Di Nikahi Ketua Genk Motor

Di Nikahi Ketua Genk Motor
Hari sial Elang


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama bagi Elang untuk sampai di sebuah warung makan yang sangat terkenal di daerah itu, Bahkan warung makan itu adalah tempat favorit Elang bersama keluarga nya.


Elang di buat bingung saat melihat buku menu. "Elina suka makanan apa ya?" tanya Elang pada diri nya sendiri sembari terus melihat buku menu.


Setelah beberapa menit akhirnya Elang memilih beberapa menu. "Saya mau pesan, ini, ini, ini dan ini" ucap Elang sembari menunjuk beberapa menu yang tertera di buku menu.


Pelayan itu pun mengangguk sembari menulis pesanan Elang. "Baiklah, tunggu sebentar ya dek" ucap nya lalu pergi meninggalkan Elang di meja makan.


Saat menunggu pesanan nya, Elang melihat ada sebuah mini market di sebrang jalan dan langsung teringat titipan Elina, cukup lama Elang terdiam hingga akhirnya pelayan tadi kembali ke meja Elang untuk membawa semua pesanan Elang. "Terimakasih" kata Elang sembari menerima beberapa makanan yang di berikan oleh pelayan tersebut.


Setelah membayar makanan tersebut, Elang pun pergi dan kembali ke apartemen. Perlahan lahan senja berganti malam yang di hiasi bintang di atas langit hitam dan tanpa terasa Elang sudah berada di apartemen.


Saat masuk apartemen ternyata Elina sudah menunggu nya di ruang tamu. "Lama banget sih" kata Elina saat melihat Elang berjalan masuk ke arah dapur untuk menyimpan beberapa makanan.


Elang tidak menjawab dan terus melangkah dengan wajah datar sementara Elina mengikuti nya dari belakang. "Lo duduk aja, biar gue yang atur makanan nya" Elang hanya menyodorkan beberapa bungkus makanan tanpa berniat menjawab ucapan Elina.


Mata Elina membola sempurna saat melihat sebuah kantong plastik yang berisi kan beberapa pembalut dan obat anti perut serta beberapa obat lain nya. "Lang, lo beneran beliin gue pembalut" tanya Elina tidak percaya sementara Elang hanya diam.

__ADS_1


"Lang, gue lagi bertanya bukan nya di jawab malah di kacangin" omel Elina.


Elang berdecak kasar. "Apasih" ucap nya dengan guratan kecil di wajahnya. "Mending lo siapin tuh makanan, dari pada ngoceh ngak jelas" kata nya sembari berdiri dan pergi menuju kamar untuk membersihkan diri nya yang lelah.


"Dasar monyet, gue yang menstruasi tapi lo yang sensian" ucap Elina sedikit berteriak karena Elang sudah berada di ambang pintu kamar mereka.


Elang berhenti lalu menoleh ke arah Elina. "Coba ulang sekali lagi, ehm?" kata Elang dengan tatapan tajam nya dan seketika membuat Elina gelagapan. Elang kembali berdecak lalu kembali masuk ke dalam kamar.


Bagaimana tidak badmood, hari ini seolah takdir sedang mempermainkan Elang. Tadi pagi Elang di hukum berjemur di bawah terik matahari selama satu jam, lalu dengan perasaan khawatir kembali ke apartemen hanya untuk memastikan keadaan Elina saja dan sekarang, dengan bodoh nya Elang ke mini market hanya untuk membelikan Elina perlengkapan wanita.


Dan sialnya saat membeli perlengkapan wanita, Elang malah bertemu dengan teman teman nya yang sedang membeli rokok dan minuman kaleng.


Elang terperanjat dan gelagapan. "Beli rokok" jawab nya singkat padahal dalam hati Elang sudah dagdigdug serr.


"Lo ngapain di tempat perlengkapan wanita, rokok kan ada di sebelah kasir" ucap Reno sembari memicing kan mata nya


"Atau lo mau beliin pembalut buat bini lo?" tebak Adhyt di iringi gelak tawa, sedangkan Elang hanya memasang wajah malas.

__ADS_1


Elang berdecak kesal. "Gue hanya lewat, jangan salah faham" ucap nya berbohong lalu meninggalkan Adhyt dan Reno dengan perasaan dongkol.


Melihat Elang pergi, Adhyt dan Reno saling tatap sembari tersenyum evil, lalu mengikuti langkah Elang. "Bang, minta rokok dua bungkus" pinta Reno pada seorang kasir cowok yg sedang berjaga lalu beberapa menit kemudian Adhyt nyusul dengan beberapa minuman kaleng di tangan nya.


"Total nya, 150 ribu dek" kata sang kasir sembari menyodorkan kantong plastik yang berisikan belanjaan mereka.


Reno dan Adhyt kembali saling tetap. "Makasih bang tapi belanjaan nya di bayar sama dia" tunjuk Reno ke arah Elang yang sedang berbicara dengan seorang karyawan mini market tidak jauh dari kasir.


Penjaga mini market itu pun mengangguk "Oh iya" jawab nya polos dan tanpa menunggu lama Adhyt dan Reno kabur dari sana meninggalkan Elang.


Setelah beberapa menit saat Elang ingin keluar dari mini market tiba tiba saja seorang penjaga kasir menahan nya. "Permisi dek" ucap nya sopan.


Elang menoleh. "Ada apa bang?" tanya Elang bingung lalu dengan sopan penjaga kasir itu memberitahu kan jika Elang harus membayar belanjaan teman nya yg senilai 150 ribu tadi.


Elang sempat melongo namun sedetik kemudian Elang berdecak kesal dan dengan terpaksa Elang membayar belanjaan teman luknut nya itu lalu keluar dari mini market.


Tapi Elang tidak langsung pulang, melainkan duduk di atas motor nya sembari menunggu seseorang orang dan tidak butuh waktu lama seorang wanita datang menghampiri nya. "Terimakasih" ucap Elang setelah menerima kantong plastik yang di berikan oleh wanita tersebut, yang ternyata Elang meminta bantuan wanita tersebut untuk membelikan Elina perlengkapan wanita.

__ADS_1


Elang lalu kembali menyala kan motor gede nya ke sebuah apotek untuk membeli obat pereda rasa sakit, Namun sial nya Elang malah bertemu dengan Alin. "Cih, sial banget gue hari ini" gerutunya dalam hati.


Untung saja Elang sempat membeli masker sebelum ke apotek dan ternyata masker itu sangat berguna untuk nya dan untung saja Alin juga tidak mengenali nya.


__ADS_2