Di Paksa Nikah

Di Paksa Nikah
bab 12


__ADS_3

...****************...


**Sore hari Abraham pulang lebih cepat dari biasanya dia ingin mengintrogasi Sesil, karena dia cemburu kepada Sesil yang sudah jalan dengan laki-laki lain selain dirinya, dan dia juga berani pergi enggak ijin dulu.


Setelah Sesil , Naya dan Arya selesai makan mereka langsung pulang karena sudah sore, Naya diantar hanya sampai pertigaan rumahnya karena rumah dia msih masuk ke dalam gang, kemudian Arya langsung mengantarkan Sesil sampai depan gerbang komplek karena dia juga tidak berani membawa orang lain masuk ke perumahan tempat dia tinggal.


setelah turun dari mobil Sesil langsung berjalan kaki menuju rumahnya di depan rumah sudah ada Abraham yang sedang duduk di teras sambil menikmati udara sore hari, Sesil seperti biasa menyapa Abraham.


Sore mas.... tumben pulang sore, sambil menyalami tangan Abraham


Memang kenapa!!... saya nggak boleh pulang sore ke rumah saya sendiri.... kata Abraham ketus


Kamu dari mana sore begini baru pulang... terus pake jalan sama laki-laki, apa kamu sudah lupa dengan status kamu heh... sinis Abraham


apa setiap hari kelakuan kamu seperti ini hah... jalan sama laki-laki, makan berdua, ketawa bersama, kalau kamu sudah nggak mau menjalankan pernikahan ini saya sudah pernah bilang tunggu sampai 6 bulan apa kamu nggak bisa nunggu kesal Abraham.


Sesil yang di bentak seperti itu merasakan sakit karena baru kali ini dia melihat kemarahan Abraham, air mata keluar begitu saja dari mata Sesil tanpa di suruh

__ADS_1


" jawab... kenapa kamu jalan sama laki-laki itu!!... "tegas Abraham tapi suaranya lebih rendah dari sebelumnya


maaf mas... kata Sesil, aku terpaksa ikut dengannya, tadi aku juga sudah menolaknya tapi aku juga lapar mas, di kampus aku belum makan siang, dan mau pulang juga aku nggak punya ongkos buat bayar angkutan, maaf selama kita menikah mas kan belum pernah ngasih Sesil uang pegangan, selama ini Sesil hanya pakai uang sisa kiriman ayah bulan lalu.. lirih Sesil


Abraham pun tersentak dengan perkataan Sesil, dia langsung pergi ke kamarnya begitu saja tanpa bicara.


sesampainya di kamar Abraham merasakan kesal kepada dirinya sendiri kenapa dia mudah sekali terbawa emosi ketika melihat Sesil dekat dengan laki-laki lain.


...****************...


**Pagi harinya Sesil melakukan aktivasi seperti biasanya, dia melakukan pekerjaan rumah yang biasa dia kerjakan karena sisanya akan di lakukan oleh mbok Romlah kebetulan hari ini jadwal mbok Romlah membersihkan rumahnya.



Ini buat kamu.... maaf kemarin aku sudah marah - marah sama kamu, gunakan itu semau kamu, itu tanda bukti aku menapkahi kamu secara materil, maaf kalau aku telat memberikannya, pin ya sesuai tanggal lahir kamu.


dan untuk kendaraan mulai besok kamu akan aku sediakan supir untuk antar jemput kamu, dan mulai hari ini pula mbok Romlah dari rumah mamah akan tinggal di sini buat nemenin kamu.

__ADS_1



"terimakasih mas... " Sesil membuka tas kecil itu, isinya ada sejumlah uang cash, dan beberapa kartu ATM, dari berbagai macam Bank tempat Abraham menyimpan uang.


mereka pun melanjutkan sarapan dalam keheningan, tak ada yang memulai pembicaraan lagi setelah itu, baik Abraham dan Sesil asik dengan diamnya mereka masing-masing.


.


.


.


.


.


mohon dukungannya dan jangan lupa like, koment, vote nya

__ADS_1


author sangat mengharapkan kritik dan sarannya, karena author masih pemula terimakasih ❤💞❤💞❤💞❤💞**


__ADS_2