Di Paksa Nikah

Di Paksa Nikah
bab 27


__ADS_3

keesokan paginya Sesil mengirimkan pesan pada Abraham


"mas aku mau bertemu sama kamu,, ada beberapa hal yang harus kita selesaikan"


"aku tunggu kamu di rumah mamah Miranda,,,, kalau mas merasa ada yang harus di luruskan datanglah jam duabelas siang aku tunggu,,,,, Sesil... "


Ting...


Ting...


Suara pesan masuk di ponsel Abraham, tapi karena Abraham sedang di kamar mandi dia tidak mendengarnya


Sesil menunggu beberapa menit tapi belum juga ada balasan, bahkan pesannya pun belum di , , akhirnya sesil pun keluar dari kamar dan menuju ke taman bunga yang ada di samping rumah kebetulan mamah Miranda pun sedang menyiram tanaman bunga kesayangannya.


"mah... " panggil Sesil pada mamah Miranda


"iya sayang kenapa"


"aku udah coba kirim pesan sama mas Abraham tapi belum di baca juga, apa mas Abraham sibuk banget ya mah" keluh sesil


"kamu yang sabar ya, tunggu saja sampai siang mungkin Abra lagi banyak kerjaan, kan selama kamu nggak ada dia jarang masuk kantor nyariin kamu" hibur mamah Miranda karena dia tidak mau Sesil banyak pikiran dan berakibat pada kehamilannya.

__ADS_1


......................


**Di lain tempat Abraham belum mengecek ponselnya karena hari ini dia akan masuk kantor, karena banyak sekali pekerjaan yang terbengkalai karena dia jarang masuk.


Setelah melakukan pertemuan dengan rekan bisnisnya Abraham pun kembali ke ruangannya dia pun mengecek ponselnya karena menelpon sang asisten, tapi alangkah terkejutnya Abraham begitu membuka layar kunci ponselnya, Abraham melihat ada dua pesan yang belum terbaca dari Sesil.


Antara sedih senang menjadi satu, Abraham merasakan kebahagiaan yang luar biasa setelah membaca pesan yang di kirim Sesil, diapun langsung memanggil asistennya, sambil keluar dari ruang kerjanya.


"saya mau keluar tolong atur kembali jadwal saya, untuk hari ini kosongkan semua jadwal saya" ucap Abraham pada sang asisten


Abraham pun pergi dengan cepat yang menjadi tujuannya sekarang adalah rumah orangtuanya, Abraham begitu senang karena akhirnya Sesil mau bertemu dengannya, Abraham akan jelaskan semua kesalah pahaman ini.


**Setelah sampai di depan rumah orangtuanya Abraham, langsung masuk ke rumah dan memanggil Sesil.


"Sesil... sayang... Sesil" teriak Abraham di lantai bawah rumah.


Mamah Miranda pun yang mendengar teriakan Abraham langsung keluar dari kamarnya.


"ada apa sih abra....? kamu teriak-teriak siang-siang ginih" ucap mamah Miranda sambil menghampiri Abraham.


"aku nyari Sesil mah.... di mana dia, katanya tadi mau bertemu di rumah mamah, apa dia sudah datang" antusias Abraham saking bahagianya

__ADS_1


"oh... " ucap mamah Miranda


"mamah ko oh doang, Sesil di mana mah?... " kesal Abraham


"istri kamu ada di kamar atas, tapi jangan ganggu dia dulu, soalnya Sesil lagi istirahat!!."


"iya mah" ucap Abraham sambil berlalu dari hadapan mamah Miranda menuju kamarnya yang ada di lantai dua


sesampainya di depan kamar Abraham mengetuk dulu pintu kamar dengan perlahan


tok..


tok..


tok..


merasa tidak ada jawaban dari dalam Abraham pun membuka pintu kamarnya, dan kebetulan pintunya tidak di kunci, Abraham pun langsung masuk.


Abraham melihat Sesil sedang tidur di ranjangnya, diapun menghampiri Sesil dan duduk di samping sisi ranjang dekat Sesil yang sedang tidur.


Abraham begitu bahagia melihat Sesil yang sedang tidur dengan tenang, diapun mengelus kepala Sesil dan mencium kening Sesil dengan lembut, bentuk luapan kebahagiaannya.

__ADS_1


__ADS_2