
Ketika Abraham mengelus dan mencium beberapa bagian wajah Sesil, sang empunya pun merasa terganggu tidurnya.
"eungh... "suara Sesil menggeliat karena sedikit terganggu dengan elusan dan ciuman-ciuman kecil di sebagian area wajahnya.
Sesil membuka matanya, dan yang pertama dia lihat ketika membuka mata yaitu wajah sang suami yang sedang tersenyum kepadanya.
" mas... "panggil Sesil sambil berusaha duduk bersandar ke kepala ranjang.
" kamu kapan datang kenapa engga bangunin aku? "tanya Sesil lagi karena yang Abraham lakukan hanya terus memandang wajah Sesil sambil tersenyum bahagia.
" mas kamu kenapa"tanya Sesil lagi sambil menepuk pelan tangan Abraham, karena dari tadi Sesil bertanya tidak di jawab
"iya sayang.... " jawab Abraham sambil memegang tangan Sesil dan menciumnya
__ADS_1
"aku engga kenapa-kenapa ko, hanya sedang bahagia karena bisa melihat mu lagi, aku juga bahagia karena masih bisa mandangin wajah kamu sedekat ini"ucap Abraham sambil menjeda ucapannya.
" mas... aku mau kam.. "
Sebelum Sesil berbicara Abraham lebih dulu menutup bibir Sesil dengan jari telunjuknya, Abraham tidak membiarkan Sesil berbicara sedikitpun karena Abraham ingin hanya dialah yang berbicara dulu, dan Sesil hanya perlu mendengarkan semua penjelasannya tanpa sedikit pun ada yang terlewat.
Abraham meluruskan semua kesalah pahaman antara dirinya dan juga Sesil, tanpa ada sedikitpun yang Abraham lewatkan, dan tidak ada sedikitpun yang dia sembunyikan.
Setelah semuanya Abraham katakan pada Sesil Abraham merasa lega dan bebannya sedikit berkurang, rasa bersalah dan beban di hatinya sedikit terangkat dengan dia berbicara dan mencurahkan semua isi hatinya pada sang istri, semuanya telah Abraham katakan, terserah Sesil nanti bagaimana reaksi dan tanggapan sikap Sesil nanti, yang penting Abraham sudah berusaha jujur tentang semuanya, mau Sesil benci dan tidak memaafkannya pun Abraham pasrah.
"jadi setelah semua yang kamu dengar dari penjelasan dan perasaan aku, aku pasrah apapun keputusan kamu aku menerimanya" ucap Abraham pasrah.
"hey kenapa malah nangis" kata Abraham sambil menghapus air mata Sesil dengan ibu jarinya, "jangan sedih aku selalu ada untuk kamu, dan akan selalu ada di sisi kamu" ucap Abraham sambil memeluk Sesil.
Mereka pun meluapkan kebahagiaan mereka di kamar itu dengan pergulatan panas di ranjang king size itu, setelah Abraham selesai dengan olahraga siangnya dengan Sesil di atas ranjang, dia langsung menggendong Sesil ke kamar mandi untuk membersihkan badan mereka masing-masing.
__ADS_1
Setelah selesai berganti pakaian Sesil duduk kembali di ranjang itu sambil melamun bersandar ke kepala ranjang, Abraham pun mendekati Sesil dan duduk di sampingnya.
"kenapa"??? tanya Abraham
" ngga kenapa-kenapa.... aku hanya lagi sedih, dan... "ucapan Sesil sedikit menjeda
" dan ....apa?? "membuat Abraham penasaran.
" mas,,, pernikahan kita kan udah berjalan enam bulan, terus aku juga bentar lagi masuk lagi kuliah, terus... kalau ada yang nanya nanti sama aku, atau menggunjingkan aku karena semakin lama perut aku semakin besar aku harus gimana"cerita Sesil sambil bersandar di bahu Abraham, dan menuntun tangan Abraham mengelus perut Sesil yang sedikit aga buncit seperti orang gemuk.
__ADS_1
maaf karena kesibukan di dunia nyata sedikit menghambat untuk update tiap hari...
bagi yang selalu nunggu dan mampir terimakasih ๐ค๐คjangan lupa juga bunga, dan kopinya biar author melek nulisnya ๐๐