Di Nikahi Ketua Genk Motor

Di Nikahi Ketua Genk Motor
First Kiss yang tak di sengaja


__ADS_3

Setelah membersihkan diri nya, Elang lalu berjalan keluar kamar menuju dapur dan berhenti tepat di depan kulkas lalu mengambil sebotol air dingin dan meneguk nya perlahan lahan tanpa sadar keberadaan Elina.


Elina yang sedang makan di buat tersendak dengan kehadiran Elang yang nampak begitu berdemage, walaupun Elang hanya memakai kaos putih polos dengan celana pendek serta rambut yang masih agak basah membuat nya begitu tampan.


Uhuk


Uhuk


Elang menoleh lalu dengan cepat memberikan air untuk Elina. "Nih minum dulu" Elina meraih botol yang di berikan oleh Elang lalu meneguk habis air tersebut tanpa sadar air itu adalah sisa Elang yang dia minum barusan.


"Terimakasih" ucap Elina namun Elang hanya mengangguk dan berniat ingin kembali ke kamar. "Lang" panggil Elina.


Elang menoleh. "Ada apa?".


Seketika Elina gelagapan saat Elang menatap nya. "Ngak makan dulu" ucap Elina.


"Enggak usah" kata Elang lalu kembali melangkah, namun baru beberapa langkah Elang malah berhenti dan kembali menoleh menatap Elina. "Besok lo ngak usah ke sekolah" kata nya dan tanpa menunggu jawaban Elina, Elang lalu bergegas kembali ke dalam kamar.

__ADS_1


.


.


.


Setelah hampir sebulan menikah, baru kali ini Elang menginap di apartemen membuat suasana begitu canggung. "Gimana nih" lirih Elina sembari mondar mandir di depan pintu kamar.


Elina bingung, apakah dia harus masuk ke dalam kamar itu dan tidur bersama Elang? Ohh tidak, rasa nya Elina tidak sanggup berada satu kamar bersama Elang. Tapi jika tidak masuk, Elina mau tidur di mana? mana mungkin Elina tidur di sofa tidak menggunakan bantal ataupun selimut.


Elina gelagapan. "Gue mau ambil bantal tapi.. aaaa.. " Tiba-tiba saja Elang menggendong tubuh mungil Elina. "Lang, lo apa apaan sih, turunin gue" Elina memberontak namun Elang menghiraukan nya begitu saja dan terus berjalan menuju ranjang.


"Lo mau ngapain!!" bentak Elina yang merasa takut jika Elang melakukan hal di luar batas.


Elang berdecak. "Lo bisa diem ngak sih! mending lo tidur dari pada marah marah ngak jelas" gerutu Elang lalu mengambil satu buah bantal dan berjalan menuju sofa.


Elina terus memperhatikan gerak gerik Elang yang berjalan ke sofa dan bersiap untuk tidur. "Lo tidur di situ?"

__ADS_1


"Terus gue harus tidur di samping lo, gitu?" tanya Elang balik seraya memejamkan mata nya.


"Cih, ogah gue deket lo" kata Elina lalu menarik selimut dan segera tidur.


Hampir satu jam Elina belum juga bisa tidur, entah mengapa Elina merasa gelisah padahal tiap malam Elina tidur dengan nyenyak di kamar itu. Elina lalu berbalik melihat Elang yang sudah tertidur pulas di atas sofa dengan suara dengkuran kecil.


Karena merasa tak tega, akhirnya Elina menghampiri Elang untuk memakai kan selimut agar Elang tak kedinginan. Namun siapa sangka jika Elang malah menarik tangan Elina hingga Elina jatuh tepat di atas dada Elang.


Seketika wajah Elina memerah seperti tomat dan jantung yang terus berdetak kencang saat Elang mengikis jarak antara mereka. Hembusan nafas Elang begitu terasa di wajah cantik Elina.


Dan tanpa aba-aba Elang malah mencium bibir Elina dan seketika mata Elina seakan ingin keluar dari tempat nya, jantung Elina kembali berdetak begitu cepat hingga nafas Elina terasa begitu sesak.


Elina lalu mendorong tubuh Elang dan segera berlari menuju tempat tidur. Setelah sampai di atas kasur empuk, Elina lalu segera menutupi diri nya dengan selimut.


"First kiss gue" lirih Elina seraya memegang bibir nya. Walaupun Elang hanya mencium nya sekilas dan Elang melakukan itu di bawah alam sadar nya tapi itu mampu membuat jantung Elina berdetak kencang dan nafas yang tak karuan.


Seperti nya malam ini Elina tidak akan bisa tidur nyenyak memikirkan kejadian barusan. "Aaarrrgghhhh.. Elang sialan, awas lo ya" pekik nya dalam hati seraya meninju bantal dengan emosi dan terus menggerutu akan kebodohan nya.

__ADS_1


__ADS_2