
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Anisa tak bisa berbuat apa-apa saat ini, tenaga nya benar-benar terkuras, dia terus menangis, memohon pada Felix melepaskan nya.
"Jangan menangis sayang, aku hanya ingin bersenang-senang dengan mu tidak lebih, jadi nikmati semua ini jika ada yang kurang?katakan, aku akan memuaskan mu lebih dari apa yang di lakukan pria itu," ucap Felix menatap lekat tubuh polos Anisa.
"Kamu jahat, aku membenci mu kak, kenapa kau tega lakukan ini padaku? apa salah ku padamu?" tangis Anisa, mata nya semakin bengkak, sejak tadi dia terus menangis.
"Heh, aku tidak jahat sayang, aku kembali karena kamu, aku menepati janji ku. Bahkan aku ingin kamu hamil anak ku, bukan pria itu, karena kamu hanya milik ku bukan orang lain. Aku memberi mu waktu satu bulan tinggalkan pria itu, jika tidak bisa maka aku sendiri yang melakukan itu, tapi jangan salahkan aku jika cara ku begitu ektrim, semua sudah ku katakan tapi kamu nya saja yang tidak mengindahkan," ucap Felix serius dan kembali mel***t bibir Anisa.
Bahkan tangan Felix bergerak liar di seluruh tubuh Anisa, hingga menyentuh dasar laut.
"Mas Bara, kamu di mana?" tangis Anisa dalam hati.
"Ahh," sentuhan Felix berhasil membuat Anisa mengeluarkan suara indah itu.
Dan Felix mendengar itu semakin semangat. Bibir nya turun memberi kecupan cinta di seluruh tubuh Anisa.
Felix bahkan menj***ti juga.
"Ahh... kak, he-hentikan aku mohon," pinta Anisa terus memohon.
"No, sayang. Nikmati saja, aku akan membuat mu puas. Jangan memikirkan pria itu karena dia tidak akan datang, jika iya pun, dia tidak akan bisa menghalangi apa yang kita lakukan sekarang," ucap Felix, seolah tau apa yang di pikirkan Anisa.
"Apa yang kau lakukan pada suami ku? kenapa kau sangat jahat! aku membenci mu!" marah Anisa mengamuk. Dia memukul dada bidang Felix, namun pukulan nya itu bagaikan gigitan semut.
"Iya aku jahat, aku bahkan tega melakukan apa saja demi mendapatkan milik ku kembali, meski orang itu menolak keras dan menderita bersama ku, aku tidak peduli."
"Lepaskan aku! kau pria gila!"
"Hahaha... hahaha... aku anggap itu ucapan sayang yang kau berikan padaku, tidak masalah."
"Akh," Sentakan Felix begitu kuat dan kasar masuk ke dasar, membuat Anisa teriak kesakitan.
__ADS_1
"Aku mohon jangan lakukan ini kak, aku mohon," tangis Anisa, banjir air mata. Dia merasa hancur, tak ada yang bisa di banggakan sekarang.
Harta yang paling berharga nya pun kini sudah di bagi dua dengan pria yang bukan suami nya.
Anisa tidak sanggup lagi untuk hidup sekarang, rasa nya dia ingin mati saja. Dia merasa malu dan jijik pada diri nya sendiri yang kini sudah sangat kotor untuk suami nya.
*****
Kepala Bara terasa pusing, entah apa yang terjadi dia tak mengingat jelas. Satu hal yang di ingat dia berdiri di depan pintu kamar hotel dan lalu tidak ada lain yang di ingat.
"Apa yang terjadi padaku? kepala ku kenapa sangat sakit?" Bara memengang kepala dengan memberi pijitan kecil.
"Anisa. Apa dia baik-baik saja?" ucap Bara mengingat tujuan nya kemari ke sini karena ingin memastikan keadaan Anisa.
Bara bangun meski kepala nya masih terasa sakit, dia tetap memaksa. Kekhawatiran nya begitu besar pada Anisa, jika istri nya itu dalam bahaya sekarang.
Ceklek!
Deg!
Mata Bara terbelalak melihat sosok wanita di atas ranjang menangis tanpa sehelai benang.
Bara masih berdiri tegak, mematung di tempat, perlahan air mata nya jatuh menetes. Dia tidak tau apa sebenarnya yang terjadi, tapi dia dapat menduga jika terjadi hal buruk pada Anisa.
"Nisa," panggil Bara dan berjalan mendekati Anisa.
"Stop! jangan mendekat! ku mohon menjauh lah kak, jangan lakukan ini padaku, ku mohon jangan lakukan ini," tangis Anisa memohon, dia mengira yang memanggil nya itu adalah Felix.
"Nisa, ini aku Bara suami mu, kamu kenapa? dan... " Bara tidak melanjutkan perkataan nya lagi, dia melihat Anisa yang terus menangis menjadi tidak tega.
"Stop! jangan mendekat! pergi! ku mohon pergi, jangan lakukan padaku!" teriak Anisa histeris.
Bara tidak mempedulikan larangan Anisa, dia berjalan mendekat, menarik dan langsung memeluk Anisa.
"Sayang ini aku, tenanglah. Tidak akan ada yang bisa menyakiti mu lagi, aku janji itu, tidak akan aku biarkan seorang pun yang mendekati mu," Bara mengusap kepala Anisa, memberi ketenangan dan keyakinan.
"Tidak! kau bohong, kau akan melakukan lagi, aku tidak ingin mengandung anak mu! aku tidak mau! lebih baik aku mati dari pada hidup!"
Deg!
__ADS_1
Jantung Bara seperti terkena sambaran petir, dia kaget mendengar ungkapan Anisa. Otak nya sudah mengarah jauh memikirkan apa yang terjadi pada Anisa.
Melihat keadaan Anisa tadi tanpa busana. Bara yakin dan sangat yakin jika seseorang sudah melakukan sesuatu pada Anisa.
Tapi dia masih belum sanggup menanyai ini pada Anisa dengan keadaan nya yang kacau begini.
"Siapa pun kau yang melakukan ini pada istri ku, aku berjanji akan mencari dan memberi pelajaran yang setimpal," janji Bara marah dengan kedua tangan mengepal.
"Sayang, in-"
"Hentikan, jangan memanggil ku dengan panggilan itu aku jijik dengar nya!" teriak Anisa cepat menghentikan perkataan Bara.
Mendengar kata sayang, Anisa kembali teringat pada perkataan Felix yang terus memanggil nya dengan panggilan sayang.
"Bren**ek, bahkan dia juga memanggil istri ku sayang, siapa dia sebenarnya?" batin Bara bertanya-tanya. Dia akan menyelidiki semua setelah Anisa tenang.
"Baiklah, aku tidak akan memanggil mu dengan panggilan itu, sekarang tenang lah. Aku di sini, aku bersama mu," ucap Bara menenangkan Anisa.
"Hiks... hiks.... hiks...."
"Honey, ini aku Bara suami mu," Bara melonggarkan pelukan nya dan menatap Anisa.
"Lihat aku honey, lihat!" perintah Bara.
Anisa belum berani melakukan nya, tapi sekali lagi mendengar suara Bara. Anisa seketika memberanikan diri untuk menatap Bara.
"Jangan takut, aku di sini. Aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi, kita akhiri saja sandiwara kita pada Rini. Keselamatan mu jauh lebih penting dari apapun, aku tidak mau kehilangan mu honey," ucap Bara lembut, membelai pipi Anisa memberi kehangatan dan keyakinan.
"Mas, ini kamu?" Anisa menatap Bara, dia masih tidak percaya pria di depan nya adalah suami nya.
"Iya Honey ini aku, jadi tenanglah jangan takut," jawab Bara.
"Tidak Mas, aku takut pria itu datang dan melakukan lagi padaku, aku tidak mau mengandung anak nya, aku bahkan merasa jijik dengan diri ku, aku merasa tidak pantas menjadi istri mu lagi. Aku kotor sekarang, tubuh ku bahkan sudah di jamah pria lain, mari kita bercerai, kamu bisa mendapat wanita yang lebih, bukan aku wanita murahan," sedih Anisa seraya melepaskan tangan Bara yang membelai pipi nya.
"Tidak! itu tidak akan honey, apapun yang terjadi padamu aku tidak akan menceraikan mu. Aku mencintai mu, tulus. Kita akan menghadapi semua bersama."
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1