Dia Idola Masa Kecilku

Dia Idola Masa Kecilku
eps 18


__ADS_3

"mbak tenangkan diri ibu,saya yakin pak Prapto akan baik-baik saja"ucap mama Fredi.


"iya mbak,maafkan kelakuan anak saya mbak"ucap ibu Sinar bersujud di kaki mama Fredi.


"Mbak apa yang mbak lakukan,jangan begini mbak?"ucap mama Fredi yang membujuk ibu Sinar supaya berdiri.


"Maafkan anak saya mbak,saya malu dengan keluarga besar mbak"ucap ibu Sinar memeluk mama Fredi.


"Semua sudah terjadi,sekarang pikirkan kesehatan pak Prapto,dan cari ayah dari anak yang sedang Sinar kandung,mungkin memang Fredi tidak berjodoh dengan Sinar"ucap mama Fredi legowo.


"Tante,Hanan dan Alessia harus kembali,soal nya Alessia ada keperluan"ucap Hanan memotong pembicaraan mereka berdua.


"Kamu hati-hati di jalan Nan"ucap mama Fredi.


"Iya Tante"jawab Hanan. "Bu,saya turut prihatin dengan keadaan pak Prapto,semoga lekas pulih,saya pamit dulu"ucap Hanan pada ibu Sinar.


"Terima kasih nak"ucap ibu Sinar.


"Nan,nanti tolong hibur Fredi,jika kamu ada waktu"pinta mama Fredi.

__ADS_1


"Baik Tante, assalamualaikum"pamit nya di ikuti Alessia.


"Wa'alaikum salam"jawab bersama.


Mama Fredi,papa Fredi Dan ibu Sinar,sedang cemas lain dengan Fredi yang sedang hancur,kini Fredi berada di kediaman Hanan,berharap dia akan bertemu dengan gadis yang mulai beranjak dewasa itu,tapi ternyata nihil,rumah kosong,akhir nya Fredi masuk kamar Hanan dan merebahkan tubuh nya di ranjang Hanan.


"Kenapa nasib ku begini,kenapa Sinar,kenapa?,apa salah ku pada mu,kamu melambungkan aku terlalu tinggi,tapi kau juga yang menjatuhkan aku sampai ke dasar yang paling rendah"ucap Fredi lirih.


Tanpa terasa air mata menetes dari samping mata mengalir hingga jatuh membasahi pipi nya.


'Cekelk'


"Kenapa harus terjadi kepada ku Nan?"ucap Fredi yang masih menutupata nya dwmgan lengan tangan nya tanpa merubah posisi.


"Ayolah kawan,masih banyak wanita yang lebih baik dari Sinar,sorry...bukan maksud gue sinar tidak baik,hanya saja gue dari dulu kurang suka dengan sikap nya yang kadangkala seperti congkak"ucap Hanan.


"Nggak semudah yang Lo bilang Nan,gue sudah pacaran sama dia lama,tapi di saat gue sudah mantepin pilihan gue,tapi apa yang gue dapet,yang gue dapet hanya pengkhianatan"ucap Fredi.


"Ok...ok gue ngerti banget perasaan Lo,bagaimana pun gue udah anggap Lo saudara"ucap Hanan.

__ADS_1


Hanan beranjak dari duduk nya dan akan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya.


"Nan?"panggil Fredi.


""Ya,ada apa?,kalau mau nanya soal, Annisa,mungkin dia masih di pesawat dan hampir sampai"ucap Hanan yang tau,kalau sahabat nya mencari sang adik.


"Kenapa?"tanya Fredi.


"Maksud Lo?"tanya Hanan balik.


"Kenapa Annisa pergi?"tanya Fredi tak merubah posisi nya.


"Bukan nya dia sudah bilang sama Lo"ucap Hanan.


"Terakhir,gue ketemu Annisa,saat kita di Bogor,setelah nya,dia selalu sibuk. Saat gue kerumah Lo,dia nggak pernah keluar dari kamarnya"ucap Fredi.


"Oh ya,dia nitip salam buat Lo sebelum masuk pesawat dia juga nitip sesuatu"ucap Hanan menuju pintu,lantas keluar tanpa kata.


Beberapa menit berlalu kini Hanan kembali masuk kamar dan menyerahkan barang yang di titipkan Annisa pada nya.

__ADS_1


"Apa ini?"tanya Fredi yang langsung bangkit untuk duduk.


__ADS_2