Di Nikahi Ketua Genk Motor

Di Nikahi Ketua Genk Motor
Otw Arena Sirkuit


__ADS_3

"Wihh, ketua geng kita come back" kata salah satu anggota geng Elang Comunity saat melihat Elang melangkah masuk. Di markas sudah banyak anggota Elang yang berkumpul karena perintah nya.


Elang lalu duduk di samping Ryan yang sedang bermain ponsel. "Apa ada kabar terbaru lagi dari Zein?" tanya Elang to the point.


Ryan yang baru menyadari kehadiran Elang dengan segera menaruh ponsel nya ke saku celana. "Seperti yang gue jelasin tadi, belum ada perkembangan sampai saat ini" jawab Ryan.


Elang mengangguk. "Ohh iya, waktu itu gue yang nyuruh anak anak untuk bawa motor lo ke basecampbasecamp agar polisi tidak mendapat kan bukti yang mengarah ke elo dan geng kita" jelas Ryan lagi.


Elang kembali mengangguk mendengar penjelasan Ryan. Elang lalu berdiri menuju kulkas untuk mengambil meminum kaleng yang sudah di sediakan oleh Elang untuk anggota nya.


"Terus lo lari ke mana saat kejadian tauran itu?" kali ini Adhyt yang bertanya namun Elang tidak menjawab nya karena sedang meneguk minuman.


Elang lalu kembali duduk tanpa berniat menjawab pertanyaan Adhyt, padahal seluruh anggota geng nya sedang menatap Elang dengan instens, seakan menunggu jawaban dari Elang.


Elang duduk sembari mengeluarkan ponsel nya yang berdering sekali menandakan ada pesan singkat yang masuk ke Wa nya. "Lang, gue serius, lo lari kemana saat polisi datang?" tanya Adhyt terus sembari memperhatikan gerak gerik Elang.

__ADS_1


"Hemm" Elang hanya berdeham sembari melihat pesan singkat yang di kirim oleh Revan.


[Elina terbangun, seperti nya dia lapar. Cepat pulang tapi sebelum pulang kau jangan lupa beli makanan untuk nya]


"Wooyyy.."


Elang terkaget saat teman teman nya kompak berteriak karena rasa penasaran mereka menunggu jawaban Elang. "Ehh ******, gue lagi bertanya, bukan nya di jawab malah gue di kacangin" kesal Adhyt namun Elang tetap diam dan memilih memasukan ponsel nya ke saku celana.


Seketika wajah Elang berubah expresi menjadi lebih serius. "Brisik lo!" kata Elang sembari menatap Adhyt dengan jengkel. "Sekarang giliran gue yang bertanya" sontak saja seluruh penghuni markas terdiam saat raut wajah Elang berubah serius. "Gue curiga kejadian tauran waktu itu sudah di rencana kan. menurut kalian bagaimana?" tanya Elang.


Elang mengangguk. "Apakah kematian salah satu teman nya juga sebuah konspirasi?" tanya Elang menatap Ryan dengan serius.


Ryan menaikan satu alis nya lalu mengangguk dia kali. "Yup, dan gue yakin jika salah satu di antara kita ada yang berkhianat" ucap Ryan sembari menggempalkan tangan nya karena kesal.


"Gue curiga, Zein yang mengkhianati kita semua" kali ini Adhyt yang membuka suara.

__ADS_1


Elang melirik Adhyt sekilas. "Jangan nuduh orang sembarangan jika lo ngak punya bukti kuat" ujar Elang.


"Biar ngak saling mencurigai, lebih baik kalian cari bukti atas kejadian tauran malam itu" perintah Elang.


Ryan mengangkat tangan. "Biar gue aja yang cari tahu" kata nya dengan lucas. Ryan memang type orang pendiam tapi jika Ryan mulai bergerak dan membuka suara, maka semua masalah akan dia selesai kan secara diam-diam.


"Baiklah, lo yang urus masalah ini" Elang lalu berdiri. "Ayo ke arena, lawan gue udah stay di sana" kata Elang lalu melangkah lebih dulu menghampiri motor sport kesayangan nya.


Setelah berdiskusi pada anggota nya, mereka pun menuju ke arema sirkuit balapan bersama sama. "Kalian berangkat duluan, gue bakal nyusul" kata Ryan sembari mengotak atik ponsel nya. Elang hanya mengangguk lalu memulai menghidupkan mesin motor kesayangan nya.


Brruuummm..


Bruuummmm...


Bruummm..

__ADS_1


Suara motor mereka terpacu keras, serasa ingin merusak gendang telinga Ryan yang berada di dalam ruko. "Ck" decak Ryan merasa kesal padahal diri nya pun sering melakukan hal yang sama seperti yang Elang lakukan. Motor Elang dan kawan kawan pun melaju meninggal markas mereka menuju Arena sirkuit balap.


__ADS_2