapi kenapa begitu marah, sensi amat sih Bos, seperti lagi PMS saja," gumam Rio, menunduk tidak berani menatap wajah Bos yang begitu seram.


"Iya Bos, maaf. Saya akan kerjakan semua dengan baik. Mohon izin," Rio segera pergi dari tempat nya itu. Berlama di dekat Bos tidak baik untuk hidup nya.


"Anisa, aku kembali. Aku akan menepati semua kanji ku dulu saat kita kecil, aku akan menjaga dan melindungi mu dari orang yang berniat jahat padamu, aku kembali ke Indo hanya untuk mu, menikahi mu seperti janji kita dulu. Aku harap kamu tidak melupakan itu," ucap Pria itu, tersenyum mengingat masa kecil mereka dulu.


#Flashback.


15 tahun yang lalu.


Anisa terus berjalan, hingga dia menemukan suara itu berasal dari seorang pria muda yang baju nya penuh dengan darah.


Tanpa takut, Anisa mendekat pria muda tersebut.


"Kakak kenapa? apa yang terjadi, kenapa banyak darah di pakaian kakak?" tanya Anisa dengan wajah khawatir melihat pria tersebut.


"Bawa saya pergi dari sini, saya mohon," pinta pria tersebut memohon Anisa membawa nya pergi meninggalkan tempat ini.


"Tapi bawa kemana kak? keadaan kakak seperti ini bagaimana cara kakak berjalan nanti?" bingung Anisa, melihat pria tersebut seperti sedang menahan sakit.


"Jangan pikirkan itu, bawa saya pergi asal tidak di sini, saya mohon," ujar pria itu dengan wajah penuh harap, agar Anisa menolong nya.


"Baiklah, kakak tenang saja. Saya akan membantu kakak pergi dari sini," Anisa membantu pria itu dengan memapah.

__ADS_1


"Kak kemana kita harus pergi, sekarang kita sudah jauh dari tempat tadi, saya juga gak bisa pergi lama, nanti Ayah dan Bunda khawatir cariin saya," ucap Anisa, dia takut jika kedua orang tua nya cemas memikirkan nya yang kini bermain belum juga balik.


"Terima kasih untuk bantuan nya dek, kamu pergi saja, saya gapapa di sini sendiri."


"Tidak kak, bukan seperti itu maksud saya. Gapapa saya akan membantu kakak sampai rumah, ayo."


"Terima kasih, tolong carikan saya taksi saja, setelah itu kamu bisa kembali."


"Apa kakak yakin, bagaimana dengan luka kakak?"


Pria itu tersenyum menatap Anisa, dia tidak menyangka wanita yang baru dia temui begitu menghawatirkan diri nya seperti ini.


"Siapa nama mu cantik?" tanya Pria itu, menatap Anisa.


"Nama saya Anisa, nama kakak siapa?" jawab Anisa dan kembali bertanya nama pria yang di tolong nya itu.


"Felix. Saya janji akan menjaga dan melindungi mu ke depan nya. Dan saya juga akan menikahi kamu setelah kamu besar nanti," janji Felix serius, meraih tangan Anisa dan menggenggam.


Usia Felix dan Anisa berbeda 5 tahun, kini Anisa berusia 12 tahun, Felix 17 tahun.


"Apa Kakak serius dengan janji Kakak? kata Ayah janji itu adalah hutang dan itu harus di tepati, tidak boleh bohong," ucap Anisa dengan wajah polos, mengingat perkataan Ayah nya yang selalu memberi nasehat.


"Iya, saya janji, maka dari itu kamu juga harus janji, tunggu saya agar janji yang saya berikan padamu dapat saya tepati," sahut Felix.


"Hmmm, baiklah. Saya janji akan menunggu Kakak, tapi jika Kakak tidak kembali sa-"


"Kamu bisa menikah dengan pria lain, tapi setelah saya kembali, saya akan mengambil kamu dari pria lain itu," ucap Felix cepat memotong perkataan Anisa.


"Ta-"


"Katakan janji sekarang, saya tidak memiliki waktu lagi," Felix memotong perkataan Anisa lagi.


"Iya, saya janji," ucap Anisa, tersenyum menatap Felix.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2