Di Paksa Nikah

Di Paksa Nikah
bab 23


__ADS_3

Di lain tempat Abraham kebingungan mencari Sesil, karena di depan gedung kantor Sesil sudah tidak ada, dia pun berlari menuju mobilnya tujuan Abraham adalah rumah semoga saja Sesil pulang ke rumah, Abraham akan menjelaskan semuanya dan meminta maaf atas kelakuannya selama beberapa hari ini yang acuh pada Sesil.



Sesampainya di rumah Abraham langsung memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam rumah dan memanggil-manggil nama Sesil .



"Sesil... Sesil... Sayang kamu di mana"


Karena tidak ada jawaban dari Sesil Abraham pun pergi ke dapur terlebih dahulu karena Sesil biasanya suka berada di sana, tapi ketika Abraham sampai dapur diapun tidak menemukan Sesil.


Abraham ingin bertanya pada simbok Romlah, kemana Sesil tapi simbok Romlah pun sedang tidak ada di rumah, mungkin simbok sedang belanja pikirnya.



Abraham pun berlari ke kamarnya yang ada di atas dia berharap Sesil ada di kamar sedang istirahat, tapi begitu masuk ke dalam kamar, Abraham pun tak menemukan Sesil, di kamar mandi pun Sesil tidak ada karena pintu kamar mandi terbuka jadi Abraham bisa langsung tau tidak ada siapapun di dalam.

__ADS_1



Abraham pun bingung dia harus mencari Sesil kemana, Abraham takut kalau sampai kedua orangtuanya tau kalau Sesil pergi dari rumah, Abraham juga bingung nanti harus bicara apa pada kedua mertuanya, kalau sampai Sesil benar-benar pergi dari rumahnya.



Sebelum mencari Sesil ke luar Abraham berganti pakaian dulu, betapa terkejutnya Abraham ketika membuka lemari pakaiannya, dia melihat sebagian pakai Sesil tidak ada, Abraham pun melihat ke tempat penyimpanan tas Sesil dan dia melihat salah satu tas besar Sesil tidak ada.



Abraham pun meluruh ke lantai sambil menangis, dia tak kuasa dengan apa yang sedang menimpanya, Abraham belum siap kehilangan Sesil, karena dia baru sebentar merasakan cinta yang sesungguhnya, Abraham sadar selama tinggal dengan Sesil dia belum pernah menyatakan cintanya pada Sesil, tapi Abraham benar-benar mencintai Sesil tanpa alasan apapun.




Abraham sadar Sesil tidak pernah menuntut ini itu bukan karena dia tidak ingin, tapi Sesil selalu mengedepankan rasa percaya dan mengerti keadaan.

__ADS_1



Abraham pun bangkit dan pergi keluar untuk mencari Sesil, Abraham berharap Sesil belum terlalu jauh pergi, Abraham ingin mencari Sesil kepada teman-teman Sesil, tapi dia sadar selama ini Abraham terlalu tidak perduli pada Sesil, sehingga Abraham pun tidak tau siapa saja teman Sesil.



Dia pun mencari Sesil di sepanjang jalan yang biasa Sesil lalui menuju kampusnya tapi nihil Abraham tak menemukan Sesil, dia mencari ke setiap jalan menuju terminal pun Sesil tidak ada, Abraham pun mencari ke jalan yang menuju stasiun barangkali Sesil berencana pulang, tapi nihil sampai malam menjelang Abraham belum menemukannya.



Diapun pulang ke rumah sudah larut malam, keesokan paginya ketika Abraham hendak sarapan dia bertemu dengan mbok Romlah, Abraham pun menceritakan semua ke gundah gulana annya, mbok Romlah hanya bisa menenangkan Abraham supaya berpikir tenang dan lebih berusaha lagi mencari Sesil.


.


.


.

__ADS_1


terimakasih buat yang masih nungguin up, maaf ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿปkarena sekarang jarak up,


__ADS_2