
......................
ketika Abraham dan Sesil masuk ke loby perusahaan para karyawan yang melihat melihat mereka masuk begitu takjub dengan kecantikan alami Sesil, ada juga yang heran dengan datangnya Abraham membawa seorang perempuan ke kantornya, karena ini semua kelangkaan.
"wah siap itu yang di bawa pimpinan kita! "
"cantik alami"
"sederhana namun elegan"
"beruntungnya dia, bisa di gandeng seperti itu sama bos kita"
"apakah itu calonnya bos kita?.. "
"patah hati aku, pak Abraham bawa perempuan ke kantor"
Itulah sebagian kata-kata dari sebagian karyawan Abraham yang melihat mereka masuk, baik laki-laki maupun perempuan meraka mengagumi kecantikan alami Sesil.
Tapi beda halnya dengan seorang karyawan di meja resepsionis, salah satu dari mereka ada yang bermuka pucat karena di masa lalu dia pernah berbuat sinis pada Sesil ketika Sesil mengunjungi kantor beberapa waktu lalu.
__ADS_1
resepsionis itu hanya menunduk hormat ketika Sesil dan Abraham melewati meja mereka, begitu juga Sesil dia menjawab setiap sapaan hormat dari karyawan yang menyapa atasan mereka lewat, dengan sapaan kembali dan senyuman nya, lain halnya dengan Abraham yang hanya berlalu begitu saja tanpa ingin membalas kembali sapaan karyawan nya.
ketika mereka memasuki lift khusus petinggi perusahaan, Abraham memeluk Sesil sambil bicara"aku nggak suka kamu senyum terus sama karyawan aku, aku nggak rela mereka melihat senyum kamu yang indah ini"sambil menyentuh bibir Sesil.
"mulai lagi deh.... " batin Sesil sambil mencebik.
"kenapa sih hm... apa setiap kali mereka menyapa,mas nggak pernah jawab? " tanya Sesil
"hm.. " hanya deheman yang keluar dari mulut Abraham dia tidak mau melanjutkan obrolan mereka karena pintu lift sudah akan terbuka dan mereka langsung keluar.
Setelah menunggu beberapa saat orang dari WO pun datang mereka tidak terlalu lama membicarakan konsep resepsi pernikahan mereka karena Abraham dan Sesil tidak banyak menuntut acara yang ribet, hanya ingin acara yang santai, elegan, sederhana namun terlihat mewah.
Waktu pun beranjak siang Sesil yang menunggu Abraham di ruangan itupun merasa bosan, karena Abraham sibuk bekerja.
"mas.... "
"iya sayang... kenapa? " ucap Abraham mendongak melihat Sesil yang sedang cemberut melihat Abraham
"bosen" kata Sesil sambil berjalan ke meja Abraham.
__ADS_1
"aku juga laper, dari tadi nggak ada makanan apa? " protes Sesil
Abraham yang melihat Sesil mendekat padanya pun begitu gemas dengan ekspresi Sesil yang cemberut karena bosan, dia pun menarik Sesil untuk duduk di pangkuannya.
"mommy sama baby laper, mau makan siang di luar, atau di sini aja,soalnya mas masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan"ucap Abraham sambil mengelus perut Sesil.
"aku nggak mau makan yang berat, ngemil aja boleh nggak" pinta Sesil
"boleh, tapi.. jangan yang nggak sehat ya, mas pesenin aja dari restoran depan ya, nyuruh pegawai yang beli"
"ya udah boleh, aku juga males keluar" manja Sesil.
Abraham pun menggunakan interkom kepada asistennya untuk membelikan beberapa jenis cemilan untuk Sesil dari restoran yang ada di depan kantornya.
__ADS_1
karena melihat Abraham masih banyak kerjaan akhirnya Sesil pun menunggu pesanan makannya di ruang istirahat tempat Abraham istirahat ( lebih tepatnya kamar yang sering di gunakan Abraham dahulu bila sedang lembur tidak pulang kerumah).