Di Nikahi Ketua Genk Motor

Di Nikahi Ketua Genk Motor
Berdebat


__ADS_3

Elang melajukan motor kesayangan nya menuju apartemen karena merasa khawatir pada Elina yang mungkin saja sedang kesakitan. Tadi Elang sempat melihat Elina melalui CCTV kamar nya, Elina sedang berguling-guling di atas kasur sembari memegangi perut nya.


Biasa nya Elang akan pulang jam 11 malam ke apartemen dan itu sudah jadi kebiasaan Elang setelah menikah dengan Elina dan untuk pertama kali nya Elang kembali ke apartemen jam 5 sore karena khawatir dengan Elina.


Wlaupun Elang sering pulang larut malam, tapi Elang selalu mengawasi Elina dari jauh lewat CCTV yang dia pasang di setiap ruangan, hanya kamar mandi saja yang tidak ada CCTV nya.


Tidak butuh waktu lama bagi Elang untuk sampai di apartemen, setelah sampai Elang lalu mencari keberadaan Elina. "Elina" teriak Elang namun tidak ada sahutan.


Elang lalu masuk ke dalam kamar. "Lo kenapa" dengan cepat Elang menghampiri Elina yang sedang kesakitan di atas kasur sembari memegang perut nya.


"Ayo kerumah sakit" kata Elang lalu dengan sigap Elang ingin menggendong tubuh mungil Elina.


"Gue ngak mau, gue ngak apa apa" kata Elina dengan wajah yang sudah pucat dan gemeteran.


"Wajah lo pucat banget, ayo gue antar ke rumah sakit" kata Elang dengan panik.


Elina hanya menggeleng lalu kembali merintih kesakitan. Elang yang melihat Elina kembali kesakitan dengan cepat menggendong tubuh mungil istri nya walaupun Elina memberontak Elang tetap menggendong nya.


"Turunin gue lang" Elina terus memberontak memukul dada Elang namun Elang tidak bereaksi atau merasa sakit sedikit pun dengan pukulan Elina. "Lang" Elang masih diam.


"Lang, gue ngak apa-apa, gue cuma datang bulan" jawab Elina lirih karena merasa malu.

__ADS_1


Seketika langkah Elang terhenti lalu menatap Elina yang masih berada di gendongan nya. "Datang bulan?" Elang mengulangi ucapan Elina. "Maksudnya apa?" tanya Elang polos tanpa menurun kan Elina dari gendongan nya.


Seketika wajah Elina memerah menahan malu "Ini akibat nya jika lo sering bolos! masa datang bulan aja lo ngak tau".


"Makanya jelasin biar gue tau" kata Elang dan terus menatap Elina.


Elina di buat gugup saat pandangan mereka bertemu, jantung Elina pun berdetak begitu kencang seakan ingin keluar dari tempat nya. Elina dapat merasakan wangi khas milik Elang yang sangat harum. "Jelasin" kata Elang lagi.


"Gue menstruasi" lirih Elina dan tanpa sadar wajah Elina tenggelam di dada bidang Elang karena rasa malu.


Elang lalu menghela nafas lega. "Kenapa ngak bilang dari tadi" ucap Elang kesal lalu kembali membawa Elina masuk ke dalam kamar mereka.


Elang merebahkan tubuh Elina hati hati di atas kasur empuk. "Lo udah makan belom?" tanya Elang setelah Elina kembali rebahan di kasur.


Setelah mendengar jawaban Elina, Elang lalu keluar kamar meninggal Elina yang masih mematung di tempat. "Gila, jantung gue hampir copot" lirih Elina setelah Elang menutup pintu kamar mereka.


"Elina" teriak Elang menggenggam di seluruh apartemen. Elina yang sedang memegang dada nya sembari mengatur nafas nya yang sesak kini di buat kembali tegang dengan kehadiran Elang yang nampak marah.


"Ada apa" tanya Elina saat Elang sudah masuk.


"Tuh kulkas kenapa kosong? Lo tiap hari makan apa?" tanya Elang sembari menatap Elina dengan tajam.

__ADS_1


"Mie instan" jawab Elina dengan cengengesan, entah mengapa ada rasa takut saat Elang menatap nya seakan ingin memakan nya hidup hidup.


"Lo tau ngak makan mie instan itu ngak baik, Elina" omel Elang sedang kan Elina hanya diam saja seperti bocah yang sedang di marahin mama nya.


Elang mendengus kasar lalu kembali meraih jaket yang tadi dia lempar ke sembarangan arah. "Lo mau kemana?"


"Beli makanan buat lo" kata nya sembari berjalan.


"Lang, gue boleh nitip ngak" ucap Elina ragu ragu.


Elang lalu berbalik menatap Elina. "Apa" jawab Elang.


"Ehmmm itu.. "


"Apa"


"Gue mau nitip sesuatu.. "


"Iya, apa! Elina" jawab Elang mulai kesal.


"Gue mau nitip pembalut, boleh ngak" pintah Elina lirih sembari menutupi sedikit wajah nya dengan selimut.

__ADS_1


Sejenak Elang melongo, lalu sedetik kemudian mata Elang membola dengan sempurna saat menyadari barang apa yang Elina ingin kan. "Lo gila! di mana harga diri gue sebagai, ketua geng motor, raja jalanan dan ketua OSIS, beliin lo pembalut! cih, malu maluin, Ogah gue" Omel Elang lalu segera pergi meninggalkan Elina.


__ADS_2