Di Paksa Nikah

Di Paksa Nikah
bab 24


__ADS_3

...****************...


Mbok Romlah menyarankan agar Abraham menelpon Sesil, Abraham pun baru tersadar kenapa dirinya tidak kepikiran untuk menelpon, mungkin saking kehilangan nya Abraham sampai lupa untuk menelpon Sesil dan menanyakan keberadaan nya.


Tut..


Tut..


Tut..


Sampai panggilan ketiga pun telpon Abraham tidak ada jawaban, Abraham pun semakin gelisah dia takut kalau Sesil pulang ke rumah orangtuanya, Abraham bingung apa yang harus dia katakan nanti, Abraham hanya mengirim pesan kepada Sesil.



"Sayang maaf, tolong kabari aku kamu sekarang di mana, jangan hukum aku dengan kamu pergi, sayang aku tau aku salah telah mengabaikan mu tapi percayalah aku tidak pernah menduakan mu, sayang maaf dan tolong kembalilah"


__ADS_1


Hari inipun Abraham tidak ke kantor dia masih berharap kalau Sesil masih ada di daerah itu, dia berharap Sesil belum pergi jauh, apalagi setelah tadi dia menelpon Sesil tidak ada jawaban, Abraham pun menelpon sangat mertua dengan dalih menanyakan kabar mereka.



Tapi yang membuat Abraham terkejut merekapun menanyakan kabar Abraham dan Sesil apakah baik-baik saja, dari sana Abraham dapat menilai kalau Sesil tidak pulang ke rumah orangtuanya.



Waktu pun terus berjalan tidak terasa sudah tiga hari Abraham kesana kemari mencari Sesil tapi belum membuahkan hasil, Abraham pun mulai pasrah dia berencana memberitahu kedua orangtuanya tentang perginya Sesil, apapun yang terjadi dan bagaimana reaksi orangtuanya Abraham akan menerimanya dengan lapang dada.




Sesampainya di kediaman orangtuanya Abraham langsung mencari mamah Miranda, kebetulan kedua orang tua Abraham sedang duduk bersantai menikmati waktu sore hari sambil minum teh bersama.


Abraham pun duduk di depan kedua orangtuanya dia begitu gugup dan bingung harus bicara mulai dari mana.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam saja abra.... Apa ada yang mau kamu sampaikan sama mamah dan papah"...Ucap mamah Miranda yang jengah dengan diamnya Abraham



Abraham pun merasa tertohok dengan pertanyaan sangat mamah, dia tidak berani memandang wajah kedua orangtuanya, karena tatapan tajam mata orangtuanya yang menyiratkan akan kecurigaan padanya.



Dengan terbata-bata Abraham pun menceritakan semuanya sama persis dengan yang Sesil ceritakan pada mamah Miranda, tapi Abraham lebih mendetail kan cerita di kantor nya tentang siapa perempuan yang di lihat Sesil waktu itu, Abraham pun meminta bantuan papah Alex untuk mencari Sesil.


Paaph Alex yang sedari awal kesal dengan Abraham sekarang mulai mengiba dan kasihan dengan sang anak dia pun berjanji akan mencari Sesil dan membawanya pulang kembali, padahal dalam hatinya papah Alex akan berusaha membujuk Sesil supaya memaafkan Abraham, dan meluruskan ke salah pahaman antara mereka berdua.


Di lain tempat tepatnya di kamar Abraham dulu, Sesil sedang mengalami muntah-muntah tidak seperti biasanya, asisten rumah tangga yang sedang melewati kamar itupun masuk dan melihat Sesil.


"Mbak Sesil kenapa" Tanya sang pembantu sambil membantu memijat tengkuk Sesil.


__ADS_1


" Ngga tau bii,,, dari tadi pagi bawaannya lemes terus, terus tadi sehabis ngobrol sama mamah dan papah ko badan aku sedikit nggak enak gitu, mau istirahat tapi malah perut eneuk tiba-tiba "cerita Sesil sehabis membasuh mulut dan mulai berjalan menuju ranjang di bantu sang pembantu itu.


__ADS_2