Di Paksa Nikah

Di Paksa Nikah
bab 18


__ADS_3

...****************...


Hari kedua Sesil masih enggan keluar kamar, karena pagi tadi pun Abraham tak ada habisnya meminta jatah pada Sesil walaupun begitu Sesil tak mempermasalahkan, karena ini sudah kewajibannya hanya Sesil di landa cape luar biasa karena stamina Abraham tidak ada habisnya.


melihat Sesil yang kelihatan lelah sekali Abraham pun tidak tega meninggalkannya ke kantor, akhirnya hari ini Abraham menemani Sesil di rumah dan menyuruh asistennya mengantarkan ke rumah dokumen yang penting yang harus di tanda tangan ni, selebihnya dia meminta kerjaannya di Kirimkan ke emailnya saja.


Simbok Romlah pun heran istrinya sakit kenapa Abraham hanya membiarkannya di rumah kenapa tidak di bawa ke rumah sakit, karena melihat tuanya hanya santai-santai saja dengan kerjaannya sedangkan sangat istri di kamarnya sedang sakit simbok Romlah pun laporan pada nyonya Miranda.


tutt...



tutt..



"hallo... assalamu'alaikum.. " suara balasan dari seberang telpon


"hallo nyonya... ini simbok"

__ADS_1


"iya, mbok ada apa?? tumben mbok telpon... " heran nyonya Miranda



"begini nyonya, mbok heran non Sesil sudah dua hari sakit nggak keluar kamar juga tapi tuan Abraham dia tidak terlihat khawatir, bahkan sekarang tuan malah sedang bekerja di ruang tamu dengan asistennya, saya khawatir terjadi sesuatu nyonya, tapi tuan Abraham menutup- nutupi, setiap saya tanya hanya bilang non Sesil kurang istirahat.... " penjelasan mbok Romlah panjang lebar.



Mendengar keadaan menantunya nyonya Miranda pun begitu khawatir, lalu dia bersiap- untuk segera pergi ke rumah Abraham, kalau benar Abraham membiarkan istrinya sakit nyonya Miranda akan marah dan bertindak tegas.



sesampainya di rumah Abraham nyonya Miranda langsung masuk ke rumah dan menuju kamar Sesil, ketika hendak menaiki tangga nyonya Miranda melihat mbok Romlah sedang menyiapkan minuman untuk dua orang, nyonya Miranda pun menghampiri dan bertanya.



" buat tuan Abraham dan asistennya nyonya, mereka ada di taman belakang katanya ada meeting online "jawab mbok Romlah


__ADS_1


" ooo... ya sudah saya ke atas dulu kalau begitu untuk melihat Sesil "balas nyonya Miranda balik


nyonya Miranda pun berlalu dan menuju kamar yang di tempati Sesil di lantai dua, nyonya Miranda bergumam" awas saja kamu abra kalau sampai mantu mamah kamu biarkan sakit tidak kamu bawa ke rumah sakit"kesal nyonya Miranda padahal dia belum melihat keadaan Sesil sebenarnya.


"ini tuan minumannya, maaf tuan barusan nyonya Miranda datang dan sekarang lagi nemuin non Sesil di kamarnya" ucap mbok Romlah



"Abraham pun panik mendengar mamahnya datang, dia langsung menyuruh sangat asisten untuk pulang dan meninggalkan mbok Romlah dan Romi sangat asisten di belakang.



Abraham langsung berlari menuju kamarnya dimana sang istri berada, begitu membuka kamarnya Abraham begitu malu melihat sang mamah sedang mengobati punggung mulus sang istri yang berubah menjadi belang-belang merah Akiba ulahnya.


mamah Miranda pun berbalik menyadari ada orang yang membuka pintu, dia langsung memberikan tatapan mendelik kepada Abraham karena begitu geram dengan ulah sang anak pada menantunya, dia memang ingin segera memiliki cucu dari Abraham tapi tidak seganas ini pula pada sang istri.


ketika membantu Sesil mengobati punggungnya, dan menyadari ada Abraham mamah Miranda pun membuat sindiran buat anaknya.


__ADS_1


"Sesil sayang lain kali kalau ada nyamuk ganas mendekati kamu kamu pukul saja yang keras jangan asal mau saja" cerocos mamah Miranda.


"iya mah"... Sesil hanya bisa meng iyakan saja perkataan sang mamah mertua karena pada kenyataannya walaupun dia berusaha menghindari Abraham toh akhirnya pertahanan dia pula yang runtuh karena rangsangan dari Abraham.


__ADS_2