Dia Idola Masa Kecilku

Dia Idola Masa Kecilku
eps 6


__ADS_3

"Alhamdulillah,lantas kapan kalian akan bertunangan dulu,atau langsung menikah?"tanya papa Sinar.


"Insya Allah,setelah saya pulang dari Bogor,dan urusan di sana selesai,saya akan melamar Sinar,om"ucap Fredi.


"Baik lah,om akan menunggu kedatangan kedua orang tua mu"ucap papa Sinar.


"Ayo makan malam sekalian di sini"ajak mama sinar,yang sebelum nya meminta art nya untuk menyiapkan makan malam.


"Baik,Tante"ucap Fredi berdiri mengikuti tuan rumah menuju meja makan.


"Mas,mau makan pakai apa?"tanya Sinar.


"Apa saja Sin,aku tidak pilih-pilih kok soal makanan"ucap Fredi.


Setelah mengambilkan makanan untuk calon suami nya, Sinar mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Terima kasih"ucap Fredi yang di angguk i oleh Sinar.


"Ayo nak Fredi,di makan,maaf seadanya,Tante tidak tau kalau kamu mau mampir,sedang kan Sinar,tidak mengabari Tante"ucap mama Sinar.


"Memang saya yang minta Tante,supaya tidak terlalu merepotkan,lagian ini sudah lebih dari cukup Tante"ucap Fredi.


"Alhamdulillah kalau kamu suka"ucap mama Sinar.


Hampir tiga puluh menit,mereka telah selesai dengan makan malam nya.


Waktu cepat berlalu hingga Fredi pamit undur diri.


"Om,Tante,saya pamit undur diri,karna waktu sudah larut malam"pamit Fredi.

__ADS_1


"Kenapa harus buru-buru nak"ucap mama Sinar.


"Sudah malam Tante,kalau ada waktu saya akan mampir lagi"ucap Fredi berdiri.


Fredi berjabat tangan pada kedua orang tua Sinar.


"Hati-hati di jalan nak"pesan papa sinar.


"Baik om"ucap Fredi.


"Sinar,antar nak Fredi kedepan"pinta sang mama.


"Iya ma"jawab Sinar. "Ayo mas aku antar sampai teras"ucap sinar di angguk i oleh Fredi.


"Aku pulang dulu ya,jangan tidur terlalu malam,jaga kesehatan"pesan Fredi mengelus kepala Sinar.


"Iya mas,kamu hati-hati di jalan,kalau sudah sampai rumah kabari aku ya"jawab Sinar.


Fredi mengulurkan tangan nya,dan di sambut sinar lalu di cium punggung tangan Fredi,setelah itu Fredi berlalu meninggalkan Sinar yang masih berdiri di teras rumah nya.


Melihat mobil Fredi menghilang di balik tembok, Sinar menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Huffff...Kita berhubungan sudah sejak lama,kenapa kamu sama sekali tak pernah mencium ku,walau pun hanya di kening,aku merasa kamu tak sepenuh nya mencintaiku,atau hanya aku yang mencintaimu mas"gumam Sinar sendu.


Ya,Fredi Dan Sinar menjalin hubungan sejak mereka masuk bangku kuliah,tak sekalipun Fredi mencium Sinar,karna menurut Fredi wanita yang akan dia nikahi,harus di jaga,jangan kan untuk di jamah,di cium pun jangan.


Sinar masuk dalam kamar,sedang kan Fredi sedang terlihat bahagia,entah bahagia karna akan melamar pujaan hati nya,atau mengingat sesuatu yang bisa membuat nya bahagia.


"Kak,jam berapa kita akan berangkat besok?"tanya Annisa.

__ADS_1


"Mungkin pagi dek,ada apa?"tanya Hanan.


"Oh,tidak apa-apa,nanti mampir ke supermarket ya kak sebelum berangkat"pinta Annisa.


"Apa ada yang perlu kamu butuhkan?"tanya Hanan.


"Ada kak,kebutuhan wanita,hehehe"ucap Annisa di akhiri kekehan.


"Dasar!!"ucap Hanan mengacak rambut sang adik.


"Kak?"panggil Annisa.


"Ada apa?"tanya Hanan.


"Apa kak Fredi masih sama kak Sinar?"tanya Annisa.


"Memang nya kenapa?"tanya Hanan lagi.


"Nggak apa-apa kak,hanya ingin tau aja"ucap Annisa.


"Kaka denger mereka mau lamaran"ucapan Hanan seperti ribuan kulit durian runtuh tepat di jantung nya.


'deg'.....


Annisa menatap sang Kaka mencari pembenaran.


"Kenapa melihat Kaka kaya gitu?"tanya Hanan merasa tatapan adik nya yang entah tak bisa terbaca.


"Oh...ti..tidak kak,hanya saja aku sedikit terkejut"ucap Annisa.

__ADS_1


"Ya sudah kamu istirahat,Kaka juga mau istirahat"ucap Hanan yang di angguk i oleh Annisa


__ADS_2