
Kheemm..
Deheman pak Eddy membuyarkan tatapan intim mereka dan dengan cepat Elina meraih tangan Elang lalu mencium nya dengan tahzim. Setelah melepas tangan Elang. Elina merasa kedua pipi nya di tarik lalu di kecup tepat di kening nya.
Setelah selesai tanda tangan berkas dan mendengar beberapa nasihat petuah dari pak ustadz, penghulu serta ayah nya, mereka pun di persilahkan untuk istirahat sejenak.
Mata Elina membola dengan sempurna saat menyadari Elang mencium kening nya. Baru kali ini Elina di cium oleh seorang pria selain ayah nya. Perasaan canggung menyelimuti kedua insan yang baru saja berjanji di hadapan tuhan yang di saksi kan oleh beberapa orang di ruangan ini.
Elina memilih duduk di pojok dekat jendela, sementara Elang tidak tahu kemana setelah ijab qabul selesai. Elina nampak melamun seperti nya gadis itu sedang meratapi nasib nya.
Sementara Elang kembali masuk ke dalam kamar Elina mencari charger karena semalaman ponsel Elang lowbat total. Setelah menemukan charger, Elang dengan cepat mengaktifkan ponsel nya.
Setelah ponsel Elang aktif, begitu banyak spam chat dari temannya dan spam chat di grup geng motor Elang yang terus mengetag nama Elang. Perlahan lahan Elang membaca chat mereka satu persatu lalu setelah membaca chat tersebut, Elang segera keluar dari kamar Elina sembari terus mengotak atik ponsel nya seperti nya Elang sedang membalas chat dari teman nya di grup.
Entah pesan apa yang di terima oleh Elang hingga Elang nampak gusar. Saat Elang ingin keluar, Elang melihat Elina yang di kerumuni oleh beberapa orang, Entah apa yang terjadi pada Elina namun Elang tetap melangkah pergi tanpa peduli dengan keadaan Elina.
Setelah keluar dari rumah, Elang berpapasan dengan Revan yang baru saja turun dari mobil nya. "Mau kemana, Lang" tanya Revan pada Elang yang terlihat sibuk dengan ponsel nya.
__ADS_1
Elang melirik Revan sejenak lalu kembali membalas pesan dari teman nya. "Gue mau keluar sebentar bang, ada perlu" kata Elang lalu memasukan ponsel nya ke saku celana.
"Kemana?" tanya Revan.
"Ke suatu tempat, ini sangat urgent" ucap Elang lalu menyambar kunci mobil milik Revan.
"Kau sudah pamit dengan mertua mu?" tanya Revan lagi.
"Belum, tolong bilangin ke mertua gue, menantu nya yang tampan harus pergi karena ada urusan penting" Elang lalu masuk ke dalam mobil dan akan segera pergi.
Revan yang baru masuk terkaget melihat orang tua Elina yang sedang menangis dan melihat Elina sedang tidak sadar kan diri di tepi jendela.
Dengan rasa penasaran Revan akhirnya bertanya pada Eddy. "Ada apa Om?" tanya Revan yang terlihat kebingungan.
Pandangan Eddy pun tertuju pada Revan. "Elina tiba tiba saja pingsan" jawab Eddy yang terlihat sedih.
Bunda Elina terus menggenggam tangan Elina, memberikan kehangatan pada tangan Elina yang dingin dan pucat. "Elina sayang, ayo bangunbangun, jangan buat mama khwatir" ucap bunda Elina dengan gemetar.
__ADS_1
Eddy lalu memegang pundak bunda Elina. "Tunggu sebntar ya, dokter akan segera datang" kata Eddy membuat bunda Elina sedikit lega.
Lalu tatapan Eddy kembali tertuju pada Revan. "Dimana Elang?" sontak saja pertanyaan itu membuat Revan gelagapan karena merasa tidak enak dengan mertua Elang.
"Emm ituu.. tadi Elang.. " Revan gelagapan, entah jawaban apa yang harus dia berikan pada Eddy.
Eddy mengangkat sebelah alis nya. "Tadi apa?" tanya Eddy penasaran.
"Tadi Elang dapat telfon dari teman nya yang kecelakaan dan segera kesana, mungkin dia lupa berpamitan dengan anda"
Tangan Eddy terkepal kuat dan rahang nya mengeras, menahan amarah. "Elang tahu jika istri nya sedang tidak sadar kan diri tapi dia tidak perduli sedikit pun, dia bahkan pergi tanpa pamit, apakah dia tidak punya belas kasih sedikit pun untuk putri ku!!" Tadi saat Elang lewat, ternyata Eddy sempat melirik Elang namun karena panik melihat kondisi Elina alhasil Eddy mengabaikan Elang begitu saja.
****
MAAF BARU UPDATE LAGI, SOAL NYA LAGY SIBUK DAN JARINGAN JUGA EROR 🤧🤧
Jangan lupa like dan komentar, setelah baca karya aku biar makin semangat upnya🤗
__ADS_1