Di Nikahi Ketua Genk Motor

Di Nikahi Ketua Genk Motor
Nikah Dadakan


__ADS_3

Setelah Elang pergi, Revan menatap Eddy dengan tatapan dingin nya. "Kali ini saya memaafkan kelakuan Om tapi kalau Om berani memukul adek saya lagi, maka saya sendiri yang akan mematahkan tangan Om" Ancam Revan pada Eddy.


Seketika Eddy tersadar jika diri nya sudah kelewatan memukul Elang tapi Eddy melakukan itu semua karena emosi yang memuncak. Semua orang tua pasti bakal marah jika tau anak nya di rusak oleh seorang pria dan begitu pun yang Eddy rasakan saat anak semata wayang nya di rusak oleh Elang.


.


.


Di dalam kamar Elang kembali merebahkan tubuh nya yang lelah di atas kasur, sejenak Elang menghela nafas dalam, lalu sedetik kemudian Elang tertawa sambil menatap langit langit kamar.


Elang menyadari kebodohan nya yang telah terjebak dalam masalah rumit, cukup lama Elang meratapi nasib nya, di mana besok status nya akan berubah menjadi seorang suami.


Ada rasa tidak rela bagi Elang. "Hidup gue saja berantakan gini, gimana mau jadi suami yang baik buat Elina" Elang kembali menghela nafas dengan kasar dan berdoa semoga saja besok ada keajaiban untuk nya.


Drrrrttttt.. Drrrrrtttt..


Ponsel Elang bergetar mengalihkan asitensin Elang pada ponsel yang berada tepat di samping nya. Dengan malas Elang meraih ponsel nya lalu membaca pesan singkat yang di kirim oleh Ryan.

__ADS_1


[Lang, gue sudah selidiki tauran yang terjadi tadi malam, ternyata tauran itu sudah di rencana kan untuk menjebak geng kita dan sampai saat ini Zein menghilang dan belum kembali ke basecamp]


Baru saja Elang ingin membalas pesan singkat dari Ryan, namun sayangnya ponsel Elang malah mati total akibat lowbat. "Sialann" kesal Elang sembari melempar ponsel nya ke atas kasur.


***


Keesokan harinya..


Hari ini adalah hari pernikahan Elang dan Elina, mereka berdua menikah secara tertutup hanya ada pak RT sebagai saksi dan Revan sebagai wali Elang.


Di dalam kamar Elina yang sudah menggunakan kebaya putih dengan riasan natural terlihat sangat cantik dan anggun. Namun tidak ada senyuman yang terlukis di bibir manis Elina, hanya ada air mata yang terus saja membasahi pipi nya.


Beberapa menit kemudian bunda Elina masuk kedalam kamar Elina. "Anak bunda sangat cantik" ucap bunda Elina sembari menangkup kedua pipi Elina yang basah akibat air mata yang terus mengalir.


"Ayo keluar, acara nya akan segera di mulai" kata bunda Elina, namun Elina hanya diam saja tanpa ingin berdiri dari tempat nya.


Bunda Elina lalu memegang kedua pundak Elina, memberikan sedikit semangat pada anak tersayang nya. "Ayo nak" mau tidak mau pun Elina terpaksa berdiri lalu mengikuti langkah bunda nya menuju meja penghulu.

__ADS_1


Setelah sampai di ruang tamu, semua orang menatap Elina dengan perasaan kagum, termasuk Elang yang terus menatap Elina tanpa jeda.


Pak penghulu yang melihat nya dengan sengaja berdeham keras agar Elang fokus pada ijab saja. "Bisa kita mulai?" tanya pak penghulu pada Elang namun Elang hanya mengangguk sajasaja sembari melirik Elina yang baru saja duduk di samping nya.


Pak Eddy pun mengulurkan tangan nya ke hadapan Elang dan uluran tangan itu di sambut baik oleh Elang. "Saya nikah kan dan kawin kan engkau, Elang Samudera bin Wijaya dengan putri saya Elina Aprilia binti Eddy Irawan dengan mas kawin uang tunai lima puluh juta rupiah di bayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Elina Aprilia binti Eddy Irawan, dengan mas kawin tersebut tunai karna allah" dengan lantang Elang mengucapkan ijab qabul dengan rasa tidak canggung sedikit pun.


"Bagaimana para saksi, sah?


"SAHHH" teriak beberapa orang yang berada di ruangan tersebut.


"Alhamdulilah" ucap pak penghulu.


Setelah Elang mengucapkan ijab qabul, pak penghulu menyuruh Elina untuk salim pada Elang. "Nak Elina, silahkan tangan suami nya di salim dulu".


"Dan untuk Elang, silahkan memcium kening istri nya, setelah itu pengang ubun-ubun nya lalu semangat kan doa agar rumah tangga kalian penuh keberkahan"

__ADS_1


Mendengar ucapan pak penghulu, sontak Elang menatap Elina dan begitu sebalik nya hingga mereka pun saling tatap di depan pak penghulu dan para saksi lain nya.


__ADS_2