Di Paksa Nikah

Di Paksa Nikah
bab 25


__ADS_3

Tetapi belum juga sampai keranjangnya Sesil hampir saja kehilangan keseimbangan nya, bibik pun segera merangkul Sesil dan membantu menidurkan Sesil di ranjang.



" Terimakasih bii... Udah bantu Sesil, maaf saya merepotkan bibik"


"Tidak mbak, mbak Sesil tidak merepotkan ko justru saya senang ada mbak Sesil di sini jadi ada teman, terus ibu juga jadi jarang pergi, jadi rumah nggak sepi" Kata sang pembantu sambil tersenyum tulus.



"Kalau begitu bibik panggil ibu sama bapak ya mbak, biar mbak di panggilkan dokter kasian si dedek bayi yah takut kenapa-kenapa, kalau ibu tidak di kasih tau nanti saya yang kena marah".



" Iya bii... Sekali lagi terimakasih kalau boleh minta tolong buatin saya susu panas ya , "


"Iya mbak.....sama-sama jangan sungkan" Balas sang pembantu sambil berlalu keluar dari kamar itu.



Bibi Lastri pembantu di rumah itu pun turun dan menuju dapur untuk membuat susu panas pesanan Sesil,setelah membuat susu bibik Lastri mengantarkan nya sambil melewati tuan dan nyonya untuk memberitahu keadaan Sesil.


__ADS_1


Sesampainya di ruang keluarga, bibik Lastri kaget karena ada tuan muda Abraham di sana, bibik Lastri pun bingung harus bicara atau tidak.



"Maaf tuan, nyonya bibik boleh bicara sebentar" Ucap bibik Lastri gugup



Abraham yang membelakangi bibik Lastri pun menoleh dan bertanya "bibik membuat susu buat siapa, ko sampai meu bicara saja sampai gugup begitu" Heran Abraham karena dia tau orangtuanya sedang menikmati teh.



"Iya bii kenapa?? " Kata nyonya Miranda




"Nyonya tadi mbak Sesil muntah-muntah dan hampir pingsan, terus kata mbak Sesil perutnya nggak enak begitu" Bisik bibik pelan-pelan takut terdengar Abraham.



Mamah Miranda begitu terkejut dan panik dia pun langsung bangkit dan berbisik pada papah Alex, mamah Miranda pun langsung pergi dengan bibik Lastri ke atas, dan mamah Miranda langsung menelpon dokter untuk datang ke rumah nya.

__ADS_1


Melihat mamah Miranda begitu panik dan langsung pergi, membuat Abraham curiga dia pun langsung bergerak cepat dan mengikuti mamah Miranda ke lantai atas menuju kamarnya.


...****************...


sepeninggal bibik Lastri Sesil bangun dan duduk di ranjangnya ingin melihat hpnya dan berniat menelpon orangtuanya, tapi begitu membuka layar hpnya Sesil melihat ada tiga panggilan tidak terjawab dan satu 📩pesan masuk dari Abraham.



Sesil pun membaca pesan itu, dia begitu bahagia dengan kata yang pertama Abraham ucapkan"sayang"Sesil berpikir apakah Abraham sekarang sudah mencintainya, atau Abraham sudah tau tentang kehamilannya.



Sesil tidak ingin Abraham memintanya kembali hanya karena calon anak mereka, tapi Sesil ingin Abraham menginginkannya kembali karena murni dia benar-benar menginginkan Sesil bukan karena ada anak di antara mereka.


...****************...


Begitu sampai di lantai dua mamah Miranda langsung menghampiri Sesil yang sedang duduk bersandar pada kepala ranjang.



"sayang kamu kenapa" Ucap mamah Miranda khawatir sambil duduk dekat Sesil


"ngga apa-apa mah, mamah jangan khawatir yaa, tadi perut aku hanya keram sedikit" kata Sesil sambil tersenyum takut mamah Miranda panik

__ADS_1


bibik Lastri pun masuk dan menaruh susu panas yang di pinta Sesil "mbak susu nya bibik taruh di meja ya, bibik mau kembali ke bawah dulu untuk menyiapkan makan malam nanti" mari nyonya mbak, pamit bibik Lastri


"iya bii... Terimakasih" jawab Sesil dan mamah Miranda.


__ADS_2