
"Apa yang kamu lakukan bay...."ucap Berry terhenti melihat siapa yang datang.
"Sinar?"panggil nya.
"Ya,saya pak,maaf kalau kedatangan saya terkesan tidak sopan"ucap Sinar yang masih menangis.
"Apa yang terjadi dengan mu Sinar,kenapa kamu menangis?"tanya Berry beranjak mendekat pada Sinar.
"Bapak harus bertanggung jawab,karna saya hamil anak bapak"ucap Sinar menunduk.
"Baik,saya akan menikahimu,saya akan bertanggung jawab atas perbuatan ku"ucap Berry tegas.
Sinar mengangkat wajah nya menatap Berry,saat itu juga berry menarik sinar dalam pelukan hangat nya.
"Jangan menangis lagi,aku akan menikahimu"ucap Berry.
"Apa bapak tidak punya kekasih?"tanya Sinar ragu.
"Kalau pun aku punya kekasih,aku lebih memilih kamu,karna di sini ada calon anak kita,dan aku yang mengambil keperawanan kamu yang pertama"ucap Berry mencium kening Sinar.
"Tapi pak?"ucap Sinar ragu.
"Apa yang membuatmu ragu Sin?"tanya Berry.
"Ayah saya sedang di rawat di rumah sakit,sejak mendengar kehamilan saya pak?"ucap Sinar menangis.
Berry memeluk erat tubuh Sinar.
"Tenang lah,ayo kita temui ayah dan ibu mu"ajak Berry meyakinkan bahwa dia akan keseriusan nya.
"Terima kasih pak"ucap Sinar membalas pelukan Berry.
"Panggil aku mas,Sinar"pinta Berry.
__ADS_1
"Tapi pak"ucap Sinar
"Aku calon suami mu,apa kamu mau memanggil calon suami mu di depan ayah dan ibu mu"ucap Berry mengeratkan pelukan nya.
Akhir nya Sinar merasa lega,karna apa yang ia takut kan tidak terjadi.
*
*
*
'Tring...tring...tring'
"Hallo kak,aku sudah sampai di London"ucap Annisa setelah Kaka nya mengangkat telfon nya.
"Syukur lah kalau begitu,bagaimana kabar mama dan papa?"tanya Hanan.
"Mama sama papa sehat kak,mereka sedang ada acara,setelah jemput aku di bandara"ucap Annisa.
"Satu minggu lagi kak,aku masuk kelas aksel(Akselerasi),mungkin butuh waktu 4 tahun sampai sekolah SMA"ucap Annisa antusias.
"Alhamdulillah,selamat kalau begitu,Kaka berharap kamu cepat kembali"harap Hanan.
"Ish....kak,Mana ada begitu,baru saja aku sampai sini,kenapa sudah di suruh balik aja"ucap Annisa.
"Hahaha...Kaka kesepian dek"ucap Hanan.
"Kan ada kak Alessia,gangguin aja dia"ucap Annisa.
"Mana bisa begitu dek,Kaka takut khilaf,kalau cuma berdua terus"ucap Hanan.
"Awas ya,kalau aku denger Kaka kecelakaan sama kak Alessia"ancam Annisa.
__ADS_1
"Ya..ya..ya,ya sudah,bukanya di sana sudah tengah malam?"tanya Hanan.
"Ya kak,kalau begitu aku istirahat dulu ya"Pamit Annisa.
"Ya,selamat istirahat"ucap Hanan dan mematikan telfon nya.
Hanan menghela nafas panjang dan bergumam.
"Kaka harap kamu menemukan kebahagiaan dan semoga apapun yang kau ingin kan terwujud"gumam Hanan,dengan terpejam nya mata dan tidur dengan lelap sebelum pagi menyapa.
*
*
*
"Kamu baru pulang Fred?"tanya papa Ramdan
"Iya pa,Fredi ke kamar dulu pa"pamit Fredi.
"Fred...!!"panggil papa Ramdan. Saat melihat putra nya hendak berlalu menaiki tangga.
"Iya pa"jawab Fredi menoleh.
"Apakah kamu baik-baik saja?"tanya papa R
amdan.
"Seperti yang papa lihat,Fredi baik-baik saja,papa tidak perlu khawatir"ucap Fredi.
"Baik lah,kalau kamu baik-baik saja,sebaik nya kamu istirahat"pinta papa Ramdan.
"Ya pa"ucap Fredi berlalu menuju kamar nya.
__ADS_1
"Apakah ini hukuman mu ya Allah,rasanya berat, benar-benar berat"gumam Fredi memejamkan mata nya dan terlelap.