Dia Idola Masa Kecilku

Dia Idola Masa Kecilku
eps 17


__ADS_3

"Tapi pak saya tidak suka ke bar,bagaimana kalau kit makan di restoran yang terkenal di sini"pinta Sinar.


"Baik lah kalau begitu"ucap atasan menurut.


Mereka berdua makan,dengan CEO di mana ia bekerja,mereka memesan wine untuk menyempurnakan perayaan mereka.


Tadi nya Sinar menolak,tapi karna bujukan dari sang CEO mau tidak mau Sinar akhir nya minum.


"Ayo,kita bersulang"ucap Berry Anderson. pemilik Anderson kingdom.


"Maaf pak,saya tidak terbiasa minum"tolak Sinar.


"Ayolah Sinar,hanya sedikit saja,tidak akan membuat mu mabuk"rayu Berry Anderson.


"Tapi pak.."ucap Sinar.


"Tidak apa-apa,ayo..."ucap Berry.


"Hanya sedikit ya pak"ucap Sinar.


"Ya.."ucap Berry.


Sinar meminum wine yang sudah di tuang oleh Berry ke dalam gelas,dalam sekali teguk.


"Hei...kenapa kamu langsung meminum nya semua"pekik Berry.


"Lumayan pak,manis!"ucap Sinar.

__ADS_1


"Tapi cara minum nya bukan begitu Sinar"ucap Berry.


"La bagimana,bukanya sama saja"ucap polos Sinar.


"Polos banget sih kamu Sinar"ucap Berry menepuk jidat.


Hingga tanpa mereka sadari,hanyut dalam kebahagiaan uang telah mereka capai,dan membuat kedua nya mabuk,saat itu Berry meminta salah satu pelayan di sana,untuk memesankan jasa supir,untuk mengantar mereka kembali ke hotel tempat di mana mereka berdua menginap.


Tiga puluh menit berlalu mereka tiba di hotel,Berry masih bisa mengontrol diri nya,dan memapah Sinar,menuju kamar nya,saat sudah berada dalam kamar,Berry membantu Sinar merebahkan tubuhnya di atas kasur,dan menyelimuti nya,saat Berry hendak pergi,sinar menyentak tangan Berry.


Karena Berry dalam keadaan tak stabil akhir nya jatuh di atas tubuh Sinar.


"Mas Fredi,kenapa kamu selalu menghindari aku"rancau Sinar.


"Aku bukan Fredi,aku Berry,bos mu Sinar!"ucap Berry tak terima,dengan buas Berry ******* bibir Sinar. Dan terjadilah malam yang panas antara kedua nya.


#flash back off#.


"Mas...!,mas Fredi!"panggil Sinar berteriak.


'Plak'


Satu tamparan keras yang di layang kan oleh ayah Sinar,membuat perempuan itu sadar,bahwa apa yang ia perbuat,telah mencoreng nama baik kedua orang tua dan keluarganya.


"Apa begini cara mu membuat malu ayah dan ibu mu, Sinar!"bentak sang ayah.


"Ayah kecewa padamu Sinar, benar-benar kecewa,ayah tidak mengajarkan mu menjadi wanita murahan seperti mu Sinar,ayah selalu menjaga dan menyayangi mu,tapi apakah ini balasan dari mu untuk semua yang sudah ayah dan ibu lakukan untuk mu"ucap ayah Sinar sedikit melunak.

__ADS_1


Saat sedang marah, tiba-tiba ayah Sinar memegang dada nya yang terasa sakit.


"Akhhhh!!"rintihan ayah Sinar.


"Ayah..?"


"Ayah..?"teriak Sinar dan ibu nya bersama.


Untung di luar ruangan masih ada kedua orang tua Fredi dan sahabat nya Hanan.


Mendengar jeritan dari dalam,Hanan dan papa Fredi berlari masuk.


"Masya Allah,apa yang terjadi Bu"ucap Hanan,melihat ayah Sinar terduduk di lantai dan memegangi dada nya.


"Sebaik nya kita bawa pak Prapto kerumah sakit"ucap papa Fredi.


"Baik om"ucap Hanan membantu mengangkat tubuh pak prepto menuju mobil.


hampir empat puluh lima menit,mereka semua tiba di rumah sakit.


"Dokter!!,suster!,tolong"teriak Hanan yang merasa khawatir.


Suster dan dokter berbondong-bondong memberikan pertolongan kepada pak Prapto.


"Tolong tunggu di luar,biar kami yang menangani nya.


"Selamat kan suami saya dokter"ucap Bu Sumiyati.

__ADS_1


"Baik Bu,kami akan lakukan sebisa mungkin"ucap dokter berlalu.


"Ibu tenangkan diri ibu,saya yakin pak Prapto akan baik-baik saja"ucap mama Fredi.


__ADS_2