
"kita cuma tiga hari di sini,bagaimana kalau kita nambah satu hari buat liburan?"usul Hanan.
"Ide bagus"ucap Fredi.
"Mau makan di mana Fred?"tanya Hanan.
"Kita makan di restoran seafood ya"ucap Fredi.
"Ok,sekalian aku pesan makanan kesukaan Annisa"ucap Hanan.
"Ya,Udang pedas asam manis,yang tidak terlalu pedas hahaha"ucap Fredi tergelak.
"Kenapa tertawa?"tanya Hanan.
"Habisnya adik Lo satu itu agak lucu,udah tau pedas asam manis,tapi pesan nya jangan terlalu pedas"ucap Fredi.
"Eh... tunggu?"ucap Hanan.
"Ada apa?"tanya Fredi.
"Dari mana lo tau makanan kesukaan Annisa?"tanya Hanan menyelidik.
"Kan gue sudah dari Annisa kecil sampai sekarang masih ngintilin Lo,jadi apa yang nggak gue tau soal adik Lo itu"kilah Fredi.
"Oh...iya juga ya"ucap Hanan membenarkan.
Mereka menuju tempat makan siang yang akan di singgahi nya.
*
*
"Mbak,mas!!"panggil Hanan mengangkat tangan untuk memanggil pelayan.
__ADS_1
Tak lama seorang pelayan laki-laki datang menghampiri untuk menu makan siang.
"Ada yang bisa saya bantu tuan"tanya pelayan.
"Saya pesen makanan yang di rekomendasikan di restoran ini, masing-masing dua porsi ya mas"ucap Hanan.
"Baik,lalu minuman nya,mau apa tuan?"tanya pelayan.
"Saya mau,es lemon tea saja,lo mau minum apa Fred?"tanya Hanan.
"Samain aja sama Lo Nan"jawab Fredi.
"Es lemontea dua ya mas"ucap Hanan.
"Ada lagi tuan,tolong saya pesan udang pedas asam manis,tapi jangan terlalu pedas ya,di bungkus,yang lain menu nya samain aja sama yang di sini di bungkus,cukup satu porsi masing-masing ya"ucap Fredi menimpali.
"Baik tuan,saya permisi"ucap pelayan kembali ke dapur untuk menyerahkan catatan tersebut.
"Gue denger lu mau tunangan sama Sinar?"tanya Hanan.
"Lo sudah yakin dengan keputusan itu?"tanya Hanan.
"Ya,kenapa kamu nanya kaya gitu?"tanya Fredi mengernyitkan dahi nya.
"Nggak apa-apa sih,cuma kok dadakan banget,Lo nggak terpaksa kan Fred?"tanya Hanan.
"Ya nggak lah Nan,Lo tau sendiri,gue udah pacaran lama sama sinar,gue nggak mau aja,kalau sinar,ngerasa gue cuma mainan aja sama dia,lagian gue sama Sinar juga sudah cukup umur,mau sampai kapan?"ucap Fredi.
"Permisi"ucap pelayanan. "Ini tuan minuman nya"ucap nya lagi.
"Mbak,cantik deh"ucap Hanan menggoda pelayan tersebut,membuat si pelayan tersipu malu.
"Ah tuan,anda membuat saya malu saja"timpal pelayan tersebut.
__ADS_1
"Dasar,hidung belang"timpal Fredi geleng-geleng kepala.
"Ish....dasar sirik aja"ucap Hanan kesal.
"Inget di rumah ada yang sedang menunggu kepastian,hahaha"ucap Fredi di akhiri gelakan tawanya yang menggema.
pelayan tersebut,pun pamit berlalu.
"Masih saja ganjen,padahal sudah punya kekasih"ucap nya lagi.
"gue kan tidak serius Fred,kenapa lo membuka kartu gue,ketika gue lagi asik menggoda cewek cantik"ucap Hanan kesal.
"Ya...ya.. terserah Lo aja lah Nan"ucap Fredi pasrah melihat kekonyolan sahabat nya.
Tak lama kemudian dua pelayan membawakan makanan yang telah di pesan.
"Ayo kita makan dulu"ajak Hanan,
"Ya,bekerja sekalian liburan kan juga butuh energi"ucap nya lagi.
"He'em"jawab Fredi membenarkan.
hampir satu jam mereka menghabiskan makan di restoran seafood tersebut,kini mereka menuju villa setelah menerima makanan yang tadi di minta oleh Annisa.
'tok...tok..tok..'
"Sebentar"teriak Annisa.
'Ceklek' pintu terbuka terpampang nyata Annisa dalam keadaan selesai mandi,dengan berbalutkan bathrob dan rambut yang di di hulu memperlihatkan leher jenjang nya yang masih di aliri air sisa mandi yang belum bersih di lap.
'Glek' suara Fredi menelan ludah nya,melihat penampilan Annisa.
"Eh...ada kak Fredi,maaf kak,aku nggak tau kalau ada Kaka di sini juga,kalau begitu,silahkan masuk"ucap Annisa membuka pintu,dan meninggalkan kedua laki-laki tersebut untuk berganti pakaian.
__ADS_1
Walaupun Annisa masih umur 12 tahun,tapi bodi Annisa tinggi besar,seperti gadis-gadis remaja pada umumnya,padahal kalau orang yang tak tau,pasti mengira Annisa seperti gadis remaja.
"Kamu baru mandi dek"tanya Hanan.