
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
🌹✨💞✨🌹
Bara membantu Anisa bersih-bersih, dia tak tega melihat Anisa seperti sekarang, kondisi nya benar-benar terpuruk.
Anisa bahkan tak banyak bicara, sejak tadi Anisa terus diam. Bara yang banyak bicara, semua di lakukan agar Anisa kembali ceria, dengan dorongan perkataan nya ini.
"Apa sebenarnya yang terjadi? kenapa tidak jejak yang ku dapatkan dari CCTV, siapa dia sebenarnya?" batin Bara bertanya.
"Kenapa kau tega melakukan ini padaku Kak? kenapa kau memberi ku pilihan yang sulit? aku tidak bisa melakukan nya, tapi bagaimana jika dia kembali dan melakukan seperti apa yang dia katakan? tidak, aku tidak mau hal itu benar terjadi, aku tidak mau mengandung anak nya. Apa yang harus ku perbuat Tuhan, tunjukkan petunjuk mu," batin Anisa sedih, pikiran nya benar-benar tak tenang dan sedang kacau sekarang.
"Aku bahkan merasa kotor dan jijik pada diriku sendiri, apa aku masih pantas menjadi istri?" tanya Anisa, dia sedih akan hal yang terjadi menimpa nya.
Flashback.
Anisa terus menangis, Felix dengan semangat melakukan hal itu pada Anisa, tangan nya bergerak liar, keluar masuk dan Anisa tidak bisa menahan suara nya itu, hingga setiap suara yang keluar dari mulut Anisa selalu membuat Felix semangat dan antusias melakukan lebih.
"Kak, please jangan lakukan ini, aku mohon, aku lebih baik mati jika harus melakukan bersama mu," ucap Anisa, mata nya terus berjatuhan air mata, semua yang di katakan benar adanya, tidak sedang becanda.
"Kamu serius? apa ini hanya sebuah ancaman agar aku tak melakukan lagi?" tanya Felix tidak percaya.
"Aku sedang tidak becanda atau berbohong seperti apa yang Kakak katakan, aku serius, aku lebih baik mati dari pada mengandung anak Kakak. Aku tidak sudi! tidak sudi!" teriak Anisa marah dan sangat membenci Felix.
__ADS_1
"Jangan marah sayang, kau akan tambah cantik jika marah dan aku menjadi lebih semangat melakukan hingga kau benar mengandung anak ku, aku bahkan bisa membawa mu hari ini jika aku mau, setelah itu kita hidup bersama," Felix tersenyum, mencium bibir Anisa sekilas.
Felix membelai pipi Anisa hingga kedua gunung kembar, bahkan tangan nya bermain kecil memberi Anisa mengeluarkan suara indah menari-nari di gendang telinga Felix begitu merdu.
"Kau begitu cantik sama seperti dulu. Maka dari itu aku akan memberi pria itu sedikit waktu bersama mu, sebelum aku mengambil mu untuk selama nya. Nikmati waktu bersama kalian 1 bulan, tidak lebih," ucap Felix serius dengan tatapan tak lepas dari wajah Anisa.
"Tidak, kau tidak punya hak apapun Kak, aku tidak mau hidup bersama mu, aku hanya mau hidup berkata suami ku bukan pria lain. Jika Kakak permasalahkan janji itu, maka aku minta maaf, aku tau dan sangat sadar, jika janji harus di tepati, janji adalah hutang. Tapi satu hal yang harus Kakak sadar keadaan dan situasi dulu itu berbeda dengan sekarang."
"Aku dulu memang berkata iya, tapi sekarang tidak. Aku sudah menikah, aku tidak bisa meninggalkan suami ku karena janji lama ku, itu tidak baik," sambung Anisa tegas dan jelas.
"Lalu apa beda nya? itu juga sama tidak baik sayang, kamu harus berlaku adil tidak boleh berat sepihak, tapi tidak apa-apa aku bisa mengerti itu," sahut Felix dengan senyum miring menatap Anisa.
Wajah Anisa tak pernah membuat Felix bosan memandang. Bahkan tak sedetik pun dia mengalihkan pandangan nya.
"Aku akan membiarkan mu, tapi itu bukan berarti aku tidak mengawasi mu, mata-mata ku berada di mana-mana tanpa kau sadari. Jadi jangan nakal, atau aku akan berbuat nekat saat itu juga," ancam Felix dan Anisa mendengar itu menjadi takut.
"Siapa dia? kenapa aku merasa dia bukan orang baik?" batin Anisa takut melihat tatapan Felix.
"Jangan berpikir terlalu jauh sayang, aku tidak akan menyakiti wanita yang ku cintai, tapi kalau kamu nakal hal itu tidak akan berlaku lagi, aku bisa berubah menjadi sangat kejam hingga kamu tidak dapat membedakan manusia dan iblis, jadi ku PERINGATKAN padamu jangan coba-coba melakukan itu, karena aku takut kamu tidak bisa melihat itu nanti," Felix memperingati Anisa, lalu bangkit dan mengambil pakaian di lantai, kembali pakai.
Dan saat Felix ingin memakaikan Anisa pakaian, Anisa teriak.
"Sayang apa yang kau lakukan aku hanya ingin mengenakan mu pakaian tidak lebih, kenapa kau sangat takut?" tanya Felix memandang Anisa yang tidak mau di sentuh lagi.
"Pergi!" teriak Anisa takut.
Perkataan Felix tadi terus memutari pikiran nya. Felix tersenyum miring, dia kembali mendekati Anisa meski Anisa lagi dan lagi kembali teriak.
__ADS_1
"Aku pergi sekarang, tapi untuk kembali nanti, nikmati waktu sisa mu sebelum kita bersama, karena saat itu aku tidak akan membiarkan mu pergi dari ku meski itu hanya 2 meter," pesan Felix, dan Anisa teriak semakin kuat hingga Felix yang ingin mencium Anisa tidak jadi.
Felix tidak ingin membuat Anisa semakin takut, dia akan memberi Anisa sedikit waktu dan ruang agar Anisa tenang.
Kepergian Felix dari kamar hotel, membuat Anisa menangis semakin menjadi, dia takut bahkan terus teringat akan perkataan Felix tadi.
"Bagaimana keadaan dia?" tanya Felix menatap orang suruhan nya mengurus Bara yang tadi ingin masuk.
"Aman Bos dia sekarang berada di gudang dan mungkin sebentar lagi akan sadar," jawab orang suruhan Felix tersebut.
"Kerja yang bagus. Sekarang kita pergi dari sini. Dan kalian tetap awasi wanita saya, katakan semua pergerakan nya dari kecil hingga besar, jangan biarkan semut kecil pun menyakiti wanita saya, atau kalian yang akan kena imbas dari gigitan semut itu," ancam Felix memperingati anak buah nya agar tidak melakukan satu kesalahan.
"Siap Bos, laksanakan!" tegas mereka serentak mengiyakan perintah Felix.
"Hmmm," Felix hanya membalas jawaban mereka dengan berdehem, lalu pergi meninggalkan mereka dan di ikuti anak buah lain nya yang tadi datang bersama Felix dari rumah.
"Bagaimana masalah tikus kecil itu? apa sudah beres?" tanya Felix, menoleh pada Rio dan terus berjalan.
"Beres Bos, dia sudah melakukan seperti apa yang bos katakan," jawab Rio.
Felix mengangguk dengan senyum lebar di wajah nya. Dia sangat senang mendengar kabar baik dan Felix pun yakin Anisa akan bahagia juga mendapat kabar baik yang dia perbuat.
"Sayang, kau akan bahagia setelah ini. Air mata mu tak akan ku buat terus jatuh, karena wanita cantik seperti mu tidak pantas untuk menangis, kau pantas nya tersenyum," batin Felix.
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
__ADS_1