
"Apa ini?"tanya Fredi yang langsung bangkit untuk duduk.
"Mana gue tau,itu titipan dari adik gue"ucap Hanan berlalu.
Fredi yang penasaran akhir nya membuka bungkus kado tersebut. Fredi terkejut, bahwasanya itu adalah kalung yang ia berikan pada Annisa saat di Bogor.
Di dalam kotak tersebut terselip memo.
"Dear,kak Fredi"
...Assalamualaikum,we,wb....
...sebelum nya,aku minta maaf,mungkin di saat Kaka baca surat ini,aku sudah pergi jauh....
...Aku minta maaf harus mengembalikan kalung ini,bukan berarti aku tak menghargai Kaka,hanya saja aku takut,perasaan ku semakin tak terkendali,kalau aku masih menyimpannya,mungkin aku masih terlalu kecil untuk berkata seperti ini,aku minta maaf karna dengan lancang mengidolakan Kaka,di saat pertama kita ketemu,mungkin hanya perasaan aku yang terlalu berharap padamu kak,tapi setelah mendengar kamu akan bertunangan aku memutuskan untuk pergi dari kehidupan mu,dan menghilang,agar hati ku tak terlalu sakit....
...Ah..sudah lah,tak usah bahas tentang aku lagi,terima kasih atas perhatian Kaka selama ini. Aku harap suatu saat nanti,jika aku di pertemukan dengan mu,kamu sudah bahagia kak ðŸ˜ðŸ˜...
...Oh iya.......
...Selamat buat pertunangan Kaka,dan kak Sinar,semoga di beri kebahagiaan selalu....
...Salam sayang selalu dari yang mengidolakan mu....
^^^from :^^^
^^^Annisa Adiatma^^^
__ADS_1
"Apa sebegitu dia mengidolakan ku,tapi selama ini dia biasa-biasa saja,bahkan terkesan cuek sama aku"gumam Fredi.
"Ya,adik gue suka sama Lo,bahkan dia sering kali bertanya tentang lo sama gue"up sambar Hanan.
"Ish....kaya hantu aja Lo,main Nyamber aja!"sungut Fredi.
"Sekarang dia di mana Nan?"tanya Fredi.
"Dia di London,nyusul bokap sama nyokap gue"ucap Hanan yang ikut membanting tubuhnya di samping Fredi.
"Apa dia nggak akan pulang,jika liburan?"tanya Fredi.
"Dia pulang mungkin kalau sudah lulus SMA"ucap Hanan.
"Itu masih lama banget Nan!"ucap Fredi kesal.
"Tapi kalau adik Lo itu jodoh gue mau apa?"ucap Fredi.
"Gue orang pertama yang bakalan tolak Lo,gue nggak mau adik gue cuma jadi pelarian Lo"ucap Hanan.
"Gue akan buktikan kalau gue akan perjuangin adik Lo"ucap Fredi sungguh-sungguh.
"Terserah Lo aja deh"ucap Hanan kesal.
'tring....tring...tring'
"Hallo... assalamualaikum"jawab Fredi.
__ADS_1
"Wa... wa'alaikum salam mas"ucap Sinar gugup.
"Ada apa?"ucap Fredi datar.
"Apa bisa kita ketemu mas,ada yang mau aku bicarakan"ucap Sinar terdengar sendu.
"Apa yang akan di bicarakan lagi,bukan kah semua nya sudah jelas,bahwa aku sudah memutuskan hubungan kita"ucap Fredi tegas.
"Aku mohon mas,untuk terakhir kali nya"pinta Sinar.
Fredi terdiam sesaat,untuk memikirkanya.
"Mas?!!"panggil Sinar dari sebrang.
"Baiklah,dimana aku harus menemui mu?"tanya Fredi.
"Di kafe biasa kita ketemu mas"ucap Sinar tersenyum.
Sinar berencana memohon pada Fredi supaya meneruskan hubungan itu,hingga anak nya lahir.
"Siapa?"tanya Hanan.
"Sinar"jawab Fredi singkat.
"Sinar?"tanya Hanan yang di angguk i oleh Fredi. "Mau apa lagi dia,jangan bilang Lo mau bertanggung jawab sama dia"ucap nya lagi menatap tajam sang sahabat.
"Ihs...ngacok Li,memang nya nggak ada wanita lain apa?"ucap Fredi.
__ADS_1
"Alah yakin...?,gitu aja dulu bucin banget ma tu perempuan"ucap Hanan meledek.