Dia Idola Masa Kecilku

Dia Idola Masa Kecilku
eps 20


__ADS_3

"Alah yakin...?,gitu aja dulu bucin banget ma tu perempuan"ucap Hanan meledek.


"itu beda lah Nan,sekarang gue udah tau borok nya,mana ada gue tanggung jawab sama anak orang,mending sekalian gue nikahin janda"ucap Fredi ngasal.


"Ish...omongan Li ngeri Bray...."ucap Hanan bergidik.


"Ya habis nya Lo bikin gue kesal"ucap Fredi beranjak.


"Mau kemana?"tanya Hanan.


"Mau nemuin Sinar"jawab Fredi.


"Hati-hati Lo ya,nanti hati Lo melehoy lagi liat di mewek"ledek Hanan.


"Nggak akan"ucap Fredi meninggalkan rumah Hanan.


Fredi melajukan mobil nya di jalan raya yang padat,akibat bareng nya para karyawan pulang,hampir satu jam,akhir nya Fredi tiba di kafe yang Sinar rekomendasi untuk bertemu.


Dari pintu masuk,Fredi dapat melihat Sinar yang duduk di pinggir jendela,yang termasuk VVIP room.


"Langsung saja,apa yang mau kamu katakan"ucap Aryan tanpa basa-basi.


"Apa nggak sebaik nya kita makan dulu mas"jawab sinar seolah tak terjadi apa-apa.Tapi berbeda dengan Fredi yang sudah muak.

__ADS_1


"Kalau memang tidak penting,lebih baik aku pergi"ucap Aryan beranjak,tapi di tahan pergelangan tangan nya.


"Mas....aku mohon!!"ucap Sinar berkaca-kaca.


"Katakan!!"ucap Fredi duduk kembali.


"Maafkan aku mas!"ucap sinar menunduk.


"Untuk apa?"ucap Fredi.


"Untuk yang tadi di acara,aku benar-benar merasa bersalah,apakah kamu membenciku mas?"tanya sinar mengangkat wajah nya.


"Hahaha....kamu lucu sekali Sinar,apa yang kamu lakukan itu sudah membuat aku hancur,dan keluarga ku malu,aku memantapkan hati ku untuk menikahi wanita yang aku anggap selama ini setia pada ku, tapi aku tertipu dengan wajah nya yang lugu"ucap Fredi yang dingin.


"Kalau saja aku tak menemukan mu pingsan di kamar mandi dan mendengar penuturan dokter,bahwa kamu hamil,apa kamu akan mengatakan bahwa kamu hamil!!"bentak Fredi yang sudah tak sabar.


"A...aku tidak bermaksud untuk membohongimu mas,aku minta maaf mas,maaf!"ucap Sinar luruh menekuk kedua kaki nya berlutut di bawah kaki Fredi.


"Hentikan tingkah mu Sinar,jangan membuat aku semakin membencimu"bentak Fredi berdiri dan mundur.


Semua orang di sana merasa terkejut mendengar bentakan Fredi. Dan melihat Sinar menjadi iba,tanpa mereka ketahui bahwa Fredi marah karna wanita itu,tapi mereka melihat malah sebalik nya,merasa iba melihat sinar yang menangis sesenggukan.


"Jika tak ada lagi yang kamu katakan,sebaik nya aku pergi"ucap Fredi.

__ADS_1


"Apa tidak ada kesempatan untuk kita melanjutkan pernikahan kita mas?"tanya Sinar tanpa rasa malu.


"Heh....Apa kamu nggak punya malu untuk ngomong seperti itu,dengar baik-baik Sinar,mungkin dulu aku mencintaimu,tapi mulai detik ini aku membenci mu, membencimu!!"ucap Fredi menekan kan Kalimat terakhirnya dan berlalu pergi.


"Mas aku mencintaimu!"teriak Sinar yang masih menangis.


"Akhhhh"teriak nya.


Setelah kepergian Fredi tak lama Sinar meninggalkan kafe tersebut dan pergi menuju rumah sakit dimana sang ayah di rawat.


"Maafkan aku ayah,ibu,aku bersalah"gumam Sinar yang masih sesenggukan di dalam taksi.


"Mbak kita mau kemana ya?"tanya supir taksi.


"Tong antar saya ke Anderson kingdom pak"pinta Sinar.


Sinar memutar haluan,dan kini tujuan nya adalah untuk menemui CEO Anderson kingdom.


Sinar yakin bahwa Berry masih di kantor,biarpun kantor sudah mulai sepi karyawan.


'Brakk'


"Apa yang kamu lakukan bay...."ucap Berry terhenti melihat siapa yang datang.

__ADS_1


__ADS_2