Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)

Di Balik Cadar (Istriku Orang Kedua)
Bab 34: Lama-lama terbiasa jika sering


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Anisa sudah terbangun, dia tak melihat melihat keberadaan Bara di samping nya.


"Di mana Mas Bara? kok gak ada? apa di luar?" ucap Anisa menebak. Mengambil kerudung di meja dan kembali di gunakan, lalu baru memakai cadar.


Ceklek.


"Mas kamu di sini, kenapa tidak bangunin aku?" Anisa berjalan mendekati Bara yang langsung melihat nya.


"Kamu sudah bangun sayang. Sini duduk sini," panggil Bara menepuk paha, agar Anisa duduk.


Anisa berjalan dan menjatuhkan bokong di paha Bara.


"Kenapa tidak membangunkan aku, Mas? tanya Anisa lagi, pertanyaan nya tadi belum di jawab Bara.


Bara bukan menjawab, dia melepaskan cadar yang di kenakan Anisa, menghalangi Bara menatap wajah cantik istri nya.


Tangan kekar Bara melingkar di pinggang Anisa. Kedua bola mata nya tak sedetik pun mengalihkan perhatian memandang Anisa.


"Aku tidak mau menganggu waktu istirahat mu, tadi kamu begitu nyenyak ku pikir lebih baik membiarkan bidadari ku tidur," jawab Bara, sembari mengelus pipi indah Anisa.


Entah kenapa, rasa cinta nya pada Anisa kini semakin besar. Dia begitu tertarik dan ingin selalu di dekat Anisa.


"Terima kasih," ucap Anisa. Dia tidak tau harus berkata apa lagi.


Bara menarik Anisa dan mencium bibir tipis yang manis itu.


Anisa membuka mulut nya, agar Bara bisa bermain di dalam dengan leluasa. Bara mengh**p bibir Anisa dengan rakus.


Tangan Bara sudah masuk ke dalam rok syariah yang di kenakan Anisa.


Gerakan jemari nya itu pun menelusuri di bawah dasar laut, tentu membuat Anisa kaget.


Begitu cepat Bara, hingga Anisa tidak menyadari pergerakan nya, dan tau-tau sudah berada di bawah laut saja.


Anisa tak bisa menghentikan tangan Bara di bawah, bibir nya di bungkam dan tak di biarkan untuk bicara.

__ADS_1


Bara menyentuh roti yang sudah beberapa hari di pakai Anisa tak lagi basah, tersenyum bahagia.


Tangan nya pun dengan cepat masuk ke dalam.


Anisa merasa sesuatu yang menusuk di bawah, meremas kuat rambut Bara.


Bara tak masalah, meski sakit akan di tahan. Dia sudah lama menantikan hari ini, di mana bisa melakukan buka puasa dengan nikmat.


Keempat jari Bara di masukan semua, hingga sakit yang di rasakan Anisa amat luar biasa.


Air mata Anisa jatuh, dia tak bisa menahan rasa sakit itu lagi. Ini pertama yang di rasakan. Dan ini benar-benar sakit.


Bara belum juga menyadari jika permainan nya itu sudah membuat Anisa kesakitan. Bahkan saat melakukan permainan, mata di pejamkan.


Rasa sakit tak bisa Anisa tahan lagi. Dia mengigit lidah Bara.


"Auwh, kenapa sayang?" Bara membuka mata, melepaskan ciuman mereka, menatap tanya Anisa yang menghentikan permainan nya.


Namun tangan Bara masih di dalam, belum di keluarkan.


"Maaf. Apa yang kamu lakukan Mas, kenapa begitu sakit?" tanya Anisa.


"Apa sesakit ini Mas?" tanya Anisa.


"Iya, tapi hanya pertama, setelah itu jika sudah sering melakukan kamu tidak akan merasa sakit, melainkan kamu akan ketagihan dengan sentuhan ku ini," sahut Bara tersenyum menggoda memandang Anisa.


"Tunggu Mas, aku kan lagi datang, belum selesai, bagaimana Mas bisa melakukan?"


Bara menggeleng kepala.


"Sudah selesai sayang, aku tadi Sudah mengecek nya sebelum melakukan. Dan Malam nanti kita bisa melakukan malam pengantin kita yang sempat tertunda."


"Benar kah? tapi kenapa aku tidak mengetahui itu?" Anisa masih tidak percaya kenapa dirinya bisa tidak tau jika sudah berhenti dan malah yang tau pertama adalah Bara.


***


Di sisi lain, Rini sedang mengamuk besar, karena semua yang di rencana untuk mencelakai Anisa gagal total.


Orang-orang yang sudah dia bayar mahal semua pada tidak ingin melakukan apa yang di perintah kan. Bahkan saat Rini minta kembalikan uang nya, mereka semua tak mengembalikan dan malah mengancam nya akan menghabisi Rini.

__ADS_1


Tentu hal itu membuat nya takut, tapi tidak membuat nya berhenti melakukan apa yang sudah menjadi tekat nya. Bagaimana cara nya akan Rini lakukan, Anisa harus tiada, seperti Rina.


"Kau mungkin masih bisa bernafas lega sekarang, tapi tidak dengan ke depan nya. karena aku akan melakukan apapun itu untuk menyingkirkan mu. Agar aku bisa memiliki kak Bara seutuhnya," ucap Rini.


***


"Bagaimana apa semua berhasil kau kerjakan?" tanya pria yang berdiri membelakangi mereka semua.


"Iya Bos. Semua beres seperti apa yang Bos ingin kan. Bahkan mereka sudah mengancam wanita itu untuk tidak menganggu wanita Bos, jika masih sayang nyawa nya," jelas orang suruhan nya itu.


"Terus apa dia mengatakan sesuatu?"


"Iya, dia mengatakan tidak takut dan tidak peduli, bahkan dia juga bilang siapa kalian berani mengatur hidup nya, apa yang ingin di lakukan," jawab orang suruhan nya mengatakan seperti apa yang di katakan wanita itu saat di ancam oleh orang suruhan bos nya.


"Wanita yang berani, seperti nya dia tidak takut akan kematian nya yang sudah berada di depan mata. Baiklah jika seperti itu. Kau perintah kan orang kita untuk terus mengawasi wanita gila itu, jangan pernah biarkan dia mendekat dan menyentuh wanita ku sekecil apapun itu. Dan kau terus awasi wanita ku," ujar nya memberi perintah.


"Baik Bos."


"Tunggu," Pria itu menghentikan langkah orang suruhan nya yang ingin pergi.


"Iya Bos, apa ada lagi yang ingin Bos perintah kan?"


"Hmmm, kau tau bukan besok Wanita ku akan ikut pria itu ke luar kota?"


"Iya, saya tau itu, apa Bos ingin saya lakukan sesuatu?"


"Atur bagaimana pun cara nya agar saya bisa bertemu dengan wanita saya. Ingat jangan sekali kalian menyentuh nya sekecil apapun itu atau tubuh kalian saya potong dan di jadikan makanan sinto!" tegas Pria itu penuh ancaman dan tatapan tajam menatap orang suruhan nya.


Glek!


Menelan saliva nya saja rasa nya sangat susah, ancaman bos nya itu benar-benar membuat nya sulit bernafas bahkan.


"Dasar psikopat, bagaimana cara melakukan nya jika kau tidak mengizinkan kami menyentuh dia. Kau benar-benar gila Bos, apa kau pikir kami ini mahkluk astral?" umpat pria yang menjadi orang kepercayaan pria itu, dia terus saja memaki bos nya yang seenak jidat memerintah.


"Stop mengumpat ku dalam hati, jika keberatan langsung kau katakan saja," tegas pria itu dengan suara berat nya.


"Tidak bos. Saya tidak keberatan sama sekali," ucap cepat nya, menggeleng kepala.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2