Dia Idola Masa Kecilku

Dia Idola Masa Kecilku
eps 5


__ADS_3

"Mbak tolong,di bungkus Kalung yang itu ya"ucap Fredi.


Setelah semua nya selesai di kemas,Fredi memasukan kalung itu ke saku celana nya,Fredi takut calon istri nya salah paham.stelah itu,tak berapa lama sinar datang dengan senyum yang lembut.


"Sudah mas"ucap nya sambil mengalungkan tangan nya di lengan Fredi.


"Sudah sayang,ayo kita pulang,atau mau kemana lagi?"tanya Fredi.


"Kita pulang aja ya mas,aku capek banget soal nya"ucap sinar.


"Ok sayang,kalau begitu cusss,kita pulang"ucap Fredi meninggalkan toko perhiasan itu.


"Kita mampir beli makanan dulu ya sayang,buat mama dan papa kamu di rumah"ucap Fredi.


"Nggak usah mas,di rumah sudah banya makanan,jadi kamu nggak usah repot-repot"ucap sinar.


"Aku nggak enak sama orang tua mu Sin?"ucap Fredi.


"Ya sudah,kita ke toko kue yang ada di sana saja,kita beli kue kesukaan mama dan papa"ucap sinar.


"Nah gitu dong"ucap Fredi menarik hidung sinar karna gemas.


"Ih..mas,sakit tau"ucap Fredi yang tersenyum.


setalah empat puluh lima menit,kini Fredi tiba di kediaman Sinar.


"Ayo sayang,kita masuk dulu?"ajak Sinar.

__ADS_1


"Ayo,mas juga pingin ngomong sama om Prapto"ucap Fredi.


"Kenapa nggak manggil papa aja sih mas,padahal papa sudah sering mengatakan bahwa kamu harus memanggil beliau papa"ucap Sinar.


"Belum pede sayang,nanti kalau sudah tunangan saja ya"ucap Fredi.


Mereka bergandengan tangan sampai di ruangan keluarga,di mana papa dan mama Sinar ada di sana.


"Malam om,tante!"sapa Fredi menyalami kedua orang tua Sinar dengan sopan.


"Eh ada tamu rupanya,malam nak Fredi"sapa balik papa Sinar.


"Apa kabar om,Tante?"tanya Fredi setelah mendaratkan bokong nya.


"Alhamdulillah sehat nak,kamu sendiri gimana?"tanya papa Sinar.


"Alhamdulillah saya juga sehat om"ucap Fredi.


"Sudah lama kamu tak pernah main kesini nak"tanya mama Sinar.


"Maaf Tante, akhir-akhir saya di sibukkan dengan proyek baru yang ada di daerah Serpong"ucap Fredi.


"Wah makin pesat aja perusahaan kamu nak"timpal papa Sinar.


"Alhamdulillah om,itu juga kerja sama dengan Hanan Adiatma"ucap Fredi.


"Hanan?,bukan kah itu anak sulung nya Aries?"tanya papa Sinar.

__ADS_1


"Iya om"ucap Fredi.


"Masya Allah,nggak nyangka ya aries punya seorang putra yang jenius,sama kaya kamu"ucap papa Fredi.


"Om bisa aja"ucap Fredi malu.


"Di minum dulu mas,mumpung masih anget"ucap Sinar,yang baru muncul dari dapun membawa empat gelas teh dan kopi masing-masing dua.


"Pa di minum dulu kopi nya"ucap Sinar pada sang papa.


"Terima kasih sayang"ucap papa nya.


"Terima kasih Sin"ucap Fredi.


Setelah menyeruput minuman masing-masing,kini Sinar membuka suara,supaya Fredi yang meneruskan nya.


"Ma,pa,sebenarnya,ada yang ingin kami bicarakan"ucap Sinar.


"Katakan saja,apa yang ingin kalian bicarakan,papa sama Mama akan mendengarkan nya"ucap papa Sinar.


"Begini om,Tante,kedatangan saya kesini ingin membahas soal pertunangan saya dengan Sinar"timpal Fredi.


"Benarkah begitu, Sinar?"tanya mama sinar.


"Iya ma,tadi kami sudaj mendiskusikan tentang hal ini"ucap Sinar membenarkan ucapan sang Mama.


"Alhamdulillah,lantas kapan kalian akan bertunangan dulu,atau langsung menikah?"tanya papa Sinar.

__ADS_1


__ADS_2