
"Lusa Kaka akan ke Bogor sama kak Fredi,kamu ikut ya dek?"tanya Hanan penuh harap.
"Ah nggak mau lah kak,aku masih capek habis ujian"ucap Annisa pura-pura menolak padahal di dalam hati nya berdegup tak beraturan.
"Ayolah dek, please ya"ucap kak Hanan memohon dan bertampang memelas.
"Nggak deh kak,aku mending ke rumah nenek aja,apa lagi sudah lama nggak ketemu mama dan papa"ucap Annisa.
"Tapi dek,papa aja masih di luar negeri"ucap Hanan menyangkal.
"Ya aku di rumah sama nenek"ucap Annisa ngeyel.
Ya nenek Hanan dan Annisa pindah di kediaman sang mama dan papa,beberapa waktu yang lalu,karna permintaan sang papa karna melihat kesehatan sang nenek yang kurang baik.tetapi Hanan dan Annisa memutuskan untuk tetap tinggal di kediaman nenek nya. Dari kecil Hanan dan Annisa di asuh oleh nenek nya,karna mama dan papa nya sibuk dengan dunia nya sendiri.
"Ayolah dek,kali ini aja ya"bujuk kak Hanan.
Annisa pura-pura berfikir,dan untuk beberapa saat akhir nya Annisa mengiyakan ajakan sang kaka.
"Baiklah aku akan ikut,ini untuk terakhir kalinya aku ikut Kaka bekerja,setelah ini aku sudah nggak mau lagi,karena aku mau fokus sekola"ucap Annisa serius.
"Janji.."ucap Hanan mengaitkan jari kelingking.
__ADS_1
"Cih..kaya anak kecil aja"decih Annisa mengejek sang kaka.
"Kan kamu yang ngajarin Kaka"balik mengejek.
"Oya dek,mau lanjut sekolah di mana?"tanya kak Hanan.
"SMP nya si sini,kalau SMA sama kuliah pingin nya di luar negri kak"ucap Annisa.
"Apa itu nggak kejauhan?"tanya kak Hanan lagi.
"Nama nya juga mengejar cita-cita,nggak mikir kejauhan kak,yang penting senyaman nya kita aja"ucap Annisa.
"Wah...wah,adik kaka sudah seperti anak gadis aja"ucap kak Hanan mengusak rambut Annisa.
"Iya dek ada apa sih?"ucap Kak Hanan pura-pura nggak tau.
"Auk ah gelap,sudah Kaka keluar sana,aku mau istirahat"usir Annisa.
"Ye...kok jadi ngusir Kaka"ucap Hanan yang sedang di dorong keluar oleh Annisa.
"Jangan lupa prepare ya,,buat berangkat ke Bogor besok"teriak Hanan setelah pintu kamar adik nya tertutup.
__ADS_1
"Udh...menyebalkan kak Hanan"ucap Annisa kesal.
Di lain tempat,Fredi kini berada di kafe,untuk makan siang yang sempat tertunda,karena sekarang jam sudah menunjukan pukul 14:30,mau tidak mau dia harus mengganjal perutnya yang sudah minta di isi.
Tadi setelah pulang dari kediaman nenek Hanan,Fredi lantas bertolak ke salah satu panti asuhan untuk memberikan sumbangan rutin setiap bualn nya.
Kini Fredi berada di kafetaria Manis manja.
Saat sedang menikmati makanan yang ia pesan,kini Fredi melihat sang kekasih.
"Sinar??"panggil Fredi.
"Mas Fredi,kamu di sini,sama siapa?"tanya Sinar bertubi-tubi.
"Banyak nya satu-satu dong Sin"pinta Fredi.
"Ya..ya..maaf,mas di sini sama siapa?"tanya sinar celingak-celinguk.
"Nyari siapa,mas sendiri,tadi kelaparan jadi berhenti untuk cari makan"ucap Fredi.
"Aku nyari Hanan,biasa nya kan nggak pernah lepas dari dia"ucap sinar terkiki.
__ADS_1
"Hehe..iya juga ya,dia di rumah nya,kamu sendiri ngapain di sini,ada janji"tanya Fredi menyelidik.