Dia Idola Masa Kecilku

Dia Idola Masa Kecilku
eps 12


__ADS_3

"O iya dek,kata mas Hanan kamu mau lanjut sekolah luar negri ya?"tanya Alessia.


Deg!


Deg!


Deg!


Fredi yang sedari tadi memegang gedget nya berhenti,Jantung Fredi seperti terhenti mendengar pertanyaan Alessia,dia terkejut dengan apa yang dia dengar.


Fredi menatap Annisa,menanti jawaban apa yang akan di berikan pada Alessia.


"Ish...kak Hanan memang nggak bisa menjaga rahasia"ucap Annisa mengerucut.


"Jadi bener kamu mau sekolah ke luar negeri"tanya Alessia yang terkejut,mendengar ucapan Annisa.


"Insya Allah kak,doain aja,yang terbaik buat aku"ucap Annisa.


Fredi beranjak pergi tanpa berpamitan.


"Lo mau ke mana Fred?"tanya Fredi.


"Ke kama gue"jawab Fredi datar.


"Ada apa sama kak Fredi?"batin Annisa "Apa iya,dia marah karna aku mau keluar negeri?,tidak!,itu tidak mungkin Nis,apa peduli nya padamu,kamu yang mengagumi nya,bukan dia,sadar diri Nis"ucap nya lagi.


"Ayo sayang,kita makan malam dulu"ajak Hanan.


"Kita mau keluar kak?"tanya Annisa.


"Nggak dek,tadi kaka beli makanan di luar setelah menjemput kak Alessia"ucap Hanan.


"Ya sudah,kamu tunggu sini,biar kak Ale yang nyiapin"ucap Hanan.


Setelah itu Alessia ke dapur menyiapkan makanan nya.

__ADS_1


"Kenapa kak Fredi nggak di ajak maka. sekalian kak?"tanya Annisa.


"Ya sudah,kamu panggil sana,Kaka mau menyelesaikan pekerjaan Kaka sebentar"pinta Hanan.


"Baik kak"ucap Annisa berlalu menuju kamar di mana Fredi berada.


'tok..tok..tok'


'Ceklek'.....


Pintu terbuka,melihat siapa yang berada di depan pintu kamar,Fredi meninggalkan Annisa yang terpaku di depan pintu kamar.


"Ada apa?"tanya Fredi datar.


Annisa tersadar,dan mengikuti langkah Fredi masuk ke dalam.


"Kak,aku di suruh Kaka Hanan,untuk ngajak Kaka makan bersama?"ucap Annisa.


"Apa kamu beneran mau sekolah di luar negri Nis?"tanya Fredi tak mengindahkan ucapan Annisa.


"Iya kak,Ya sudah ayo kita makan malam bersama"ucap Annisa beranjak dari sofa hendak melewati Fredi.


Fredi menarik tangan Annisa,hingga masuk kedalam pelukan Fredi.


Deg...deg...deg...


Jantung kedua nya seakan terpompa lebih cepat.


"Kak.."ucap Annisa lirih.


"Apakah kamu akan ninggalin Kaka, Nis?"tanya Fredi.


"Maksud Kaka apa?"tanya Annisa.


"Apa kamu akan ninggalin Kaka mu ini,Kaka pasti akan kehilangan adik Kaka yang bawel ini"ucap Fredi yang entah mengapa mengucapkan kata itu.

__ADS_1


Deg....


"Adik"gumam Annisa dalam hati,dia membatu mendengar penuturan sang idola.


"Nis?"panggil Fredi.


"Annisa?"panggil nya lagi,karna tak mendapat jawaban dari Annisa.


"Eh....i..ya kak,gimana?"tanya Annisa gugup.


"Kamu kenapa?"tanya Fredi.


"Aku hanya sedikit lapar kak?"kilah Annisa.


"Ya Allah Nis,kenapa nggak bilang dari tadi. Ya sudah,ayo kita makan"ajak Fredi yang menggandeng tangan Annisa. Setelah Annisa mengangguk.


Saat sampai pintu,Fredi mengingat sesuatu yang akan di berikan pada Annisa.


"Sebentar Nis,Kaka punya sesuatu buat kamu"ucap Fredi kembali ke sisi ranjang,dan membuka laci nakas.


"Ini buat kamu?"ucap Fredi menyerahkan kotak persegi panjang pada Annisa.


"Ini apa kak"tanya Annisa.


"Buka saja,nanti kamu akan tau?"ucap Fredi.


Saat Annisa membuka kota persegi panjang itu,mata nya membola,karna Fredi memberi nya kalung berliontin bulan sabit yang indah.


"Cantik"ucap nya mengagumi kalung tersebut.


"Kak.."ucap Annisa meminta penjelasan dari laki-laki yang ada di depan nya.


"Kaka,kemarin ke toko perhiasan,bersama kak sinar,kaka melihat kalung itu ke ingat sama kamu,Kaka nggak pernah ngasih kamu apa-apa,jadi Kaka berinisiatif membelikan itu untuk mu"ucap Fredi.


"Bukan aku menolak kak,tapi ini berlebihan,dan ini pasti harganya sangat mahal"ucap Annisa menarik tangan Fredi Dan menaruh kalung tersebut di tangan Fredi.

__ADS_1


"Nis,Kaka hanya ingin kamu menerima ini,anggap saja ini kenang-kenangan dari kak,nanti saat kamu sekolah di luar negri,kamu akan mengingat Kaka"ucap Fredi.


"Tapi kak...?"ucap Annisa.


__ADS_2