Di Nikahi Ketua Genk Motor

Di Nikahi Ketua Genk Motor
Balapan


__ADS_3

Di malam yang sunyi, Elina menikmati waktu kesendirian nya sembari mendengar kan musik dan melihat indah nya kota jakarta dari lantai 30 tepat di depan jendela apartemen nya.


Sejenak Elina memejamkan mata nya, menikmati semilir angin malam yang menerpa wajah cantik nya. Malam ini Elina benar benar ingin menikmati malam nya tanpa gangguan dari pria menyebal kan itu, siapa lagi kalau bukan Elang.


Beberapa menit berlalu, malam semakin larut dan Elina memilih untuk merebahkan tubuh nya yang lelah di atas kasur empuk. "Ayah bunda, Elina rindu" Lirih Elina sembari menatap foto orang tua nya di galeri ponsel Elina dan tak lama kemudian Elina pun tertidur pulas.


.


.


.


Di sisi lain terlihat Elang yang sedang menatap ponsel nya sembari tersenyum, entah apa yang membuat pria tampan itu tersenyum manis. "Woyy.. Kesambet setan apaan lo" Reno menepuk sedikit keras bahu Elang berniat mengaget kan Elang.


Senyuman manis yang tadi terukir jelas di bibir nya kini berganti umpatan, sembari menatap kesal ke arah Reno. "Seperti nya Elang sudah kerasukan setan mak kunti" seloroh Adhyt dengan gelak tawa.


Elang berdecak kesal. "Minggir kalian, ganggu saja" ujar Elang memutar kedua bola mata nya dengan malas.

__ADS_1


"Yaelah, pak ketua galak amat"


"Minggir" kata Elang sembari menyalakan motor nya dan bersiap untuk melakukan balapan dengan beberapa anak geng motor lain nya.


Adhyt, Reno dan Ryan pun mundur dan memberi ruang bagi Elang untuk melajukan motor kebanggaan nya. Suara teriakan dari penonton dan anggota masing-masing tim terdengar riuh.


Suara aba-aba dari seorang wanita yang berdiri di tengah gerombolan pembalap pun terdengar jelas. Wanita itu mulai menghitung angka 3 2 dan 1 lalu mengibarkan bendera yang dia pengang sedari tadi hingga sedetik kemudian Elang dan beberapa lawan nya mulai menarik pedal gas dengan kecepatan tinggi.


.


.


"Semangat pak Ketua" teriak Reno seraya bertepuk tangan, walaupun tidak di dengar dan di lihat oleh Elang.


Dua detik kemudian motor Elang berhenti setelah melewati garis finish. Seluruh anggota Elang comunity berhamburan ke arena balapan menghampiri Elang. "Hebat bray, untuk kesekian kali nya lo mengalahkan mereka semua" kata Ryan seraya menepuk pundak Elang.


Sementara Elang hanya tersenyum lebar dengan antusias seluruh anggota. Elang lalu melirik arloji yang melingkar di tangan kekar nya dan ternyata sudah menunjukkan pukul 11 malam.

__ADS_1


Elang terdiam sejenak mengingat Elina yang berada di apartemen sendirian, beberapa menit kemudian lamunan Elang buyar saat adhyt kembali menepuk pundak nya. "Yuk ke markas rayain kemenangan pak Ketua" kata Adhyt dengan bangga.


"Sorry bro, malam ini gue harus balik" ujar Elang dan seketika membuat anggota nya mendesah pelan.


"Tumben?" tanya Ryan menatap Elang seolah tidak percaya dengan ucapan Elang, karena selama bersama Elang, Ryan tahu jika Elang sangat malas pulang ke rumah nya bahkan sering kali Elang menginap di markas setiap selesai balapan.


"Bang revan nyuruh gue balik cepat" jawab Elang berbohong padahal Elang ingin segera pulang karena mengingat Elina yang berada di apartemen sendirian, entah mengapa Elang jadi khawatir pada gadis galak itu.


"Tumben pak ketua nurut biasanya bodoh amat" Ujar Reno yang di hiasi gelak tawa dari mereka semua.


Elang berdecak pelan. "Ck, ayok ke markas" jawab Elang dengan terpaksa sembari memutar bola matanya dengan malas namun anggota yang lain malah tertawa penuh kemenangan.


Setelah mendengar ucapan Elang, seluruh anggota pun bergegas menghampiri motor nya masing-masing lalu menyalakan dan melajukan motor mereka ke basecamp.


Sebenarnya Elang ingin pulang menghampiri Elina karena setelah melihat Elina yang baru saja tertidur membuat Elang tersenyum tanpa henti entah apa yang ada di otak Elang.


Ternyata Elang sudah memasang CCTV di setiap sudut apartemen nya karena khawatir jika terjadi sesuatu pada Elina, mengingat diri nya jarang berada di rumah atau pun apartemen. Elang memasang

__ADS_1


__ADS_2