Di Nikahi Ketua Genk Motor

Di Nikahi Ketua Genk Motor
Kakel Galak


__ADS_3

"Bending!!"


Entah mengapa pagi ini seluruh siswa MOS di perintahkan untuk jalan jongkok sampai ke lapangan, tidak hanya itu, semua kakel terlihat sangat marah dan terus bentak siswa MOS.


"Hey! kamu, jalan jongkok!!"


"Yang sudah sampai diam!! jangan bergerak!"


"Cepat!!"


Para senior tak segan membentak siswa MOS dengan expresi galak nya. Sedangkan Alin dan beberapa siswa lain nya hanya pasrah saja menerima perlakuan para senior yang sangat arogan. Untung saja Elina tidak hadir hari ini karena Elang sengaja tidak membangun nya saat ingin berangkat ke sekolah.


Di lapangan sudah ada Ryan dan Vira serta beberapa anggota OSIS lain nya yang menunggu kedatangan Alin dan seluruh siswa MOS lain nya.


"KALIAN SEMUA BENDING!!" perintah Ryan, entah kesalahan apa yang telah mereka lakukan hingga seorang Ryan yang terkenal dingin dan malas untuk berbicara malah ikut serta membentak mereka.

__ADS_1


Hukuman bending atau squad jump adalah hukuman yang ringan tapi cukup melelahkan. "APAKAH KALIAN TULI!! ATAU MASIH KURANG JELAS PERINTAH SAYA!! BENDING!!" teriakan Ryan menggema di lapangan membuat semua peserta MOS ketakutan dan segera melakukan apa yang di perintah kan oleh Ryan.


Tak berselang lama, Elang, Reno, Adhyt dan beberapa anggota OSIS lain nya berjalan menuju lapangan. Elang berjalan di depan dengan tangan yang di masukan ke dalam saku celana dan melangkah dengan arogan.


"Cukup!" suara Elang menggelegar di lapangan hingga seluruh peserta MOS mengalihkan asistensi nya pada Elang, sontak mereka semua menghentikan aktivitas nya. "Jongkok, diam dan menunduk" perintah Elang terdengar sangat mengerikan.


"PERIKSA SEMUA TAS!" perintah Ryan dan dengan cepat beberapa anggota OSIS segera melakukan sidak.


Saat beberapa anggota OSIS sedang melakukan sidak dadakan, Elina datang ke lapangan dengan ngos-ngosan. "Gadis bodoh" lirih Elang saat melihat Elina masuk ke lapangan.


"Maaf kak saya terlambat" ucap Elina dengan wajah pucat di hadapan Elang dan anggota OSIS lain nya. Sementara anggota OSIS yang lain tetap melakukan tugas nya.


"Maaf kak" Elina menunduk sembari mengatur nafas nya yang ngos ngosan setelah berlari cukup jauh.


Vira tersenyum mengejek. "Ngak ada kata maaf, sekarang juga lo keliling lapangan sepuluh putaran"

__ADS_1


Mendengar perintah Vira, sontak saja Elang menatap nya tak suka. "Tid.." ucapan Elang terhenti.


"Iya, siap kak" tanpa membantah lagi, Elina segera berlari memutari lapangan. Beberapa siswa menatap Elina yang sedang berlari di pinggir lapangan, sementara siswa MOS lain nya masih berjongkok di tengah lapangan.


Kegiatan sidak tas pun selesai dan ternyata ada beberapa siswa cowok yang ketahuan membawa rokok ke sekolah. Siswa tersebut pun di perintah kan untuk maju kedepan.


"KALIAN PIKIR DENGAN KAMI TIDAK BERJAGA DI BELAKANG SEKOLAH, KALIAN BISA LOLOS DARI PENGAWASAN KAMI!!" kali ini yang berteriak bukan Ryan, melain kan Elang.


"KALIAN PIKIR SAYA TIDAK TAHU APA YANG KALIAN LAKUKAN SAAT JAM ISTIRAHAT KEMARIN, HAH!!" seketika tawa mengejek terukir di bibir Elang. "KAMI TIDAK SEBODOH YANG KALIAN PIKIR KAN!!" ucap Elang dengan tatapan menusuk pada lima orang siswa yang ternyata kemarin melakukan bolos hingga Elang dan beberapa anggota OSIS lain nya di hukum berjemur di bawah terik matahari oleh pak Haris.


Dan sekarang kelima siswa itu juga yang ketahuan membawa rokok. "Terserah kalian berfikir apa tentang saya. Yang jelas saya tidak akan mengubah peraturan apapun, Satu salah, maka semua harus di hukum!! Elang menoleh pada peserta MOS lain nya yang masih berjongkok.


"Hari ini saya akan menolelir kelakuan kalian!! tapi jika kalian ketahuan bolos dan membawa rokok di area sekolah maka satu orang yang ketahuan bolos akan di hukum mengelilingi lapangan sebanyak 10 putaran dan setiap siswa yang ketahuan melanggar aturan seperti membawa rokok maka kalian semua harus bending lima belas kali, berlaku kelipatan" ancaman Elang sukses membuat seluruh peserta MOS ketar ketir.


Setelah cukup menjelaskan, Elang lalu menyuruh seluruh perserta MOS kembali ke aula untuk melakukan sesi kegiatan, sedangkan Elina masih sibuk berlari di pinggir lapangan.

__ADS_1


Di lapangan hanya ada, Reno, Aldo dan Adhyt yang bertugas menjaga Elina karena Elang saat ini harus ke ruangan pak Haris bersama Ryan untuk membahas sesuatu. "Udah, istirahat dulu gih" ucap Aldo saat Elina melewati mereka.


"Sekali putaran lagi kak" ujar Elina tanpa berhenti dan terus berlari walaupun wajah nya sudah sangat pucat, nafas Elina juga tersenggal senggal karena sesak dan tubuh yang bermandikan keringat.


__ADS_2