Di Nikahi Ketua Genk Motor

Di Nikahi Ketua Genk Motor
Pulang pagi


__ADS_3

Setelah Elang sampai di depan kamar, Elang mengatur nafas nya terlebih dahulu lalu memegang kenop pintu. Perlahan lahan Elang membuka kamar dan untung saja Elina sudah tidak ada di dalam kamar membuat hati Elang sedikit lega.


Elang lalu membuka sepatu dan jaket nya dan melemparkan nya ke sembarangan arah. "Akhh.. " helaan nafas kasar Elang begitu terdengar sembari merebahkan tubuh nya ke atas kasur empuk yang sudah bersih.


Tak berselang lama Elina keluar dari kamar mandi dan melihat Elang yang sudah datang. "Ehh kalau naruh barang tuh letakan yang benar, jangan sembarangan gini, dasar jorok!!" keluh Elina namun Elang hanya melirik nya sebentar lalu kembali memejamkan mata karena sudah sangat lelah dan ngantuk akibat balapan semalam.


Elina mendengus kesal. "Dasar monyet ngak tau aturan!!" lirih Elina lalu berjalan keluar kamar.


Saat sampai di lantai bawah, Elina melihat bang Revan sedang sarapan bersama seorang anak kecil. Elina yang kepo segera berjalan menghampiri Revan. "Pagi kak" sapa Elina pada Revan yang terlihat sibuk mengurus Rafael yang masih berusia 3 tahun.


Revan melirik Elina sembari tersenyum. "Pagi juga, ayo sarapan bareng dek" ajak Revan sembari mendorong tempat roti ke depan Elina.


Elina mengangguk lalu mengambil selembar roti dan mengolesi nya dengan selai kacang. "Anak siapa ini kak? gemoy banget sihh" tanya Elina yang terlihat sangat gemes pada Rafael yang sedang bermain ponsel.


"Anak saya" jawab Revan tanpa melirik Elina yang sedang tertegun.

__ADS_1


"Akhh yang bener kak, Emang kak Revan udah nikah?" tanya Elina lagi dengan rasa penasaran.


Revan mengangguk. " Udah dan udah cerai juga" kata nya.


Elina menaikan sebelah alis nya. "Saya kira kak Revan masih single, ternyata duda" ujar Elina sembari terkekeh pelan.


Revan tersenyum melirik Elina. "Mana mungkin" jawab nya santai. "Ohh iya, kakak sudah menyuruh seseorang buat beliin kamu perlengkapan sekolah. Nanti setelah sekolah mengadakan masa observasi kamu akan mulai sekolah bersama Elang" kata Revan membuat Elina tersendak air liur nya sendiri.


Uhuk.. Uhukk..


***


Elang yang sedang tertidur pulas, merasa terganggu saat dering ponsel nya terus berbunyi. "Hmm" kata Elang setelah menekan tombol hijau pada layar ponsel nya.


"Bangun lang, jam 3 sore kita hrus ke sekolah karena ada rapat"

__ADS_1


"Ogahh ah, malass banget, dari kemarin rapat mulu perasaan" kata Elang masih memejamkan mata nya.


"Yah mau gimana lagi, ini kan udah tugas kita sebagai ketua dan wakil OSIS"


Elang berdecak kesal. "Bikin pusing aja, gue mau ngundurin diri jadi ketua OSIS" jawab nya.


"Kalau bisa, udah gue lakuin sejak kemaren tapi kepala sekolah ngak mau terima pengunduran diri kita" jawab Ryan dengan kesal di sebrang telfon. "Udahlah, buruan bersiap, bentar lagi otw" lanjut Ryan sembari mematikan panggil telfon nya dengan sepihak.


Setelah panggilan Ryan terputus, Elang lalu duduk untuk mengembalikan nyawa nya yang sempat hilang. Pandangan nya beralih pada Elina yang sedang tertidur di sofa.


Beberapa detik kemudian Elang berdiri lalu menuju kamar mandi untuk bersiap ke sekolah. Tidak butuh waktu lama bagi Elang untuk bersiap lalu keluar dari kamar mandi. "Dasar kebo" lirih Elang saat melihat Elina masih tertidur pulas di sofa. Elang lalu berjalan ke ujung kamar untuk mengambil jaket berlambang burung elang di punggung nya lalu memakai nya.


Saat menuruni anak tangga, Elang berpapasan dengan Revan yang sedang bersiap ingin ke bandara untuk menjemput orang tua yang baru saja tiba dari Paris.


Revan yang melihat Elang turun dari tangga segera memanggilnya. "Lang" Elang menoleh menatap Revan tanpa berniat menyaut panggilan Revan. "Lo mau kemana? Sejam lagi pesawat ayah dan bunda akan landing, lo ngak mau jemput mereka?" mendengar hal itu sontak saja Elang tertegun.

__ADS_1


Namun sedetik kemudian Elang terlihat biasa saja. "Gue ada rapat di sekolah, kalau sempat gue bakal jemput mereka" ujar Elang sembari kembali melangkah menuju garasi tempat motor kebanggaan nya di terparkir.


__ADS_2