Di Nikahi Ketua Genk Motor

Di Nikahi Ketua Genk Motor
Aura Elang


__ADS_3

Di depan ruangan UKS sudah ada empat senior yang memang bertugas di bagian kesehatan. Sementara Aldo masih setia menemani Elina di dalam ruangan dengan raut wajah cemas.


Dengan tergesa-gesa Elang membuka pintu sedikit kasar hingga Elina dan Aldo terkejut dengan kedatangan Elang. Tatapan Elang langsung tertuju pada Elina yang sedang duduk dengan gemeteran.


Badan Elina di penuhi ruam merah, bentol dan beberapa bagian wajah yang sedikit membengkak. Setelah memastikan bahwa Elina benar Alergi, tatapan Elang pun tertuju pada Aldo yang masih duduk di samping Elina.


Elang hanya diam sembari menatap Aldo untuk memberi penjelasan, sementara Aldo hanya menunduk.


"Gini, Lang, Elina alergi udang, ini udah makin parah, sejak 10 menit yang lalu, Sebenarnya gue mau antar pulang tapi dia ngak mau" jelas Aldo.


Elang menatap marah pada teman sekelas nya itu. "Kalian sudah kasih antihistamin?" tanya Elang menatap satu persatu anggota OSIS yang berjaga di ruangan UKS.


Sejenak Elina takjub dengan pengetahuan cowok berandalan yang berstatus kan suami nya yang sedang berdiri di hadapan nya. Ternyata di balik sikap nya yang suka cari masalah, Elang lumayan pintar.

__ADS_1


"Kita kehabisan stok antihistamin Lang, Tadi gue sempat kompres pakai air hangat dan Adhyt juga udah ijin keluar buat beli"


Walaupun wajah Elang terlihat datar, tetapi tak bisa di pungkiri para anggota OSIS dan juga Aldo meneguk saliva nya dengan kasar saat mata Elang bergeser menatap mereka satu persatu seakan ingin memangsa mereka.


Beberapa detik kemudian pandangan Elang kembali tertuju pada Elina yang duduk dengan gemeteran. Elang tahu itu respon biologis saat Alergi cukup berat.


"Sudah tahu alergi, kenapa masih di makan" tanya Elang dingin membuat Elina semakin panik.


Elina hanya diam saja. "Jawab!" Elang semakin kesal saat melihat Elina dan Aldo malah lirik lirikan, bukan nya menjawab pertanyaan Elang.


"Berhenti!!" Elang mengangkat satu tangan nya, mengisyaratkan agar Aldo berhenti berbicara. Sudah cukup panas hati dan telinga Elang mendengar ucapan Aldo.


Elang kembali menatap Elina yang mulai terlihat gugup. "Dan lo, ikut gue sekarang juga" ucapan Elang membuat Elina tersentak, bibir dan mata nya pun membola dengan sempurna. "Gue nga.. " belum sempat Elina melanjutkan ucapan nya, suara Elang sudah kembali bergema.

__ADS_1


"Cepat, bodoh" Elina memcibikkan bibir merasa kesal karena Elang selalu saja memanggilnya bodoh.


"Sebaiknya kamu pulang saja, nanti malam aku akan kerumah kamu" untuk kesekian kali nya hati Elang kembali memanas.


"Coba saja jika kau berani" kata Elang tersenyum sinis, sedangkan Aldo menekuk alis nya karena tak paham.


Elina hanya tersenyum canggung pada Aldo, lalu kembali menatap Elang dengan tatapan tajam nya. "Tidak usah melihat ku, cepat pulang" kata Elang masa bodoh dengan tatapan maut Elina.


Elina lalu turun dari ranjang dan berjalan lebih dulu keluar dari ruangan UKS setelah pamit pada Aldo. "Jangan pernah lo deketin dia, faham!!" Aldo melongo saat Elang dengan berani mengancam nya lalu setelah kepergian Elang dan Elina, Aldo tersenyum devil seolah sedang merencanakan sesuatu.


"Kalian semua, kembali ke aula" perintah Elang pada anggota OSIS yang berjaga di ruangan UKS.


Setelah memberi perintah, Elang lalu berjalan menyusul Elina. "Jangan di garuk, bodoh" ucap Elang yang terus memperhatikan Elina yang jalan lebih dulu di depan nya.

__ADS_1


Elina menoleh dengan tatapan tajam. "Bawel banget si lo" ucap Elina menatap Elang sejenak lalu kembali melangkah.


Sepanjang perjalanan menuju parkiran aura Elang begitu mencekam, entah mengapa Elina jadi takut. "Cepat naik" Elang menyuruh Elina segera naik ke atas motor gede milik Elang. Awalnya Elina takut, tapi melihat tatapan Elang yang begitu tajam akhirnya Elina pun naik.


__ADS_2