Dia Idola Masa Kecilku

Dia Idola Masa Kecilku
eps 16


__ADS_3

"Sinar!!...Sinar!!... Sinar!!"panggil Fredi sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.


Tak menunggu lama,akhir nya,mau tak mau Fredi mendobrak pintu kamar mandi,yang mengakibat kan kegaduhan,dan mengundang kedua mertua dan orang tua nya,tak tertinggal Hanan dan Alessia.


"Apa yang terjadi Fred?"tanya mama Fredi panik.


"Iya nak,apa yang terjadi?"tanya ibu Sinar menimpali.


"Aku nggak tau ma,Bu. Hanan banyu gue untuk dobrak pintu ini"pinta Fredi yang di angguk i oleh Hanan.


"Ayo kita dobrak sama-sama?"ajak Hanan.


Dalam dua kali dobrakan,akhir nya pintu kamar ma di terbuka.


'Brakkk'...


"Sinar!!"pekik Fredi menggendong Sinar menuju ranjang.


"Panggil dokter Nan"pinta Fredi


Hampir tiga puluh menit berlalu,akhir nya dokter pun datang.


"Dok tolong periksa anak saya"pinta ibu Sinar.


Sedangkan Fredi sedang,menyuruh Hanan,untuk menunda acara,dan memepersilahkan para tamu untuk meninggalkan tempat acara.


Dokter yang memeriksa Sinar tersenyum,sesudah memeriksa Sinar.

__ADS_1


Semua orang terheran-heran melihat sang dokter tersenyum.


"Sebenarnya anak saya sakit apa dok?"tanya ibu Sinar.


"Anak ibu,tidak sakit hanya kelelahan,sebab anak ibu sedang mengandung empat Minggu?"ucap dokter.


Deg..


Jantung semua orang yang ada di sana serasa berhenti berdetak,terutama milik Fredi.


"Apa yang dokter katakan?"tanya Fredi mendekati dokter.


"Benar tuan,nona Sinar hamil,dan kehamilan nya sudah berjalan empat Minggu"ucap dokter.


"Tidak...tidak,dokter pasti salah"ucap Fredi tidak menerima penjelasan dokter.


Saat sua orang Merawang tegang,terdengar suara lemah memanggil ibu Sinar.


"Bu..!!?"panggil sinar.


"Siapa ayah dari anak yang sedang kau kandung!"ucap Fredi menggoyang kedua pundak Sinar.


Deg....


Sinar membeku,karna apa yang ia sembunyikan beberapa hari ini akhir nya terungkap.


Tak ada respon dari Sinar.

__ADS_1


"Katakan Sinar,siapa ayah dari anak yang kau kandung?!!"bentak Fredi kembali mengguncang kedua pundak Sinar.


"Fred,tolong kendaliin diri Lo"pinta Hanan,menarik Fredi menjauhi Sinar.


"Apa dengan keadaan seperti ini gue harus sabar, Nan?"tanya Fredi penuh kekecewaan.


"Ok,gue ngerti perasaan Lo sekarang kaya gimana,tapi dengan Lo marah-marah,itu malah akan membuat semua nya runyam"ucap Hanan tegas.


Fredi terpaku mendengar kata-kata Hanan.


"Sekarang,Lo tenangin diri Lo,kita dengerin penjelasan sinar,ok?"ucap Hanan mulai santai.


Menunggu beberapa saat,akhirnya ibu Sinar kembali bertanya pada sinar,setelah keadaan hening.


"Katakan pada ibu,siapa laki-laki yang sudah menghamili mu Sinar?tanya ibu Sinar.


"I...ibu maafkan aku,ini semua salah ku,aku yang tak bisa menjaga diriku"ucap sinar menunduk dan menangis.


"Aku tidak perlu kata maaf mu,yang ibu ingin dengar,siapa yang sudah menghamili mu?"tanya ibu lagi tegas.


"Tidak ada yang menghamili ku bu,di sini aku yang bersalah andai.."ucap Sinar.


#Flashback on#


Hari dimana sinar,di tugaskan di luar kota bersama,sang atasan di mana ia bekerja hari itu, Sinar dan sang atasan merayakan keberhasilan yang telah di capai.


"Sin,ayo kita ke bar,buat ngerayain keberhasilan kita"ajak atasan.

__ADS_1


"Tapi pak saya tidak suka ke bar,bagaimana kalau kit makan di restoran yang terkenal di sini"pinta Sinar.


__ADS_2