Di Nikahi Ketua Genk Motor

Di Nikahi Ketua Genk Motor
Masa Orientasi Siswa Baru


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, masa orientasi siswa baru di seluruh sekolah di mulai serentak hari ini. Elina melangkah kan kaki dengan ragu di halaman aula mengingat diri nya akan satu sekolahan dengan Elang yang super rese itu.


n. Jantung Elina berdegup kencang, beberapa kali Elina membuang nafas untuk menetralisir rasa cemas yang sejak semalam menginap di hati nya.


Seperti siswa baru pada umum nya, Saat ini Elina mengenakan atribut yang menurut nya tak masuk akal, papan nama dari kardus dan tali rafi tergantung di dada Elina, tas dari kantong kresek dan rambut yang di kuncir sesuai dengan tanggal lahir nya, Elina benar benar cosplay jadi orang gila hari ini.


Rasa gugup, takut dan cemas, itu lah yang di rasa kan oleh Elina saat ini. Elina sangat gugup karena hari ini adalah hari pertama Elina mengikuti kegiatan Mos di tingkat SMA. Rasa takut juga terus Elina rasa kan, Elina takut jika Elang akan membocorkan rahasia pernikahan mereka pada seluruh siswa lain.


Semalam Elina meminta kepada Elang untuk merahasiakan pernikahan mereka dan Elina juga meminta untuk tidak saling menyapa atau apa pun itu yang menimbulkan kecurigaan pada siswa lain namun jawaban Elang membuat hati Elina semakin cemas karena Elang mengatakan jika dia tidak bisa berjanji untuk menjaga rahasia pernikahan mereka.


Terjadi perdebatan antara Elina dan Elang yang cukup segit, hingga akhirnya Elang mengatakan jika diri nya tidak akan membocorkan rahasia pernikahan mereka tetapi dengan satu syarat yaitu Elina harus meng jaga jarak dengan lawan jenis nya saat berada di sekolah dan persyaratan Elang pun di iya kan oleh Elina dengan cepat.


"Elina"


Lamunan Elina buyar saat melihat Alin sedang berjalan menghampiri nya. "Alin" lirih Elina yang nampak jelas bahagia melihat Alin yang ternyata sekolah di sini juga.


Setelah Alin sampai di hadapan Elina, dengan rasa bahagia Elina berhambur memeluk Alin dan begitu pun sebaliknya. mereka berdua bersahabat sejak masih SD namun saat mereka lulus Elina dan orang tua nya memilih pindah ke sebuah desa.

__ADS_1


"Gue rindu banget sama lo, lo dari mana aja sih? setelah lulus SD lo malah menghilang" terlihat wajah Alin sedikit kecewa mengingat berapa sakit nya kehilangan seorang sahabat yang tiba-tiba saja pergi tampa pamit.


Elina menangkup pipi Alin dengan gemas seraya berkata. "Maaf, waktu itu gue ada urusan penting banget harus segera pergi dan tidak sempat pamit dengan lo" jawab Elina.


"Gue terima kata maaf, gue mau di traktir makan sepuas nya di kantin, gimana?" ujar Alin dengan expresi marah padahal dia hanya bercanda. Elina hanya mengangguk sembari tersenyum manis karena hal ini sudah biasa bagi mereka.


.


.


.


Pasalnya MOS kali ini akan di pimpin penuh oleh Elang, seluruh siswa adalah tanggung jawab Elang dan beberapa anggota OSIS lain nya.


"Lang, bangun"


Satu tepukan di pundak Elang tidak mempan untuk membangun nya dari tidur nyenyak nya. Reno kembali menepuk pundak Elang sedikit keras agar pria berandalan di hadapan nya ini terbangun namun Elang hanya berdehem saja tanpa berniat untuk bangun.

__ADS_1


"Elang Samudera" teriak Reno sembari memukul meja berkali kali, walaupun tangan nya sedikit pedih namun hal itu mampu membangun kan Elang.


Elang berdecak kesal. "Apasih lo, berisik banget" tatapan Elang seakan ingin memangsa manusia di depan nya hidup hidup.


"Acara MOS bentar lagi mulai, loh malah tiduran di mari, stress lo" keluh Reno, sedangkan Elang masih terdiam sembari mengumpulkan puing-puing kesadaran nya.


"Malah bengong lo, buruan Lang" kata Reno sembari menarik narik tangan Elang.


"Lo duluan, gue mau ke toilet bentar"


"Mau ngapain lo, itu acara nya mau di mulai, yakali ratusan siswa baru nungguin lo di bawa terik matahari, bisa jadi ikan kering mereka"


Elang menatap Reno dengan malas, bahkan untuk mencuci wajah saja Elang tidak bisa. Elang lalu mengambil air mineral di atas meja dan berjalan keluar kelas mendahulukan Reno.


Elang membuka botol mineral tersebut lalu membasahi rambut dan wajah nya agar rasa kantuk nya sedikit berkurang. "Ahh Elang Berdemage banget sihh" ucap seorang gadis yang melihat Elang menyugarkan rambut nya yang basah ke belakang.


"Jiah elah, malah tebar pesona, buruan napa" kesal Reno melihat Elang yang jadi tontonan para anggota OSIS lain nya.

__ADS_1


"Brisik" jawab Elang lalu melemparkan botol kosong itu ke arah Reno dan berjalan menuju aula tempat siswa baru di kumpul kan. Tak butuh waktu lama bagi Elang dan Reno untuk sampai di aula dan segera masuk.


__ADS_2