Di Paksa Nikah

Di Paksa Nikah
bab 21


__ADS_3

...****************...


Setelah dari kantor Abraham, Sesil kembali ke rumah dan mengambil sebagian pakaiannya Sesil berniat menenangkan dirinya, dan untuk sementara waktu dia akan menjauh dari kehidupan Abraham, tapi baru saja Sesil keluar dari komplek rumahnya pusing kepala menyerangnya hingga dia pingsan di tempat.


petugas keamanan gerbang komplek yang melihatnya pun berteriak minta tolong pada orang-orang, ada beberapa orang yang datang dan langsung menolong Sesil dengan menelpon ambulance.


Sesil pun di bawa ke klinik terdekat, setelah Sesil sadar dari pingsannya dokter memberi tahu perihal keadaannya.



"Alhamdulillah sekarang ibu Sesil sudah siuman, saya hanya ingin memberi kabar bahagia pada ibu, selamat atas kehamilannya , mohon ibu jaga kandungannya soalnya kandungan ibu masih lemah, dan untuk memastikan berapa usia kandungan ibu, segera periksakan ke dokter kandungan ya bu".ucap sang dokter sambil memberikan resep vitamin



" terimakasih dokter "ucap Sesil sambil menerima resep obatnya



Sesil keluar dari ruangan itu sambil termenung" alhamdulillah ya Allah, terimakasih kau telah titipan dia di rahimku"ucap Sesil sambil mengelus perutnya yang masih rata



"sayang mamah bukannya nggak bahagia dengan hadirnya kamu, tapi mamah takut belum bisa jaga, dan bahagiain kamu apalagi sekarang papah kamu.... " Sesil tak kuasa melanjutkan kata-katanya dia begitu sedih mengingat kembali kejadian di kantor Abraham.


__ADS_1


Sesil bingung sekarang antara harus pergi jauh atau tidak dari Abraham, jujur kalau harus egois dia ingin pergi dan menyembunyikan kehamilannya dari Abraham, tapi Sesil sadar kalau dia egois yang akan jadi korban nantinya yang paling tersakiti bukan dia maupun Abraham, tapi anaknya lah yang akan paling tersakiti.



setelah Sesil menebus resep vitaminnya Sesil keluar dari klinik itu, Sesil menenteng tasnya kembali, Sesil berjalan sampai di taman dekat klinik tersebut lalu dia duduk di kursi taman tersebut.



Sesil menelpon ibu mertuanya karena bagaimanapun orang yang berhak tau kelakuan anaknya adalah orangtuanya, Sesil percaya mamah Miranda tidak akan menyudutkannya, dan tidak akan membela Abraham anaknya walaupun Abraham benar, karena selama Sesil menjadi menantu di rumah itu dia selalu di perlakuan layaknya anak di rumah itu.


"hallo.... assalamu'alaikum" ucap Sesil setelah telponnya di angkat


"waalaikumusalam sayang apa kabar" tanya mamah Miranda.


"mah.. Sesil pengen ketemu sama mamah.. hiks... hiks.. " kata Sesil sambil menahan isak tangisnya.


"mamah bisa jemput Sesil di taman Xxx dekat klinik X, Sesil tunggu ya mah... assalamualaikum" ucap Sesil sambil menangis dan menutup telponnya



"Wassalamu'alaikum" jawab mamah Miranda



Mendapatkan telpon dari Sesil sambil menangis mamah Miranda begitu cemas dia langsung menyusul ke tempat yang di sebut Sesil tadi.

__ADS_1



Sesampainya di taman mamah Miranda langsung menghampiri Sesil yang sedang menangis di tempat duduk di taman itu,mamah Miranda langsung menghampiri Sesil dan memeluknya.



"sayang kamu kenapa nangis di sini dan ini kenapa bawa tas besar begini, kamu mau kemana" heran mamah Miranda sambil menunjuk tas yang ada di samping Sesil.



Sesil pun menceritakan semuanya sama mamah Miranda dari awal Abraham cuek dan sampai akhirnya Sesil melihat kejadian yang tidak seharusnya dia lihat di kantor Abraham, dan yang lebih membuat Sesil menangis, Sesil menceritakan tentang kehamilannya pada mamah Miranda, dan juga kegelisahan dia bagaimana kehidupan anaknya nanti tanpa ayahnya.


.


.


.


.


.


...****************...


maaf beberapa hari ini nggak bisa nulis soalnya lagi di suruh istirahat total, mohon do'a nya supaya bisa beraktifitas seperti biasaπŸ€—πŸ€—

__ADS_1


dan terimakasih buat yang sudah mampir ke karya receh author πŸ€πŸ€πŸ€


__ADS_2